POULTRYINDONESIA, Jakarta – Ayam kampung dianggap sebagai salah satu komoditas peternakan yang memiliki pangsa pasar tersendiri. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya cita rasa yang khas tersendiri sehingga menyebabkan masyarakat menjadikan ayam kampung sebagai salah satu primadona yang menghasilkan rasa yang lebih terasa dibandingkan ayam buras lainnya.
Kagama bersama dengan berbagai institusi melaksanakan kegiatan webinar yang bertajuk “Cuan dengan Budidaya Ayam Kampung” pada hari Sabtu, (23/04) secara daring melalui platform zoom. Kegiatan tersebut membahas tentang peluang yang menjanjikan dengan budidaya ayam kampung.
Baca juga : Meraup Untung dari Bisnis Budidaya Ayam Kampung
Menurut dr. Teguh Budi Wibowo, Pengusaha Unggas Budidaya Ayam Kampung menjelaskan bahwa beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan adalah faktor intern dan ekstern, seperti pemilihan ayam, kesehatan, dan lingkungan yang tepat. Menurutnya, ayam kampung memiliki karakteristik tersendiri sehingga menjadi primadona bagi masyarakat yang mengedepankan aspek rasa dalam mengonsumsi daging ayam.
“Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam bisnis ayam kampung adalah dengan memperhatikan faktor intern dan eksternya, seperti mulai dari pemilihan bibit, manajemen pemeliharaan, hingga aspek lingkungan yang baik untuk menjaga kesehatan dan performa ayam kampung,” ujarnya.
Selannjutnya berdasarkan pemaparan dari Ir. Joko Susilo, S.Pt., IPM, selaku Sekjen PB ISPI menjelaskan mengenai potensi pembibitan dan pemasaran ayam kampung. Ia menjelaskan bahwa angka konsumsi mengenai daging ayam kampung masih tergolong kecil. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa ayam kampung memiliki peluang pangsa pasar yang luas.
“Konsumsi daging ayam kampung masih tergolong kecil, sehingga hal tersebut menjadi peluang tersendiri bahwa ayam kampung masih memiliki pangsa pasar yang luas untuk dimasuki oleh pengusaha,” Jelasnya.
Ia mengemukakan bahwa budidaya ayam kampung tidak hanya dengan melaksanakan pemeliharaan secara konvensional, akan tetapi pangsa pasar dan ketersediaan bibit yang lancar juga harus diperhatikan sebelum menjalankan usaha ayam kampung.
“Dalam bisnis ayam kampung, yang perlu diperhatikan selain aspek pemeliharaan adalah dari segi pangsa pasar harus sudah ditetapkan. Selain itu, kelancaran dan manajemen bibit harus diperhatikan untuk menjaga perputaran bisnis agar dapat berjalan dengan baik.”
Analisis pasar sangat penting untuk dilakukan sebelum menjalankan usaha. Joko Menambahkan bahwa, struktur pasar yang ideal dari produk ayam kampung bisa dijalankan langsung kepada end costumer atau melalui kerjasama kemitraan dengan perusahaan Horeka atau perusahaan pengolahan daging ayam kampung.
“Pangsa pasar ayam kampung masih sangat luas, produk ayam kampung yang dihasilkan dapat langsung dijual kepada end costumer, atau bekerjasama dengan beberapa off taker pengolahan daging ayam kampung,” imbuhnya.
Rintania Elliyati Nuryaningsih, S.T., M.Eng, selaku pemilik Gudeg Manggar Luweng Sewu menjelaskan bahwa ia menjadi salah satu pengusaha yang menggunakan produk ayam kampung sebagai salah satu bahan dasar kulinernya. Ia juga menambahkan bahwa ayam kampung memiliki cita rasa yang lebih nikmat, selain itu ayam kampung juga tidak memberikan efek alergi yang tinggi bagi konsumen. Menurutnya, dengan cita rasa ayam kampung yang unik, membuatnya menjadi produk yang digandrungi konsumen