POULTRY INDONESIA, Jakarta – Asian Animal Health Association (AAHA) terus memperkuat perannya sebagai organisasi regional yang mendorong kesehatan dan kesejahteraan hewan di seluruh Asia, termasuk Indonesia.
Dalam wawancara eksklusif, Wendy Wu, Presiden AAHA sekaligus Managing Director untuk Asia Tenggara di Phibro Animal Health Corporation, menjelaskan bahwa AAHA telah berdiri selama lebih dari dua dekade dengan misi utama untuk mendorong perdagangan yang adil, akses pasar, serta memperkenalkan teknologi dan produk kesehatan hewan yang inovatif dan berkelanjutan ke negara-negara Asia.
“Kami hadir untuk memperkenalkan teknologi dan produk kesehatan hewan ke negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Inilah alasan utama keberadaan asosiasi ini—untuk menyatukan kepentingan bersama dan mendukung keberlanjutan industri di masa depan,” ujar Wendy.
Saat ini, AAHA memprioritaskan dua area utama: munculnya dan kemunculan kembali penyakit lintas batas yang secara langsung berdampak pada produksi dan pasokan unggas, serta berbagi praktik terbaik dan kebijakan yang mempengaruhi arah industri kesehatan hewan di Asia. Menurut Wendy, AAHA berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan industri lokal guna memperkuat pertukaran informasi dan pengetahuan tentang pencegahan dan pengendalian penyakit.
“Edukasi adalah salah satu kegiatan utama kami. Kami secara aktif menjangkau berbagai kalangan melalui seminar, pelatihan laboratorium, dan pengenalan metode diagnostik terbaru. Upaya berbagi pengetahuan ini ditujukan kepada berbagai pemangku kepentingan mulai dari produsen unggas, dokter hewan, hingga lembaga pemerintah dan dilaksanakan di tingkat nasional maupun regional, satu hingga dua kali dalam setahun,” tambahnya.
Wendy meyakini bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi produsen unggas yang kuat. Dengan populasi yang terus tumbuh dan dukungan pemerintah yang kuat terhadap ekspor, peningkatan kualitas produksi nasional menjadi hal penting agar dapat memenuhi standar internasional.
“Saya melihat bahwa pemerintah Indonesia mendukung ekspor unggas. Untuk dapat bersaing secara global, kualitas dan kapasitas produksi harus ditingkatkan. Kami memiliki banyak pengalaman dari negara lain, seperti Thailand, yang bisa kami bagikan untuk membantu Indonesia mencapai standar ekspor yang lebih tinggi. AAHA dapat berperan dalam transformasi ini dengan mendorong keselarasan kebijakan internasional dan adopsi praktik terbaik dari negara lain,” jelas Wendy.
Lebih lanjut, AAHA juga secara aktif mendorong kolaborasi yang lebih erat antara sektor publik dan swasta. Asosiasi ini tengah memperkuat komunikasi dengan asosiasi lokal dan terlibat dalam dialog dengan kementerian serta otoritas terkait.
“Kami tidak hadir untuk memasarkan teknologi kami atau menuntut perubahan kebijakan. Kami hanya ingin menciptakan ruang untuk diskusi terbuka dan berbagi pengetahuan, termasuk melalui media sosial. Sementara perusahaan anggota kami aktif berinteraksi langsung dengan pelanggan, fokus utama AAHA saat ini adalah membangun kemitraan yang lebih kuat dengan sektor publik,” tegasnya.