Pengantar
Zinc (Zn) merupakan nutrien penting pada unggas yang terlibat dalam banyak proses biologis misalnya pertumbuhan tulang dan fungsi sistem imun. Zinc secara alami terdapat pada tanaman yang digunakan sebagai pakan unggas, tetapi konsentrasinya sangat bervariasi, dan biasanya terlalu rendah untuk memenuhi kebutuhan ternak. Oleh karena itu diperlukan suplementasi zn dari luar. Suplementasi zinc oxide yang telah dipotensiasi (HiZox®) dalam kondisi uji tantang Necrotic
Enteritis (NE) pada ayam secara nyata berpengaruh terhadap pertumbuhan, tingkat kematian, dan skor lesi usus, sehingga hal ini penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan pada kasus NE.
Dosis dan sumber Zinc untuk fungsi tubuh yang optimal
Beberapa publikasi dan praktik di industri melaporkan tentang manfaat penggunaan zinc pada kulit (lesi kulit atau dermatitis) dan kualitas karkas. Efek ini tergantung dari bioavailability dari sumber zinc yang digunakan dalam pakan. Sumber Zinc dengan bioavabilitas yang tinggi tentunya akan lebih baik dalam mencukupi kebutuhan ternak.
HiZox® adalah produk dengan sifat fisikokimia yang unggul. Jika dibandingkan dengan sumber zinc oxide dan zinc sulfate lainnya, HiZox® menunjukkan Relative Biological Values (RBV) yang lebih tinggi secara signifikan hal ini dinyatakan oleh penelitian dari INRA, Perancis. Percobaan ini menyoroti variasi yang sangat besar pada nilai RBV zinc oxide, mulai dari 66% untuk yang terendah dan 105% untuk HiZox® pada konsentrasi zn di tulang tibia (Gambar 1).

Menambahkan pakan ternak dengan sumber Zinc yang bioavbilitasnya tinggi akan memberikan suplai Zinc yang lebih tinggi pada ternak dan mengoptimalkan fungsi tubuh seperti sistem imun dan pertumbuhan tulang.
Efek spesifik sumber Zinc pada kesehatan saluran pencernaan
Efek farmakologis Zno sebagai antibakteri sudah banyak diketahui. Peningkatan area permukaan HiZox®, telah terbukti sebagai antibakteri yang lebih baik daripada produk ZnO biasa. Superioritas dari efektivitas ini telah diteliti secara in vivo di Southern Poultry Research, Amerika Serikat pada broiler yang diuji tantang dengan Necrotic Enteritis. Percobaan terdiri dari 3 kelompok: (1) 80 ppm Zn dari Zinc sulfate (ZnSO4) dan (2) HiZox® pada 80 ppm atau (3) pada 120 ppm. Kemudian, setiap kelompok dibagi lagi menjadi 3 kelompok: broiler tanpa uji tantang, broiler uji tantang dengan pakan non medikasi dan broiler uji tantang dengan virginiamycin 20 ppm. Pada hari ke-14, semua broiler diinokulasi secara oral dengan 5.000 ookista E. maxima. Pada hari ke-19, 20 dan 21, kelompok broiler yang diuji tantang diberi kultur C. perfringens 108 cfu / mL.
Pada hari ke-28, broiler tanpa uji tantang dan broiler diuji tantang yang diberi pakan virginiamycin memiliki bobot tubuh tertinggi dan FCR terendah, dibandingkan broiler yang diuji tantang dengan pakan non medikasi. Skor lesi Necrotic Enteritis menunjukkan bahwa broiler yang diberi 120 ppm Zn dari HiZox® secara numerik (pakan non-medikasi, 0,7 vs 0,8-0,9) atau secara signifikan (pakan medikasi, 0,5 vs 0,8) lebih rendah. Kematian menurun pada kelompok yang diberi campuran HiZox®, secara numerik (80 ppm Zn) atau secara signifikan (120 ppm Zn), dibandingkan dengan kelompok yang diberi ZnSO4 (Gambar 2).











