POULTRYINDONESIA, Yogyakarta – Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Ke VI di Yogyakarta, Sabtu (10/8). Dalam forum ini, dibahas beberapa agenda, antara lain laporan pertanggungan dewan pengurus pusat, pembahasan dan pengesahan AD/ART, pembahasan dan pengesahan program kerja nasional serta pemilihan ketua umum, ketua dewan pembina, ketua dewan pengawas serta penetapan formasi.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Munas Pinsar VI, Ricky Bangsaratoe mengungkapkan bahwa perjuangan rekan-rekan peternak harus terus berlanjut, berestafet menuju tujuan mulia. Serta tidak hanya memperjuangkan usaha sebagai peternak, namun juga untuk melayani kebutuhan masyarakat dan kejayaan bangsa dan negara kita.

“Kita harus bersyukur atas karunia Tuhan YME, bahwasanya semangat perjuangan Pinsar hingga detik ini terus hidup membela kepentingan peternak mandiri. Kehadiran bapak ibu sekalian di tempat ini, menjadi simbol semangat tersebut. Semoga acara ini bisa berlangsung dengan lancar dan sukses. Dari para peserta muncul ide dan program yang membumi, untuk keberlangsungan usaha peternak, melayani kebutuhan masyarakat dan memajukan Indonesia menuju Indonesia Emas di 2045,” ujarnya.
Sementara itu, Eddy Wahyudin selaku Ketua Steering Committtee Munas VI Pinsar Indonesia dalam menyebutkan bahwa perhelatan Munas VI ini menandai sehatnya suatu organisasi. Dimana mekanisme organisasi yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, untuk setiap 5 tahun sekali menyelenggarakan munas dapat diwujudkan.
“Munas dimaksudkan untuk meneguhkan kembali komitmen Pinsar Indonesia dalam memperjuangkan aspirasi dan harapan peternak rakyat berdaulat di negerinya sendiri. Mengevaluasi kinerja yang selama 5 tahun terakhir di dalam mewujudkan keadilan berusaha dan kesejahteraan bagi peternakan rakyat dan menampakkan wajah baru dalam menggabungkan Pinsar Indonesia dimasa masa yang akan datang,”
Selain itu, dirinya melihat munas VI Pinsar Indonesia menandai era digitalisasi di industri perunggasan yang sarat teknologi dan sedikit demi sedikit meninggalkan era manual kepada peserta Munas VI yang berasal dan mewakili peternak di 27 Provinsi di Indonesia. “Diharapkan menyumbangkan pemikiran yang cemerlang demi kemajuan perunggasan dan menjadi kontribusi nyata bagi penyediaan protein hewani asal unggas untuk kecerdasan bangsa,” imbuhnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Singgih Januratmoko selaku Ketua Umum Pinsar Indonesia melihat bahwa munas Pinsar Indonesia ke VI ini menjadi momentum sangat penting bagi dunia dan industri perunggasan nasional. Hal ini karena tahun ini bertepatan dengan masa pergantian dari pemerintahan baru yang mengusung program minum susu dan makan bergizi gratis bagi siswa sekolah dari SD hingga SMA.
“Kita tahu, satu dekade terakhir, menjadi masa kelam perunggasan kita, khususnya peternak yang bergerak di bidang budidaya broiler. Problem oversuplai yang selama ini terjadi, seakan tidak berujung, sehingga banyak sudah menenggelamkan usaha/bisnis peternak broiler Permintaan atau konsumsi daging ayam Masyarakat kita, tumbuh jauh di bawah kemampuan produksi ayam broiler atau dagingnya. Karena hal inilah, Munas ini menjadi sangat strategis bagi Pinsar Indonesia untuk mempersiapkan diri berkonribusi mensukseskan Program Pemerintah tersebut,”
Dirinya berharap, semoga munas kali ini menjadi momen bagi peternak untuk membangkitkan kembali kejayaan peternak mandiri yang berdaulat di negeri sendiri. “Untuk itu, mohon kepada para peserta, untuk memberikan sumbangsih baik ide dan atau pemikirannya untuk program Pinsar Indonesia lima tahun mendatang. Sehingga keberadaan organisasi Pinsar bisa memberikan manfaat nyata bagi anggota, masyarakat, bangsa dan negara.” tegasnya.