Newcatle Disease (ND) merupakan suatu penyakit pernapasan dan sistemik
yang bersifat akut dan mudah sekali menular, yang disebabkan oleh virus dan menyerang berbagai jenis unggas terutama ayam.
ND disebabkan oleh virus yang tergolong genus Avian Paramyxovirus dan famili Parammyxoviridae, yakni merupakan virus RNA yang mempunyai genom single stranded (SS). Ayam yang terserang penyakit imunosupresif dan mempunyai titer antibodi yang rendah terhadap virus ND biasanya mempunyai risiko yang tinggi untuk terserang ND. Seiring dengan berkembangnya teknologi, dibutuhkan solusi terkini untuk melawan penyakit ND ini.
Sebagai perusahaan yang inovatif dan memiliki pengalaman mumpuni dalam menangani kasus penyakit Newcastle Disease, PT Ceva Animal Health Indonesia menggelar seminar CHICK DAY 2021 dengan tema “Recipe for Success: Indonesia’s Real Case and Value” di Bogor, Jawa Barat, Rabu (31/3).
Setelah tahun lalu tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan seminar, kali ini Ceva menyelenggarakannya secara hybrid. Yaitu dalam bentuk seminar luring dengan undangan terbatas dan menerapkan protokol kesehatan ketat. Sementara untuk daring ditayangkan melalui aplikasi Zoom dan YouTube Channel Ceva Animal Health Indonesia.
Menurut Edy Purwoko selaku Country Manager PT Ceva Animal Health Indonesia, mengatakan bahwa saat ini sebetulnya vaksin ND jenis killed bukan merupakan solusi yang tepat karena pemberian vaksin killed ke anak ayam akan terhalang oleh maternal antibodi dari induk.
Semua sudah sama-sama tahu dan sadar bahwa vaksin ND killed sebenarnya bukan solusi yang baik khususnya bagi Indonesia. Hal itu bukan karena kualitas maupun genetic matching, tetapi karena induk ayam di Indonesia divaksin ND secara berulang untuk mendapatkan super immunized antibody terhadap ND yang bertujuan agar anak ayam yang menetas memiliki maternal antibodi yang tinggi.
Akan tetapi, Edy menjelaskan bahwa untuk mengatasi permasalahan tersebut pihaknya sudah memiliki langkah khusus agar vaksinasi yang diberikan kepada DOC bisa langsung menggertak antibodi, tanpa harus terhalang oleh maternal antibodi.
“Anak ayam yang menetas itu pasti memiliki maternal antibodi yang tinggi. Hal itu merupakan efek dari pemberian vaksin live maupun vaksin killed sehingga kekebalan akan tertunda. Oleh karena itu, vaksin yang kami persiapkan kali ini tidak akan terganggu dengan keadaan ada atau tidaknya maternal antibodi terhadap ND yaitu vaksin dalam bentuk vektor,” jelasnya.
Sementara itu menurut Tony Unandar selaku Private Poultry Consultant, pelaku di bidang budi daya ayam ras harus mengetahui sifat-sifat dari virus jika ingin terbebas dari serangan virus tersebut. Walaupun teknologi di bidang budi daya dan vaksin yang diproduksi sudah semakin canggih, akan percuma jika para pelaku tidak paham dengan siklus hidup dari virus tersebut.
“Kalau kita lihat dengan saksama, virus itu ukuran partikelnya sekitar 107 dan harus kita sadari bahwa virus bukan makhluk hidup ketika berada di luar tubuh induk semang. Maka virus dikatakan partikel dan sifatnya parasit obligat karena tidak mampu melakukan metabolisme sendiri dan sangat bergantung pada induk semang,” kata Tony.
Kunci dari pencegahan serangan virus, tidak hanya ND namun berbagai macam virus lainnya adalah pada saat pembersihan kosong kandang. Tony menambahkan jika pada saat persiapan kandang pembersihan yang dilakukan itu belum sempuna, masih ada sisa- sisa kotoran atau percikan lendir dari ayam yang sebelumnya, maka virus tersebut akan lebih tahan di lapangan tanpa kerusakan.
“Ketika memasuki periode baru ayam memasuki kandang, virus akan tetap bertahan di lapangan dan sangat berpotensi untuk mendapatkan induk semang yang baru, di tambah lagi jika model pemeliharaan di peternakan itu menggunakan multi age system,” imbuhnya.
Masih kata Tony, virus ND sangat tahan dengan kondisi lingkungan yang temperatur maupun kelembapannya tinggi. Virus ND bisa menular ke ayam yang sehat melalui partikel percikan batuk, debu kotoran ayam, dan beterbangan ke lingkungan kandang. Maka dari itu, jika partikel virus terhirup oleh ayam yang sehat maka ayam tersebut akan terinfeksi oleh virus ND. Sementara jika dilihat dari sifatnya, virus ND bisa dibilang virus yang sifatnya airborne disease atau bisa menular melalui udara.
Lebih lanjut, pada penyakit virus apalagi yang ditularkan melalui udara, keterpaparan virus lapangan itu tidak bisa dihindari, sehingga yang bisa dilakukan adalah dengan mengatasi paparan supaya tidak berlanjut ke tingkat yang selanjutnya. Cara pencegahannya yaitu mengurangi total inokulum dengan menjaga kepadatan kandang, ventilasi untuk menjaga kualitas udara, sanitasi yang ketat dalam kandang, dan tidak kalah penting adalah vaksinasi.
