Gelaran Indo Livestock 2019 di Grand City Convex Surabaya, yang diselenggarakan pada tanggal 3-5 Juli 2019 ini memang merupakan tempat berkumpulnya para peternak khususnya untuk wilayah Timur. Tak mau ketinggalan dalam memberikan edukasi bagi masyarakat, Medion memberikan paparan terkait situasi terkini seputar kesehatan ternak unggas di lapangan beserta solusi aplikatif yang dapat dilakukan oleh peternak. Mengusung materi seminar yang sangat relevan dengan kondisi lapangan, dalam 3 hari penyelenggaraan pameran, Medion memberikan beberapa materi seperti seputar ND dan penanganannya, Medion juga membawa sesuatu hal yang baru terkait pemanfaatan bahan alami untuk menjaga kesehatan ternak unggas.
Materi yang pertama yaitu tentang informasi terkini terkait dengan penyakit Newcastle Disease (ND) yang dibawakan oleh Cholil S.Pt. dan Maskon A.Md. selaku District Assistant Manager Medion Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim lapangan dari Medion dari sampel ayam yang terduga terkena ND pada tahun 2019, analisa yang dilakukan oleh Medion menemukan bahwa ND varian G7 ini berbeda dengan ND varian Lasota yang sebelumnya. “Hasil penelitian kami berdasarkan dari filogenetic tree, ND G7 dan Lasota itu jaraknya luas dan cukup jauh. Selain itu terdapat dua genotip G7 yang beredar di Indonesia, yaitu G7H dan G7A,” Jelas Cholil. Medion membuat terobosan baru dalam Vaksin Medivac generasi baru yang diklaim dapat meningkatkan antibodi ternak sesuai dengan virus yang ada di lapangan.

Natural growth promotor
Materi selanjutnya yaitu “Natural Growth Promotor” dibawakan oleh Ira Dewiyana Sambas S.Pt. untuk menjawab tantangan dunia yang saat ini sedang dihadapkan dengan isu Antimikrobial Resistence (AMR). Berdasarkan pemaparan dari Ira, organ yang sangat rentan untuk terserang berbagai macam penyakit adalah usus. Organ tersebut merupakan organ immunological utama pada ternak unggas. Oleh karena itu, sebelum adanya pelarangan Antibiotic Growth Promotor (AGP) pada awal tahun 2018 AGP dipakai untuk melindungi usus dari serangan mikroorganisme patogen. “Usus memiliki peranan yang sangat penting terhadap produktivitas unggas, yaitu dalam sistem pencernaan dengan menghasilkan enzim dan hormon pencernaan, kemudian juga berperan terhadap sistem penyerapan pakan yang pada akhirnya dikonversikan menjadi bobot badan,” ungkap Ira.
Baca Juga : Perdebatan Mengenai Data Produksi Unggas










