Cuaca merupakan faktor penting dalam sistem pemeliharaan ayam. Kondisi cuaca ekstrem hingga manajemen yang tidak sesuai dapat menyebabkan berbagai serangan penyakit dan penurunan produktivitas.
Sejak tahun ’80-an, Guntang KK merupakan salah satu usaha peternakan layer (ayam petelur) dari DOC hingga apkir. Usaha keluarga yang dikelola oleh Ketut Arsana dan 6 saudaranya ini berlokasi di Kintamani, Bali dengan populasi ribuan ekor. Ketut mengatakan bahwa cuaca ekstrem sangat mempengaruhi produktivitas ternaknya. Populasi yang banyak dan kondisi cuaca yang ekstrem, terutama suhu rendah di Kintamani, tentu membuat ternaknya jauh lebih rentan untuk terpapar penyakit hingga dapat menyebabkan penurunan produksi.
Ketut Arsana pemilik peternakan ayam petelur (layer) Guntang KK
Perubahan suhu lingkungan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan ternak dan mengakibatkan stres panas (heat stress) dan stres dingin (cold stress) pada ternak. Cara yang dilakukan Ketut ketika menghadapi cuaca ekstrem adalah dengan menutup kandangnya menggunakan jaring dan tirai agar sirkulasi udara tetap terjaga dengan baik. Penurunan produksi terparah pada peternakan ini terjadi saat wabah Flu Burung. Namun, Ketut berhasil mengatasi hal ini dengan pemberian vaksin dan obat sehingga ternaknya tidak sampai dimusnahkan. Selain menutup kandang dengan tirai, Ketut juga rutin memberikan vitamin dan campuran suplemen pada pakan agar daya tahan tubuh ternaknya tetap terjaga.
Populasi ternaknya yang selalu meningkat, Ketut mulai melakukan pembuatan pakan sendiri atau self-mixing sejak tahun 2015 agar kebutuhan nutrisi ternaknya terpenuhi. Namun, dengan berjalanannya waktu, Ketut memilih untuk bekerja sama dengan Medion sejak tahun 2016. Menurutnya, pendampingan personel Medion yang rutin berkunjung ke kandang membuat produktivitas peternakannya kini kian meningkat.
“Saya berterima kasih sekali dengan Pak Anto selaku TS Medion karena telah membimbing dan mengajarkan saya bagaimana manajemen ayam dan menganjurkan penggunaan Top Mix dengan takaran campuran yang benar agar khasiatnya terlihat, terutama dalam hal produktivitas,” ujarnya.
Produk Top Mix menjadi pilihan di Farm Guntang KK
Campuran pakan yang digunakan oleh Ketut adalah Top Mix dari Medion yang memiliki kandungan 1 antibiotik (zinc bacitracin), 2 asam amino (methionine dan lysine), 6 mineral dan 12 vitamin di dalamnya, Ketut mulai mencampurkan jagung, konsentrat, dan dedak dengan Top Mix. Menurutnya, setelah menggunakan Top Mix dengan bimbingan personel Medion, hasil produksi menunjukkan perbedaan yang signifikan. Daya tahan tubuh ternak layer miliknya juga meningkat dan masa produksi yang awalnya hanya 2 minggu, naik sebanyak 100% menjadi 4 minggu. Selain produksi yang meningkat, kualitas telur pun jauh berbeda dengan sebelumnya. Warna telur lebih merah dan tidak pucat, kerabang lebih tebal serta bobot telur bertambah.
Sebagai pelanggan setia Medion, selain menggunakan Top Mix, Ketut juga menggunakan vaksin dari Medion. Vaksin yang digunakan antara lain Medivac Gumboro, Medivac ND (ND La Sota, ND Clone 45 dan ND Emulsion), serta Medivac Coryza T Suspension. Sedangkan untuk vitamin, Ketut menggunakan Imustin, Kumavit dan Strong n Fit.
“Harapan saya agar komposisi produk Top Mix ini tidak dikurangi, namun kalau perlu ditambah agar pengguna lebih puas lagi dengan kualitas yang diberikan. Saya juga berharap Medion dapat meningkatkan pelayanannya agar lebih baik dan selalu inovatif,” pungkasnya.
Ketut juga menyampaikan pesan kepada teman-teman yang ingin mulai berkecimpung di dunia peternakan unggas khususnya layer, bahwa segalanya dimulai dari manajemen yang bagus dan harus selalu belajar dari teman-teman peternak yang sudah lebih dulu bergelut di dunia perunggasan agar lebih sukses. Adv