Siapa yang tidak tahu penyakit Newcastle Disease (ND) atau tetelo? Setiap peternak atau siapapun yang bekerja di bidang ini pasti tahu penyakit ND. Tapi tahu kah semua bahwa penyakit ini ditemukan pertama kali di Buitenzorg (Bogor) pada tahun 1926, kemudian dibawa ke Newcastle Inggris pada tahun 1927 dan diberi nama Newcastle Disease. Penyakit ND disebut juga dengan Ranikhet, Pseudo Fowl Pest, dan Avian Pneumoencephalitis. Penyebab penyakit ND adalah virus Avian PMV-1 (Paramyxovirus).

Material genetik alias rantai genom NDV mempunyai panjang kira-kira 15,2 kb yang menyimpan kode-kode genetik (codon) 6 buah protein penting dari partikel virus ND yaitu Nucleocapsid protein (NP), Phosphoprotein (P), Matrix protein (M), Fusion protein (F), Hemagglutinin-neuraminidase (HN) dan Large RNA-directed RNA polymerase (L). F protein berfungsi untuk fusi virus ke dalam sel dan protein, inilah yang membedakan tingkat keganasan virus ND. HN protein berfungsi untuk perlekatan virus ke dalam sel, RNA ini yang nanti akan memperbanyak diri.
Siklus hidup virus Paramyxovirus dimulai dengan virus yang masuk lewat mukosa permukaan dan memperbanyak diri pada epitelium. Virus menyebar melalui pembuluh darah ke seluruh organ tubuh unggas. Kemudian memperbanyak diri di hati dan limpa, sehingga terjadi peningkatan jumlah virus dalam pembuluh darah. Virus memperbanyak diri di seluruh bagian organ sistem pernapasan, sistem pencernaan juga di organ saluran reproduksi. Pada kasus dengan strain yang sangat virulent akan menuju ke otak (CNS). Virus kemudian di keluarkan oleh ayam melalui kotoran dan udara (shedding).
Menurut tingkat keganasannya virus ND dikelompokkan berdasarkan kemampuannya merusak merusak otak Unggas Intracerebral Pathogenicity Index (ICPI). Berdaasar materi genetiknya, molekul ND dikelompokkan menjadi 2 kelas yaitu:
1. Kelas 1 : I – IX (unggas air diseluruh dunia) 2. Kelas 2 : I – XV (semua unggas)Upaya untuk menghindari penyakit ND hanya dengan melakukan vaksinasi. Keberhasilan vaksinasi harus memperhatikan hal-hal berikut: 1. Antibodi dari induk
2. Imunosupresi dari penyebab yang lain
3. Penanganan vaksinasi
4. Jadwal vaksin

Mekanisme sistem kekebalan
– CMI> Initial respon untuk NDV (Limpa, darah, GALT)
– Imunitas local IgA, IgM, IgY (Kelenjar Harderian, Saluran pernapasan atas, Intestin)
– Kekebalan Humoral VN IgY melawan F dan HN protein
– Kekebalan pasif Proteksi dari kekebalan induk
– Kekebalan Lokal dan Kekebalan Humoral Kunci Sukses Melawan Virus Nd
Apakah saat ini vaksin yang beredar mampu memproteksi ayam terhadap semua jenis genotip ND? Saat ini Boehringer Ingelheim memiliki vasksin inovasi dengan nama produk Avinew® Neo. Avinew® Neo adalah sediaan baru vaksin VG/GA-Avinew dalam bentuk tablet effervescent yang mengandung virus ND 106.5 EID50 yang sama dengan strain virus vaksin VG/GA-Avinew konvensional dalam sediaan kering beku (vial ). Vaksin ini memiliki karakteristik yang unik dibandinkan dengan vaksin Live lainnya, di antaranya:
- VG/GA avinew strain Lentogen yang bukan vaksin cloned sehingga mempunyai kekebalan yang luas
- Lebih stabil sehingga tidak bisa menjadi ganas
- Bereplikasi pada saluran percernaan dan saluran pernapasan
- Avirulent (tidak ganas) sehingga sangat aman digunakan sebagai vaksin
- Imunitas tinggi sehingga mampu mengatasi virus ND yang ada di lapangan
- Mempunyai kekebalan lokal dan sistemik
- PROTECTOTYPE à broad spectrum untuk semua jenis genotip ND
- Aplikasi mudah, bisa melalui tetes mata, spray atau pun lewat air minum
Produk Avinew® Neo dilakukan uji tantang menggunakan 130 ekor DOC petelur white-leghorn SPF (jantan dan betina campur) dan dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing 24 DOC (G01-G04, divaksin), dan 2 kelompok dengan masing-masing 12 ekor DOC (G05-G06) dan satu kelompok kontrol dengan 10 ekor anak ayam.
- Grup G01 “Avinew® Neo” (VG/GA-Avinew dalam sediaan tablet effervescent ‘eff-tab’) melalui rute tetes mata umur 1 hari dan umur 11 hari
- Grup G02 divaksinasi dengan VG/GA Avinew eff-tab
- Grup G03 divaksin dengan VG/GA Avinew eff-tab dan vaksin ND Killed (Gallimune®1 ND) umur 1 hari dan diulang pemberian VG/GA Avinew eff-tab umur 11 hari
- Grup G04 divaksin dengan VG/GA Avinew eff-tab dan vaksin ND Killed (Gallimune®1 ND)
- Grup G05 Kontrol tidak divaksin ditantang Virus ND Gen VIId
- Grup G06 Kontrol tidak divaksin dan tidak ditantang
Ke-6 kelompok ditantang dengan menggunakan virus lapang ND Malaysia strain virulen yang baru diisolasi (NDV/PRK/UP, genotipe grup VIId) dengan 0,1 ml per dosis per ayam dengan injeksi intra-muskular.
Tabel 1. Ringkasan protokol penelitian: jadwal vaksinasi dan uji tantang

Dari penelitian dihasilkan data bahwa dari 4 grup yang dilakukan vaksinasi tidak ada ayam yang mati dan semua ayam terproteksi dengan baik. Dan titer HA/HI yang dihasilkan cukup protektif.
Tabel 2. Kesimpulan uji tantang, tingkat proteksi dan titer HI

Grafik 1. Hemaglutinin Inhibitor Titer (HIT) mean Grups
Tidak adanya gejala klinis dan kematian pada kelompok G06 yang tidak divaksinasi dan tak ditantang menegaskan bahwa isolasi antar kelompok berjalan efektif dan tidak terjadi kontaminasi silang antarkelompok. Keamanan gabungan vaksinasi pada DOC dengan vaksin Avinew® Neo (VG/GA-Avinew eff.-tab) dan vaksin ND Killed dikonfirmasi dengan tidak munculnya penyakit yang terkait dengan vaksin atau tidak adanya kematian pada kelompok yang divaksinasi.
Di samping itu terdapat beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Avinew® Neo di antaranya memberikan rasa aman yang optimal untuk operator, meminimalkan risiko kesalahan saat persiapan vaksin. Mengurangi limbah hingga 10 kali lipat, mempersingkat waktu persiapan vaksin, mengurangi tempat penyimpanan dan ramah lingkungan karena kemasan telah mendapatkan sertifikat dari Forest Stewardship Council (FSC). Adv
Nomor Registrasi AVINEW NEO : KEMENTAN RI No. I. 19086015 VKM.










