Elvina Jonas Jahja saat memberikan pemaparan materi
Kekhawatiran terhadap resistensi antibiotik mendorong kebijakan untuk membatasi penggunaan antibiotik di seluruh dunia. Namun, di sisi lain produksi peternakan terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan seiring peningkatan populasi dunia. Oleh karena itu, pelaku industri dituntut untuk mencari alternatif pengganti antibiotik untuk keberlangsungan produksi dan tidak mempengaruhi ketahanan pangan, keamanan pangan dan kesehatan global.
Pada tahun 2012 forum ilmiah Simposium Internasional tentang Alternatif untuk Antibiotik pertama kali diselenggarakan. Forum ini fokus pada terobosan ilmiah dan teknologi baru yang diharapkan dapat memberikan strategi alternatif untuk pencegahan dan pengobatan penyakit hewan dengan terus mengendalikan penggunaan antibiotik yang penting secara medis dan global.
Medion raih Best Poster Award
Simposium Internasional Alternatif Antibiotik
3rd International Symposium on Alternatives to Antibiotics (ATA) diselenggarakan pada tanggal 16-18 Desember 2019, di The Berkeley Hotel, Bangkok, Thailand. Penyelenggaraan ATA kali ini mengangkat tema “Challenges and Solution in Animal Health and Production”. Tujuan dari simposium internasional ke-3 ini untuk menyoroti hasil penelitian teknologi baru sebagai alternatif antibiotik yang digunakan dalam kesehatan dan produksi hewan, menilai tantangan yang terkait dengan komersialisasi dan penggunaannya, serta memberikan rekomendasi untuk mendukung perkembangannya.
Presentasi ilmiah dan diskusi panel oleh para ahli dari negara-negara maju pada ATA 2019 meliputi enam bidang berikut:
1. Vaksin yang dapat mengurangi penggunaan antibiotik yang penting secara medis
2. Produk derivat-mikrobial, seperti probiotik dan produk gen bakteriofag
3. Fitokimia non-nutritif, termasuk prebiotik
4. Produk terkait imun, seperti antibodi, mikroba peptida dan sitokin
5. Obat inovatif, bahan kimia, dan enzim
6. Regulatory pathways untuk memungkinkan lisensi alternatif antibiotik dan insentif dari para pemangku kepentingan untuk mendukung perkembangan para peneliti.
Paparkan Produk Herbal Mediherba
ATA 2019 diikuti oleh 450 peserta, dihadiri perwakilan lebih dari 10 negara, seperti Denmark, Amerika Serikat, Belanda, China, Jepang, Thailand, Malaysia, UK, Korea, dll. Para peserta yang menghadiri Simposium berlatar belakang dari berbagai lembaga internasional dan Universitas seperti USDA, OIE, EMEA, TCEB, dll.
Medion terpilih menjadi salah satu peserta dari Indonesia yang menjadi pembicara bersama negara-negara maju lainnya. Diwakili oleh Elvina Jonas Jahja, selaku Direktur Animal Health Medion mempresentasikan produk herbal yang dikembangkan Medion.
Di awal presentasi, Elvina menjelaskan bahwa Medion bekerjasama dengan ITB dalam mengikuti simposium ini sebagai bentuk kontribusi akan isu global tersebut di bidang fitokimia. Selain itu, Elvina memperkenalkan Medion sebagai salah satu perusahaan yang sudah bersaing di kancah internasional sebagai perusahaan yang inovatif dan berkualitas. Sejauh ini Medion telah berhasil mengembangkan berbagai produk herbal seperti Ammotrol, Kumavit, Imustim, Gingertol, Fithera, Mastigrin, Respitoran, dan Heprofit, di bawah umbrella brand Mediherba.
Selanjutnya, Elvina memaparkan hasil uji in-vitro Fitokimia terhadap Escherichia coli dan Mycoplasma gallisepticum. Dalam pemaparannya dijelaskan mengenai proses skrining herbal dari proses awal hingga diperoleh 3 herbal terpilih secara in-vitro, yang nantinya dapat ditindaklanjuti menjadi produk komersil untuk mengatasi kolibasilosis, CRD (chronic respiratory disease), juga CRD kompleks. Harapannya, produk herbal Medion ini dapat digunakan sebagai salah satu jawaban atas tantangan pemerintah dan dunia terhadap alternatif antibiotik untuk kesehatan dan produksi hewan.
Dalam penyelenggaraan ATA 2019, Medion juga berhasil mendapatkan penghargaan sebagai poster terbaik mengalahkan nominasi 97 poster lainnya dari berbagai negara dan institusi internasional dengan judul Potency of Andrographis paniculata and Origanum vulgare Extracts in Poultry. Adv