Indo Livestock 2022 Expo & Forum akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 6 - 8 Juli 2022.
Indo Livestock 2022 Expo & Forum akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 6 - 8 Juli 2022.
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Setelah sempat vakum selama 2 tahun lebih, pameran dan forum internasional industri peternakan, pertanian, pakan ternak, pengolahan susu, kesehatan hewan, alat-alat kedokteran hewan, dan perikanan yang ke-15, Indo Livestock 2022 Expo & Forum akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 6 – 8 Juli 2022. Indo Livestock akan digelar bersamaan dengan Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet dan Indo Fisheries 2022 Expo & Forum.
Dalam sebuah press conference Indo Livestock 2022, yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (4/7), Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Tri Melasari S.Pt, M.Si menyampaikan bahwa pameran Indo Livestock tahun ini terasa sangat istimewa, karena kegiatan pameran internasional ini bisa kembali hadir setelah 2 tahun terhenti akibat pandemi Covid-19.
Pameran ini merupakan sebuah platform yang tepat bagi para profesional maupun pemangku kepentingan untuk saling bertukar informasi, melihat perkembangan teknologi terkini, serta ditambah dengan adanya seminar/forum internasional dapat menjadi sebuah rangkaian acara yang solutif.
Baca Juga: Kemeriahan Kontes Ayam Ketawa Kabupaten Bogor
“Untuk itu Kementan sangat mendukung pelaksanaan kegiatan Indo Livestock 2022. Kami juga mengajak Bapak/Ibu untuk melihat berbagai macam produksi peternakan dan kesehatan hewan berstandar internasional yang telah berhasil ekspor seperti sarang burung walet, madu, makanan olahan, vaksin dan obat hewan ke lebih dari 98 negara, dalam booth Paviliun Ekspor Peternakan dan Kesehatan Hewan. Paviliun ini diharapkan dapat menjadi model percontohan yang dapat memotivasi perusahaan dalam negeri lainnya untuk bisa melakukan ekspor,” jelasnya.
Selain pameran internasional, terdapat beberapa seminar, forum hingga konferensi bertaraf nasional dan internasional yang juga siap diselenggarakan pada gelaran Indo Livestock tahun ini. Salah satunya adalah seminar internasional bertema “Percepatan Inklusi Keuangan bagi Petani, Peternak, dan Nelayan”. Kegiatan seminar internasional tersebut merupakan inisiasi dari Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif bersama dengan beberapa Kementerian/Lembaga anggota DNKI diantaranya: Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian BUMN; serta BUMN/BUMD dan asosiasi di sektor agrikultur.
Dr. Erdiriyo, S. E., M.M. selaku Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa forum ini sangatlah strategis, karena sektor agrikultur merupakan salah satu sektor terbesar penopang pertumbuhan ekonomi. Namun, besarnya kontribusi dan peran sektor agrikultur terhadap perekonomian nasional belum sejalan dengan tingkat kesejahteraan para petani, peternak, dan nelayan.
“Presiden RI selaku Ketua DNKI menargetkan tingkat inklusi keuangan sebesar 90%
pada tahun 2024. Kami optimis dengan target dari Presiden dan Pemerintah akan terus gencar
melakukan berbagai inisiatif program keuangan inklusif pada semua kelompok masyarakat sebagai salah satu pilar dalam strategi pertumbuhan dan pemulihan ekonomi nasional, dengan cara meningkatkan transfer of knowledge dan teknologi, pendampingan kemitraan, hingga pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR),” tegasnya.
Resonansi semangat juga disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Muladno MSA. IPU, Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3-IPB). Dirinya menjelaskan bahwa satu acara baru dibuat dalam Indo Livestock yaitu seminar berseri dengan judul “Sustainably Integrated Animal Industry Forum”. Hal ini merupakan sebuah hal yang sangat bagus, dan diharapkan dapat berjalan secara berkesinambungan. Seminar ini juga merupakan bentuk kolaborasi antara semua pemangku kepentingan di peternakan.
“Acara seminar berseri ini dapat memberikan gambaran secara seimbang dan tidak hanya dari satu pihak semata. Hal ini merupakan sebuah hal yang strategis. Selain itu, seminar ini bukan hanya dilaksanakan sekali penyelenggaraan semata, namun akan berlanjut, mungkin sekitar 1 tahun 4 kali hingga acara Indo Livestock kedepan. Saya juga berharap seminar berseri ini dapat memberikan dampak nyata kedepannya. Selanjutnya, harapannya dengan adanya seminar berseri ini juga akan membuat asosiasi-asosiasi peternakan lebih mengerucut, sehingga aspirasi tidak terlalu melebar namun berbobot. Saya meminta dukungan dari semua pihak, agar kerjasama pentahelix ini bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, drh. Bonifasius Suli Teruli selaku Ketua III, Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) mengungkapkan bahwa Indo Livestock merupakan sebuah media belajar yang sangat baik, dimana banyak stake holder yang turut hadir di dalamnya. Dalam gelaran Indo Livestock tahun ini pun, PDHI turut melaksanakan Konferensi Ilmiah Veteriner Nasional (KIVNAS) Ke 17.
“Kami bergembira dan terima kasih atas dukungan dan kerjasamanya, sehingga apa yang kita harapkan yaitu kesehatan hewan dan keamanan pangan kita bisa terwujud. Mudah-mudahan dapat menjadi sebuah kebaikan bagi seluruh makhluk,” harap Suli.
Masih dalam acara yang sama, Managing Director PT Napindo Media Ashatama, Arya Seta Wiriadipura mengatakan bahwa Indo Livestock 2022 Expo & Forum merupakan pameran B2B internasional yang pertama kali diselenggarakan di masa pandemi. Antusiasme dari para penggiat dan profesional di industri peternakan, pertanian, dan perikanan begitu terasa di penyelenggaraan pameran tahun ini.
“Rasanya rindu sekali setelah vakum 2 tahun karena pandemi, kami mengucap rasa syukur Indo Livestock akhirnya bisa diselenggarakan kembali di tahun ini. Melalui pameran ini pula, kami berharap dunia peternakan lebih berkembang dan maju juga mampu mendorong perekonomian Tanah Air untuk bangkit lagi,” ujar Arya.
Arya menambahkan Indo Livestock 2022 Expo & Forum telah menjadi platform yang tepat bagi profesional maupun para pemangku kepentingan untuk saling bertukar informasi dan teknologi serta tren perkembangan terkini, dimana masing-masing sektor akan menampilkan berbagai inovasi mencakup peralatan pertanian, peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, obat hewan, alat-alat kedokteran hewan, produk ekspor, dan digitalisasi dari hulu ke hilir.