Pemeliharaan broiler dalam kandang closed house (sumber gambar: https://lombard.contentlive.co.uk/)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Perkembangan genetik ayam broiler yang semakin maju, memaksa peternak harus responsif terhadap pemeliharaan ayam broiler. Sejalan dengan perkembangan genetik ayam broiler yang semakin efisien, maka pemeliharaan ayam broiler dengan menggunakan sistem perkandangan closed house menjadi kebutuhan utama. Hal inilah yang menjadi dasar dari Sekolah Vokasi IPB untuk menyelenggarakan seminar yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom, Rabu (29/9).
Baca juga : CPI Kembali Hibahkan Kandang Closed House untuk Kemajuan Pendidikan
Mengusung tema “Learn How to Manage Closed House of Broiler Farm”, acara ini dihadiri oleh Ernst Beitler, M.Sc. selaku konsultan dan dosen AERES University of Applied Science, Ramadhana Dwi Putra Mandiri selaku Direktur PT Tri Satya Mandiri Tri Group, dan Karno selaku Area Head Production West Java PT Charoen Pokphand Indonesia.
Dalam penyampaiannya, Ernst Beitler menyampaikan bahwa perkembangan genetik ayam broiler dari tahun ke tahun mampu mencatatkan produktivitas yang positif. “Seleksi genetik ayam broiler yang dilakukan selama ini telah meningkatkan produktivitas ayam broiler. Pada Tahun 1960, untuk mencapai bobot hidup 1,3 kg membutuhkan masa pemeliharaan selama 84 hari, namun sekarang, dengan masa pemeliharaan 38 hari sudah mampu mencapai bobot hidup 2,5 kg. Maka dari itu, closed house merupakan solusi untuk peternak di Indonesia,” ujar Ernst.
Untuk mengatasi mahalnya biaya investasi untuk membangun kandang closed house, Ramadhana Dwi Putra Mandiri dalam paparannya, menyampaikan bahwa perlu dilakukan upaya integrasi horizontal oleh peternak dan inovasi mini closed house merupakan salah satu solusi dalam mengatasi mahalnya biaya kandang closed house.
“Berdasarkan kapasitasnya, kandang mini closed house memiliki keuntungan yakni lebih ekonomis dan beberapa keuntungan lainnya seperti single operator, dan singkatnya konstruksi bangunan yang hanya membutuhkan 2 bulan waktu pembangunan,” ucap Ramadhana.
Dalam kesempatan yang sama, Karno menyarankan kepada peternak dalam membangun kandang closed house harus memerlukan konsultasi terlebih dahulu guna tercapainya efisiensi biaya namun produktivitasnya tetap tercapai.