POULTRYINDONESIA, Jakarta – Para penerima beasiswa Charoen Pokphand Best Student Appreciation (CPBSA) Batch 4 menghadiri acara Meet & Greet di Hotel Holiday Inn Kemayoran, Sabtu (4/3). Acara ini merupakan ajang bagi para peserta untuk berbagi pengalaman magang sekaligus berkumpulnya kembali peserta CPBSA Batch 4 yang sempat tertunda untuk pemberangkatan saat awal tahun 2020 lalu.
Sebelumnya, telah terpilih sebanyak 24 mahasiswa yang berhasil melewati serangkaian tahapan untuk lolos sebagai penerima beasiswa CPBSA Batch 4. Mereka yang terpilih ini merupakan mahasiswa tingkat akhir dari beragam jurusan diantaranya peternakan, kedokteran hewan, agribisnis, teknologi pangan, teknik industri, teknik informatika, statistika, manajemen, serta mikrobiologi yang berasal dari 13 Universitas di tanah air antara lain; Universitas Andalas, Universitas Lampung, Institut Pertanian Bogor, Sekolah Vokasi – IPB, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Sebelas Maret, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Udayana serta Universitas Hasanuddin.
Dalam kesempatan tersebut Tjiu Thomas Effendy, selaku Presiden Direktur PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. hadir dalam acara untuk memberikan welcoming speech kepada para peserta. Dirinya berharap setelah peserta selesai mengikuti masa magang dan Meet & Greet ini dapat seutuhnya expert untuk terjun ke dunia kerja.
“Kami harap CPBSA ini dapat menciptakan sarjana yang siap bekerja sehingga menciptakan tenaga yang profesional yang diimbangi dengan penerapan teknologi yang baik sehingga industri ini menjadi lebih efisien”, ujar Thomas.
Baca Juga: ARPHUIN Sukses Gelar Munas I dan Pelantikan Pengurus Periode 2022-2026
Turut hadir Elen Setiadi, S.H., M.S.E. selaku Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakkan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang diundang secara khusus sebagai keynote speaker dan memberikan pembekalan dalam acara tersebut. Elen menyampaikan bahwa untuk menyongsong Indonesia emas Indonesia harus memiliki SDM yang unggul & kesiapan lapangan kerja.
“Kesiapan lapangan kerja saat ini terlihat dari generasi muda yang memiliki usia produktif sebagian besar di generasi Z dan Millenial, dimana mereka adalah anak anak muda yang notabene sudah siap bekerja. Namun, untuk menciptakan lapangan kerja sendiri bukanlah suatu persoalan yang mudah, dimana angka pengangguran lebih banyak daripada yang bekerja. Kita memiliki banyak usia produktif tetapi punya keterbatasan terhadap lapangan kerja, di sisi lain yang patut dikhawatirkan adalah dimana tingkat pendidikan tidak cukup terlalu kuat untuk melebihi dari apa yang seharusnya tersedia. Oleh karena itu harus ada sinkronasi regulasi yang mendukung penciptaan lapangan kerja,” ujar Elen.
Sementara itu, Brigitta Claudia, salah satu awardee CPBSA Batch 4 dari jurusan Mikrobiologi, Institut Teknologi Bandung mengungkapkan antuasiasmenya dengan kelanjutan program CPBSA Batch 4 yang sempat tertunda keberangkatannya.
“CPBSA ini adalah program magang yang paling benefit, dimana dengan CPBSA saya banyak mendapatkan pelajaran dan sesuatu hal yang baru, terutama karena saya ditempatkan di sehingga saya menjadi lebih tau RnD industrial seperti apa dan saya dapat mengambil impact nya secara nyata ketika lebih diperdalam dan discale up. Tantangan nya adalah perlu penyesuaian diri dan mempelajari lebih banyak hal khususnya mengenai kesehatan pencernaan ayam dan bagaimana peternakan ayam secara umum sehingga dapat membuat saya lebih termotivasi untuk explore banyak hal lagi,” ujar Claudia.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan piagam dan plakat oleh Tjiu Thomas Effendy kepada masing masing perwakilan perguruan tinggi negeri kemudian pesan kesan oleh dosen dan peserta lalu diakhiri dengan foto bersama seluruh pimpinan CPI, peserta, dosen dan panitia yang terlibat dalam CPBSA Batch 4 ini. Setelah kegiatan ini, nantinya para peserta akan terbang menyambangi negara Thailand pada tanggal 5 – 10 Maret 2023 guna mengikuti studi banding dan mengunjungi pameran peternakan internasional VIV Asia 2023.