POULTRYINDONESIA, Bekasi – Sumber daya manusia yang berkualitas sangat dibutuhkan dalam setiap aspek kehidupan masyarakat, tak terkecuali di bidang budi daya komoditas peternakan. Apalagi saat ini, berbagai macam upaya melalui riset dan pengembangan secara berkelanjutan, telah mendorong produksi ternak ke tingkat lanjut yang membuat kegiatan budi daya semakin efisien.
Akan tetapi, tentu harus didukung dengan sumber daya manusia yang kompeten untuk bisa mengeluarkan performa terbaik dari ternak. Maka dari itu, Sekolah Vokasi (SV) IPB bekerjasama dengan Maastricht School of Management dan Aeres University of Applied Sciences membuat sebuah program bernama SAS21 (SMK Ayam dan Sapi 2019-2021) untuk memberikan sebuah terobosan agar dapat mencetak lulusan SMK yang memiliki kualifikasi teknis sesuai dengan yang dibutuhkan oleh industri peternakan.
Dalam acara Closing Ceremony proyek SAS21 yang digelar di Hotel Ciputra Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, Kamis, (23/6), Prof. Arief daryanto selaku dekan SV IPB menjelaskan bahwa program SAS21 merupakan sebuah aksi kolaborasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas siswa dari sekolah vokasi.
Baca Juga: Beternak Menjadi Mudah dengan Terapkan Closed House dan IoT
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas dari siswa siswi SMK yang ada di Indonesia, harapannya agar lulusan dari sekolah vokasi memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh para peternak di lapangan, maka dari itu kami melakukan kerjasama dengan Maastricht School Of Management dan Aeres University,” ujar Arief Daryanto.
Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Dr. Beny Bandanadjadja, yang dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan dari pendidikan vokasional adalah untuk mencetak lulusan yang siap bekerja sekaligus cocok dengan kebutuhan dari industri. Harapannya, ketika para siswa dan siswi lulus dari sekolah, bisa langsung terserap oleh industri.
“Dengan adanya sekolah vokasi, para siswa bisa cepat terserap oleh industri, maka dari itu kita bersama-sama harus bisa merancang sebuah sistem vokasi yang bisa mendukung industri agar tercipta sebuah keterkaitan antara satu dengan yang lain,” ucap Beny.
Turut hadir pula dalam acara tersebut Prof. Dodik Ridho Nurrochmat selaku Wakil Rektor bidang Hubungan Internasional, Kerjasama, dan Hubungan Alumni, mengatakan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi sebuah jawaban bagi institusi pendidikan dan industri dalam rangka memenuhi kebutuhan industri terkait dengan SDM.
“Semoga program ini bisa menjadi sebuah solusi untuk tenaga kerja berbasis kebutuhan industri, yang juga tersertifikasi,” ujar Dodik.
Menyukai ini:
Suka Memuat...