Kaum milenial menjadi pasar konsumen yang menggiurkan
Mengapa nyaris semua produk yang ditawarkan di masyarakat kini harus selalu mengacu kepada kaum milenial? Hal itu disebabkan kaum milenial adalah kaum yang akan mewarisi bangsa ini di masa mendatang, bahkan kini jumlahnya sangat dominan dan menjadi pasar konsumen yang menggiurkan.

Pada era globalisasi yang semakin nyata saat ini, kepemilikan dan penguasaan atas teknologi komunikasi dan informasi menjadi suatu keharusan yang tak lagi bisa ditawar lagi, tak terkecuali bagi pelaku bisnis perunggasan. Penyediaan sistem informasi bagi konsumen produk hasil unggas haruslah bersifat mudah, sederhana, ramah bagi pengguna, serta harga yang terjangkau.

Pada dasarnya, milenial adalah generasi yang secara cepat telah mengadopsi teknologi internet, sehingga kaum ini adalah generasi pertama yang mendapat sebutan sebagai generasi internet. Pada awalnya mereka tidak terlalu mengenal internet, sehingga dalam dunia digital kaum milenial ini sebenarnya adalah “imigran”. Adapun kaum generasi Gen Z lebih tinggi dalam penguasaan internet jika dibandingkan generasi sebelumnya, yang terutama didorong oleh penggunaan gadget. Sehingga generasi ini juga mendapat sebutan sebagai mobile generation. Dengan demikian, Gen Z adalah adik generasi milenial.
Baca Juga: Ketika Kaum Milenial Berbisnis Kuliner Daging Ayam
Dalam hal konsumsi suatu produk, Gen Z lebih kritis dan rasional dibandingkan konsumen milenial dan Gen X. Gen ini cenderung mencari informasi melalui internet sebelum melakukan pembelian produk, sehingga E-commerce menjadi mal baru bagi Gen Z. Bahkan sebuah lembaga riset telah mengemukakan hasil penelitianya yang menyimpulkan bahwa selama enam bulan terakhir mayoritas milenial dan Gen Z pernah membeli produk via e-commerce.
Kebiasaan lain yakni untuk bertamasya, 1 dari 3 Gen Z dan milenial melakukan liburan keluar kota tiap tahunnya. Perbedaan perilaku antartiga generasi tersebut juga cukup nyata ketika disimak bagaimana pola pengeluaran uangnya dalam satu bulan. Pengeluaran untuk telekomunikasi dan leisure ternyata semakin tinggi di usia muda, dan bahkan kaum Gen Z lebih dari 20% dari total pengeluarannya dalam satu bulan hanya untuk telekomunikasi dan leisure. Hal ini didorong perilaku konsumsi internet mereka lebih banyak untuk video streaming yang lebih boros paket data, juga kecenderungan kaum muda untuk jalan-jalan yang semakin tinggi.
Setelah mengetahui karakteristik dan demografi kaum muda milenial Indonesia, maka cara pandang dan strategi pemasaran produk perunggasan harus dijalankan dengan cara yang berbeda dibanding cara konvensional. Terlebih lagi, produk hasil unggas baik itu daging atau telur, serta produk hasil olahannya seperti sosis, bakso, nugget, karage, dan beragam olahan lain sangat prospektif dipasarkan ke kalangan milenial yang tentu sangat membutuhkan asupan protein hewani yang cukup, harga relatif terjangkau, serta praktis dalam cara mengonsumsinya. 
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Februari 2020 dengan judul “Memahami Perilaku Konsumen Milenial tentang Produk Hasil Unggas”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153