“Vaksinansi diperlukan karena kita tidak bisa berharap semua populasi ayam di kandang memiliki kekebalan yang sama dalam melawan ND, maka sangat dibutuhkan satu vaksin yang mampu meminimalkan terjadinya shedding,” ujarnya.
Vectormune® ND , perlindungan terbaik untuk cegah ND
Newcatle Disease (ND) masih menjadi penyakit yang sering ditemukan di peternakan, bahkan
kerugian ekonomi yang ditimbulkan juga terbilang besar. Menurut Ayatullah M Natsir selaku Poultry Business Unit Manager PT Ceva Animal Health Indonesia menjelaskan bahwa variasi kematian bisa sangat signifikan jika membandingkan antarpeternakan, bahkan menurut pantauan tim Ceva dari kematian 1-100% pada ayam pernah ditemukan.
“Pada periode monitoring Agustus 2018 –Januari 2020, dengan parameter yang digunakan adalah gejala klinis, hasil PCR, dan titer di masa panen. Jika titer lebih tinggi dari yang diharapkan, maka kemungkinan infeksi ND cukup besar. Dampaknya bobot badan berkurang 4 gram per ekor, FCR bertambah 0,084 poin, dan kematian bertambah 2,8%. Taksiran kerugian ekonomi sekitar Rp2.141.000 per 1.000 ekor” jelas Ayatullah.
Oleh karena itu, Ceva memiliki Vectormune® ND sebagai solusi ND di tanah air. Sejak diluncurkan di Indonesia pada September 2019 silam, Vectormune® ND mampu memberikan perlindungan lebih jika dibandingkan dengan vaksin live atau vaksin killed. Sejauh ini, vaksin live dan killed masih memiliki masalah seperti interferensi kekebalan asal induk, kualitas aplikasi vaksin, lalu reaksi pasca vaksin. Sedangkan untuk vaksin vektor tidak memiliki permasalahan tersebut.
“Kelebihan dari vektor vaksin ini adalah bisa diaplikasikan secara in-ovo pada saat embrio masih ada di dalam telur di hatchery. Sedangkan untuk vaksin live dan killed pasti akan mengakibatkan kematian pada embrio,” ucapnya.
Kelebihan dari vaksin vektor yang selanjutnya yaitu dibuat dari virus vektor yang membawa gen ND yaitu Marek HVT strain FC 126 dan donornya diambil dari Gen F dari virus ND. Oleh karena dibuat dari vektor HVT, maka vaksin tersebut mampu menghindari kekebalan induk. Targetnya langsung masuk ke sel limfosit dan bisa masuk dari sel ke sel, yang tidak terdeteksi sebagai antigen ND oleh kekebalan induk. Vectormune® ND juga bisa menggertak kekebalan humoral, mucosal, dan kekebalan berperantara sel. “Melihat kondisi Indonesia yang memiliki tantangan lapang tinggi terhadap ND, maka dengan semakin banyak penggunaan Vectormune® ND , kasus ND diharapkan bisa berkurang,” harap Ayatullah.
Konsumsi unggas perlu digenjot
Dalam melihat kondisi perunggasan secara umum, seminar Ceva CHICK DAY 2021 tidak hanya membahas masalah penyakit unggas seperti ND. Bagaimanapun, membahas tentang sektor supply-demand juga penting karena merupakan satu kesatuan bisnis yang tak terpisah dan saling berkait.
Menurut Achmad Dawami selaku Ketua Umum GPPU yang juga hadir sebagai narasumber seminar, menjelaskan bahwa tantangan budi daya ayam ras pedaging di Indonesia saat ini adalah bagaimana menyeimbangkan antara produksi dan konsumsi, di mana pertumbuhan produksi broiler tidak diikuti oleh konsumsi di masyarakat.
“Kondisi sejak tahun 2019-2020 terjadi oversupply karena produksi broiler tidak diikuti dengan kenaikan konsumsi, bahkan dengan adanya COVID-19, penurunan konsumsi masyarakat cukup drastis. Akibatnya, produksi pada tahun 2020 turun hingga 12% jika dibandingkan tahun sebelumnya,” jelas Dawami.
Dampak selanjutnya dari penurunan konsumsi adalah kerugian cukup besar yang dirasakan oleh stakeholder perunggasan. Akibat kondisi seperti demikian, Ditjen PKH Kementan mengambil kebijakan untuk mengurangi produksi melalui Surat Edaran Dirjen PKH tentang penyerapan ayam hidup (livebird) afkir dini PS, tunda setting, dan cutting HE. “Tujuannya untuk menyeimbangkan antara supply dan demand dari sisi hulu produksi broiler,” ujarnya.
Meskipunm dengan gambaran yang kurang baik pada tahun 2020, menurutnya bisnis perunggasan akan segera bangkit. Indikatornya adalah harga livebird sejak akhir 2020 hingga Maret 2021 tidak terjadi gejolak yang ekstrem. “Prediksi untuk sampai tahun 2025 dengan asumsi pertambahan pendapatan per kapita yang digunakan untuk konsumsi protein hewani sebesar 2%, maka per tahun akan ada pertambahan konsumsi yang jika dikonversi akan setara dengan 460 juta ekor DOC atau setara dengan pertambahan impor GPS sekitar 70 ribu D-Line per tahun,” tutupnya. Adv