Disinfeksi dari pintu gerbang
Oleh : Ir. Sjamsirul Alam*
Dunia dihebohkan dengan menyebarnya wabah COVID-19 pada akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020. Wabah tersebut secara cepat melanda lebih dari 210 negara dan teritori. Korban yang terjangkit maupun meninggal juga terhitung dalam jumlah besar, termasuk di negara Indonesia. Para petinggi negeri dan petugas medik (dokter, perawat dan lain-lain) serta pakar virologi dari berbagai penjuru dunia berusaha menahan laju penyebaran penyakit berbahaya ini, dengan berbagai cara masing-masing sesuai situasi dan kondisi negaranya.

Tujuan dari proses desinfeksi di bilik desinfeksi itu sendiri adalah untuk membunuh organisme patogen yang berada di lapisan permukaan benda yang kita kenakan.

Menariknya adalah dari kalangan elit seperti presiden sampai kalangan akar rumput seperti pengemudi ojek online, menjadi akrab dengan yang namanya masker, desinfektan, sanitizer, cuci tangan dengan sabun antiseptik, sarung tangan, alat semprot (sprayer), bilik sanitasi dan sebagainya, yang biasa dipakai sehari-hari di lingkungan lembaga kesehatan manusia maupun kesehatan hewan/peternakan unggas. PHBS (Pola Hidup Sehat & Bersih)  terus didengungkan melalui berbagai media, di samping data-data harian korban wabah COVID-19 dari berbagai daerah di Indonesia.
Apa itu desinfektan?
Menurut Encyclopaedia Britannica, desinfektan adalah agen anti mikroba yang dirancang untuk menonaktifkan atau menghancurkan mikroorganisme pada permukaan lembap. Meski mampu membunuh mikroorganisme, namun tidak semua bisa mati hanya dengan desinfektan. Beberapa mikroorganisme patogen (ekstrem) tetap harus menggunakan bahan-bahan kimia yang ekstra keras seperti Biocid. Desinfektan bekerja dengan menghancurkan dinding sel mikroba atau mengganggu metabolismenya, sedangkan Biocid adalah bahan kimia atau mikroorganisme yang berperan menghancurkan/menghalangi virus, bakteri, jamur dan lain-lain agar tidak berbahaya bagi manusia atau hewan.
Baca Juga: Penerapan Biosekuriti Saat Pandemi
Sempat terjadi perdebatan di kalangan masyarakat bahwa penggunaan desinfektan dalam bilik desinfeksi justru dapat mengganggu kesehatan manusia, namun memang harus dilihat secara menyeluruh, dari tujuan dan tata cara pemakaian bilik desinfeksi tersebut. Tujuan dari proses desinfeksi di bilik desinfeksi itu sendiri adalah untuk membunuh organisme patogen yang berada di lapisan permukaan benda yang kita kenakan. Jadi usahakan agar tidak terkena organ yang sensitif seperti mata, terhirup, maupun terkena luka pada tubuh. Jika prosedur tersebut tidak dilakukan dengan benar, maka memang akan terjadi masalah kesehatan pada manusia. Jadi perlu diingat bahwa penggunaan bilik desinfeksi itu hanya untuk membunuh organisme patogen yang berada di permukaan pakaian yang sedang kita gunakan.
Potongan artikel Majalah Poultry Indonesia edisi Agustus 2020 ini dilanjutkan pada judul “Jenis-Jenis Desinfektan”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153