Rencana investasi 20 T untuk pengembangkan perunggasan nasional masih terus dimatangkan. Dengan kolaborasi dan implementasi yang tepat sasaran, program besar ini dapat menjadi momentum penting menuju perunggasan yang lebih baik.

Setelah resmi diumumkan pada awal November lalu, rencana investasi 20 T yang disiapkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan tengah dimatangkan pemerintah menjadi perhatian besar bagi seluruh stakeholders perunggasan nasional. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan perunggasan nasional ini menjadi bagian dari hilirisasi pangan nasional yang dipercepat. Upaya ini dilakukan guna menjamin ketersediaan daging ayam dan telur sebagai basis program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi seluruh lapisan masyarakat.

Amran menjelaskan, bahwa rencana investasi tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan struktur industri melalui pelibatan BUMN sebagai pengelola utama pabrik pakan dan DOC. Menurutnya, langkah ini dirancang agar BUMN dapat menjadi stabilisator harga sehingga peternak kecil tetap memperoleh keuntungan meskipun terjadi fluktuasi harga komoditas.

“BUMN akan bergerak di hulu, mulai dari grandparent stock, parent stock, hingga pembangunan RPHU, cold storage, dan olahan hasil ternak. Sementara yang di sektor budidaya atau on farm adalah peternak rakyat UMKM dan koperasi termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Skema ini akan menstabilkan harga pakan dan DOC yang selama ini fluktuatif dan kerap merugikan peternak kecil. Dan melalui mekanisme ini, harga pakan dan DOC diharapkan menjadi lebih terkendali sehingga peternak kecil terlindungi, sementara konsumen tidak terbebani oleh lonjakan harga” ujarnya dalam keterangan pers tertulis di Jakarta, Selasa (11/11).

Menurut Amran, mekanisme ini juga bertujuan untuk pemerataan fasilitas produksi dan distribusi di luar Pulau Jawa. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi ayam nasional hingga 1,1 juta ton dan telur 700 ribu ton per tahun, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja baru hingga jutaan orang di desa-desa dalam empat tahun ke depan. “Kita ingin agar peternak kecil tidak hanya bertahan, tapi naik kelas. Pemerintah hadir untuk membangun ekosistem, bukan untuk menggantikan peran mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa rencana pembangunan peternakan ayam tersebut masih dikaji secara menyeluruh dan nantinya akan diatur melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) antara kementerian dan lembaga terkait. Ia menyatakan bahwa Danantara, sebagai korporasi, akan melakukan kajian dengan cermat dan melaksanakan program tersebut sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Dony menegaskan bahwa pelaksanaan program akan dimulai setelah infrastruktur dan regulasi yang diperlukan ditetapkan bersama pemerintah.

“Investasi Rp20 T ini akan kami fokuskan pada pembangunan pembibitan modern, pabrik pakan, serta fasilitas distribusi bibit dan pakan yang terintegrasi dengan sistem logistik nasional, terutama di luar Pulau Jawa. Sementara untuk budidaya ayam pedaging dan ayam petelur, pelaksanaannya akan dilakukan oleh peternak rakyat di bawah naungan Koperasi Desa Merah Putih, dengan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang kami alokasikan sebesar Rp50 T. Skema ini diharapkan memperluas akses modal bagi peternak kecil agar mampu beroperasi lebih efisien,” ujarnya dalam keterngan pers yang sama.

Dalam diskusi publik Fraksi PKB di Kompleks Parlemen, Kamis (27/11), Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menjelaskan bahwa pemerintah bersama Danantara masih terus menyusun skema investasi untuk restrukturisasi industri perunggasan nasional. Ia menyampaikan bahwa rancangan skema tersebut masih dalam pembahasan dan bersifat sangat dinamis, karena pemerintah ingin menghimpun masukan dari berbagai pihak. Agung menegaskan bahwa proses pembahasan masih berlangsung dan belum mencapai tahap final.

Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Laporan Khusus pada majalah Poultry Indonesia edisi Desember 2025. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Desember 2025, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754  atau sirkulasipoultry@gmail.com