POULTRYINDONESIA, Sumedang – Bekerja sama dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI), Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Fapet Unpad) menggelar kuliah umum bertema “Outlook Perunggasan 2026” secara hybrid di Sumedang pada Rabu (8/4). Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilaksanakan seremoni penyerahan beasiswa CPI kepada mahasiswa Fapet Unpad.
Dalam sambutannya, Prof. Rahmat Hidayat selaku Dekan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Unpad) menekankan bahwa industri perunggasan merupakan sektor yang sangat kompleks. Menurutnya, produksi satu butir telur maupun satu kilogram daging ayam tidak terlepas dari berbagai faktor, baik dinamika domestik maupun global.
“Dunia peternakan tidak lagi dapat berdiri sendiri, melainkan sangat erat kaitannya dengan berbagai aspek global. Bahkan satu ekor ayam pun memiliki keterkaitan dengan proses globalisasi, mulai dari faktor produksi yang sebagian berasal dari impor, hingga kebijakan pemerintah dan aspek lingkungan yang turut memengaruhi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh komponen dalam sektor peternakan saling terhubung dan tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu, pemahaman yang utuh, menyeluruh, dan komprehensif terhadap kondisi terkini menjadi sangat penting. “Tanpa pengetahuan yang komprehensif, tentu akan sulit bagi kita untuk mengambil langkah yang tepat ke depan,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Rahmat juga menyampaikan apresiasi kepada mitra strategis, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI), atas pemberian beasiswa serta berbagai program kerja sama dalam mendukung pengembangan pendidikan dan sektor peternakan nasional.
Mewakili CPI, Andi Magdalena Siadari, S.H., M.H., selaku Sekretaris Jenderal Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI), berpesan agar para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Ia menegaskan bahwa ke depan tantangan akan semakin besar dan tidak ada lagi ruang untuk bersikap santai.
“Jangan berleha-leha, karena tantangan yang akan dihadapi menuntut keseriusan, kedisiplinan, dan komitmen yang tinggi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para penerima beasiswa untuk menghargai proses yang telah dilalui. Dimana sekitar 20 mahasiswa Fapet Unpad menerima beasiswa tersebut. “Tolong jadikan ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan prestasi akademik maupun pengembangan diri selama menempuh pendidikan di Universitas Padjadjaran,” tambahnya.
Sementara itu, drh. Bambang Sutrasno selaku Regional Head Sumatera sekaligus narasumber utama dalam kuliah umum tersebut menyampaikan bahwa industri perunggasan nasional saat ini berada dalam dinamika yang cukup kompleks. Di satu sisi, sektor ini memiliki potensi besar untuk tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan protein hewani, namun di sisi lain berbagai tantangan struktural masih membayangi.
“Periode 2026–2027 diperkirakan menjadi fase krusial bagi industri perunggasan nasional. Jika kondisi global membaik dan kebijakan domestik lebih adaptif dengan implementasi yang tepat sasaran, maka perunggasan masih memiliki peluang untuk pulih dan tumbuh,” jelasnya.
Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa apabila berbagai tantangan tidak segera diatasi, tekanan terhadap industri dapat semakin berat. “Sebaliknya, jika tantangan tidak tertangani, industri ini berpotensi menghadapi guncangan yang lebih besar,” pungkasnya.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia