Konsumsi daging ayam per-kapita masyarakat Indonesia masih rendah, namun pasar unggas di Indonesia masih sangat potensial untuk dikembangkan
Industri perunggasan tanah air termasuk ke dalam sektor strategis karena memasok 65 persen protein hewani nasional serta mempekerjakan jutaan tenaga kerja. Menurut Ivan Kupin, Vice President PT Trouw Nutrition Indonesia, mengatakan bahwa industri perunggasan masih akan terus tumbuh karena didukung dengan laju pertumbuhan masyarakat dan naiknya pendapatan. Pendapatan masyarakat yang semakin baik akan memungkinkan mereka lebih banyak makan daging ayam dan telur untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh.

Konsumsi daging ayam per kapita masyarakat Indonesia yang masih rendah jika dibandingkan dengan banyak negara lain, membuat banyak pihak melihat Indonesia sebagai pasar unggas yang masih sangat potensial untuk dikembangkan.

Dalam mewujudkan itu semua, tentu diperlukan dukungan industri yang terkait dari hulu ke hilir agar target peningkatan konsumsi per kapita dapat terlaksana. Jadi peningkatan konsumsi akan sangat signifikan yang berarti industri harus siap untuk mendukung pertumbuhan ini. “Persoalan perunggasan ini memang rumit karena harga bahan pakan ini tinggi. Kami hari ini berharap pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membantu peternak unggas serta memberikan iklim usaha yang kondusif bagi industri ini,” jelas Ivan di Kantor Pusat PT Trouw Nutrition Indonesia, Bekasi, Selasa, (3/12).
Baca Juga: Kampanye Peningkatan Konsumsi Protein Hewani Melalui Festival Ayam dan Telur
Usaha untuk meningkatkan konsumsi memang harus dilakukan secara komprehensif, tidak bisa hanya dilakukan oleh segelintir aktivis atau perusahaan saja, namun harus dilakukan secara menyeluruh di berbagai tingkat dan lapisan masyarakat. Selain itu, upaya kampanye gelap yang terus menerus beredar di masyarakat terkait kabar bohong produk unggas yang cepat tumbuh karena suntikan hormon pemacu pertumbuhan juga perlu dilawan. Jika upaya-upaya tersebut dilakukan secara konsisten dan menyeluruh, tentu bukan mustahil bahwa ke depan tingkat konsumsi masyarakat akan daging ayam akan cepat meningkat secara signifikan. Domi, Esti
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Januari 2020 dengan judul “Masa Depan Perunggasan Indonesia”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153