Industri unggas memasuki era baru, bukan hanya soal berapa banyak ayam diproduksi, tetapi bagaimana setiap ayam dipelihara, dipanen, dan diantarkan ke meja konsumen.

Industri perunggasan dunia tengah berada dalam fase penentu, ketika tuntutan produksi tinggi bersanding dengan kebutuhan untuk membaca perubahan nilai sosial, sains, dan teknologi. Di tengah proyeksi kebutuhan pangan global yang terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dunia hingga lebih dari sembilan miliar jiwa, ayam dan telur menjadi pilihan paling efisien dalam menyediakan protein hewani. Siklus hidup pendek, konversi pakan yang impresif, serta fleksibilitas sistem budidaya menempatkan unggas sebagai tulang punggung ketahanan pangan masa depan. Namun keunggulan tersebut kini harus dijalankan dengan narasi yang lebih luas: bukan sekadar berapa banyak yang diproduksi, melainkan bagaimana proses produksi terjadi dari awal hingga sampai ke meja makan konsumen.

Transformasi perilaku konsumsi menjadi titik awal perubahan besar. Masyarakat global menunjukkan kecenderungan baru setelah pandemi kembali memasak di rumah, mengenali bahan segar, dan menempatkan kualitas di atas kuantitas. Saat teknologi dapur seperti air fryer dan smart cooker merajalela, pilihan protein menjadi lebih beragam dan personal. Konsumen tidak sekadar mencari ayam yang enak dan ekonomis, tetapi juga ingin memastikan bahwa ayam tersebut berasal dari sistem produksi yang memperhatikan kesejahteraan hewan, keamanan pangan, hingga jejak lingkungan. Cerita yang menyertai produk menjadi bagian dari rasa itu sendiri, dan industri dituntut menjawab dengan transparansi serta inovasi.

Dalam konteks keberlanjutan, unggas berada di posisi yang relatif menguntungkan dibandingkan komoditas hewani lain. Efisiensi biologis memberi keunggulan dalam penggunaan pakan, lahan, dan air, sehingga kontribusi gas rumah kaca lebih rendah. Namun keberlanjutan tidak berhenti pada efisiensi. Masyarakat kini menilai bagaimana ayam diperlakukan, bagaimana peternak menjaga keseimbangan lingkungan, dan bagaimana perusahaan memperlakukan tenaga kerja. Sistem bebas sangkar menjadi salah satu simbol tuntutan itu di tingkat global, meskipun tidak tanpa konsekuensi operasional seperti tingginya debu, amonia, dan tantangan manajemen perilaku ayam. Industri pun mengikuti, bukan semata untuk memenuhi permintaan pasar, tetapi juga untuk menjaga legitimasi ekonomi dalam jangka panjang.

Di sisi genetik, kemajuan terjadi dalam senyap tetapi menghasilkan perubahan luar biasa. Seleksi yang dahulu hanya berbasis penampilan kini memanfaatkan genomik dan kecerdasan buatan untuk memprediksi performa, ketahanan penyakit, hingga karakter kesejahteraan. Bobot panen broiler, produksi telur layer, rasio konversi pakan semuanya melonjak dalam beberapa dekade terakhir berkat pemuliaan yang presisi. Saat ini, fokus berkembang ke arah ketahanan kaki, temperamen, kualitas cangkang, dan daya adaptasi di berbagai sistem kandang. Data menjadi bahan bakar utama, dan unggas modern lahir dari perpaduan pemahaman genetik yang kompleks dengan kebutuhan pasar yang cepat berubah.

Teknologi presisi kemudian menjadi perpanjangan sistem biologis tersebut. Di dalam kandang-kandang modern, kamera dan sensor mulai mengambil alih fungsi mata dan telinga manusia dalam mengamati ribuan ekor ayam sekaligus. Pola lantai, distribusi makan dan minum, intensitas aktivitas, bahkan langkah kaki ayam kini bisa dianalisis secara otomatis untuk mendeteksi potensi stres atau penyakit lebih awal. Kecerdasan buatan mengubah data visual menjadi indikator kesehatan dan kesejahteraan. Sistem pemindaian bergerak yang dirancang melintas di atas lantai kandang bahkan tengah dikembangkan untuk melakukan pemantauan real-time terhadap kondisi setiap individu. Dengan demikian, intervensi dapat dilakukan lebih cepat, lebih tepat, dan lebih berkelanjutan

Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Internasional pada majalah Poultry Indonesia edisi November 2025. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi November 2025, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754  atau sirkulasipoultry@gmail.com