POULTRYINDONESIA, Makassar – Sebagian besarmasyarakat di zaman modern ini masih mengalami kekurangan asupan vitamin D yang berakibat pada kondisi pertumbuhan. Namun hal ini dapat diatasi dengan mengonsumsi pangandengan kandungan vitamin D yang tinggi, salah satunya adalah telur ayam. Lebih lanjut, hal ini dibahas dalam Kuliah Umum Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin Makassar dengan tema “Rekayasa Pakan Fungsional Untuk Telur Yang Diperkaya Vitamin D”.
“Vitamin D memiliki peran yang vital dalam tubuh manusia, yaitu untuk mengontrol dan menyerap kelebihan kalsium dalam tulang dan ginjal, serta mampu menekan pertumbuhan sel kanker,” jelas Dr. (CAND.) IR. Raymundus Genty Laras, CSP, CPM, CDC, S. Pt., IPM, ASEAN ENG., M. Si. pada kuliah umum yang digelar secara daring, via aplikasi Zoom, Sabtu (15/10).
Menurutnya vitamin D pada telur standar sebesar 20-60 IU,sedangkan pada enriched egg sebesar 270-400 IU, perbedaannya bisa mencapai 10 kali lipat. Ia menambahkan bahwa telur ayam yang diperkaya vitamin D dapat memenuhi kebutuhan vitamin D harian pada manusia. Hal tersebut dikarenakan telur merupakan bahan pangan yang cukup mudah didapatkan dengan harga yang terjangkau dan nilai gizi yang tinggi, apalagi jika dilakukan peningkatan mutu telur untuk memperkaya kandungan vitamin D.
Baca Juga: Pabrik Pengolahan Tepung Telur Segera Dibangun di Blitar
Metode peningkatan kandungan vitamin D pada telur ayam menurut Raymundus dapat dilakukan dengan penambahan feed additive. Penerapannya dapat ditambahkan pada formulasi pakan ataupun melalui air minum ayam petelur. Metode penambahan nutrien dalam tubuh ternak dapat melalui media gas, cair, dan padatan. Tetapi yang paling aman adalah menggunakan media cair melalui air minum dan padat melalui pakan dengan konsentrasi yang sudah disesuaikan.
“Konsumsi telur yang kaya akan vitamin D, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan harian dengan disertai berbagai manfaat vitamin D pada tubuh manusia. Pengolahan telur yang direkomendasikan adalah dengan dikukus atau direbus dan dipastikan bahwa putih telur dalam kondisi matang dan kuning telur dalam kondisi mentah atau jangan sampai matang,” pungkas Raymundus.