Sebagai perusahaan yang berpengalaman di industri pakan ternak unggas, PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk telah membangun reputasi sebagai produsen pakan berkualitas tinggi yang memenuhi standar internasional. Melalui berbagai inovasi dan komitmen pada kualitas, perusahaan terus memperluas jangkauan pasarnya, termasuk dengan keberhasilan ekspor ke Timor-Leste baru-baru ini.
Perusahaan pakan ternak unggas PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk, melalui Unit Feedmill, kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan melakukan ekspor pakan ternak ke Timor-Leste. Momen ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, menandai peran strategis perusahaan dalam mendorong ekspor nasional.
Berdasarkan keterangan dari Arlyna Simatupang, Marketing Support Manager PT Sreeya Sewu Indonesia, menyampaikan bahwa ekspor pakan Sreeya memiliki keunikan tersendiri. Label produk pakan Sreeya dilengkapi dengan barcode yang memuat panduan penggunaan dan SOP dalam bahasa Tetum, bahasa asli Timor-Leste. “Meskipun mereka memahami bahasa Indonesia, kebanyakan peternak di Timor-Leste lebih familiar dengan bahasa Tetum. Dengan adanya panduan ini, kami berharap transfer ilmu menjadi lebih efektif,” ujar Arlyna saat acara pelepasan ekspor di PT Sreeya Sewu Indonesia, Unit Feedmill Sidoarjo, Selasa (13/8).
Ekspor ke Timor-Leste ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh PT Sreeya Sewu Indonesia. Dimulai pada Januari 2020 dengan pengiriman satu kontainer, ekspor ini terus meningkat. Januari 2023 mengirim dua kontainer, disusul kontainer lainnya rutin sejak 2023, hingga Agustus 2024 ini dengan pengiriman enam kontainer sekaligus.
Menurut Robby Alexander Singgih, Head of Operational Feed Mill PT Sreeya Sewu Indonesia, menambahkan bahwa peningkatan ekspor ini juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam memenuhi standar internasional. “Kami menerapkan standar HACCP dan melengkapi produk dengan barcode untuk memudahkan konsumen memahami cara penggunaan pakan. Hal ini semakin penting saat kita berbicara tentang pasar internasional yang memerlukan panduan dalam bahasa lokal, seperti Tetum untuk Timor-Leste,” jelas Robby.
Robby juga menegaskan bahwa PT Sreeya Sewu Indonesia memiliki visi besar untuk terus meningkatkan ekspor, bukan hanya ke Timor-Leste tetapi juga ke negara-negara lain. “Kami ingin berkontribusi dalam ekspor dari Indonesia dan berharap terus meningkat, meskipun saat ini masih relatif kecil. Namun, dengan mimpi besar dan langkah yang konsisten, kami optimis dapat memperluas pasar dan membantu Indonesia menjadi eksportir unggulan,” tambahnya.
Hari Yuwono Ady, Kepala Karantina Jawa Timur, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyatakan dukungannya terhadap langkah ekspor ini. Ekspor yang dilakukan oleh PT Sreeya Sewu Indonesia menunjukkan bahwa pakan ternak Indonesia telah memenuhi standar internasional seperti GMP. “Inovasi barcode yang diusung juga menjadi inspirasi bagi industri lain,” ungkap Hari.
Dukungan terhadap ekspor ini juga datang dari drh. Rina Vitriasari, Medik Veteriner Muda di Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo. Ia menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan ekspor ini, terutama dalam hal rekomendasi bahan baku dan perizinan. “Kami berharap dunia perunggasan di Sidoarjo semakin berkembang dan berjaya, terutama bagi pabrik pakan yang terus berinovasi dan menembus pasar internasional,” pungkasnya.
Dengan semangat inovasi dan komitmen tinggi, PT Sreeya Sewu Indonesia terus melangkah maju, menembus batas-batas pasar internasional, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah global. ADV









