Daun ashitaba
Oleh: Dina Oktaviana, M.Sc1) dan Gusti Ayu Esty Windhari, M.Si2)
Produktivitas dari broiler perlu didukung untuk mencapai standar produksinya baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Dukungan tersebut dapat dilakukan dengan memberikan pakan yang tepat, seimbang, dan efisien. Pakan menjadi faktor utama untuk meningkatkan produksi dan keberhasilan peternakan unggas. Pakan sendiri menguasai sekitar 60-70% dari total biaya produksi peternakan unggas.

Daun Ashitaba memiliki dua senyawa aktif dalam chalcone yang berbeda dengan tanaman sejenisnya dan berpotensi sebagai sumber antioksidan.

Fitobiotik adalah salah satu jenis fitokimia yang berasal dari tanaman. Sebagai imbuhan pakan, fitobiotik dilaporkan mampu menstimulasi pertumbuhan sekaligus dapat digunakan untuk memelihara kesehatan unggas (Zuprizal, 2004). Pemanfaatan fitobiotik sebagai natural growth promoter (NGP) diidentifikasi sebagai alternatif antibiotik yang efektif. Fitobiotik sebagai NGP dapat digunakan sebagai feed additive, meningkatkan immunitas, meningkatkan performa, dan sangat efektif dalam meningkatkan kesehatan saluran pencernaan (Panda et al. 2009).
Baca Juga: Manfaat Daun Lamtoro dalam Pakan Ayam Pedaging
Ashitaba (Angelica keiskei) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan menjadi sumber fitobiotik. Tanaman multifungsi ini kaya akan vitamin, mineral, asam amino, mineral, dan zat aktif lainnya. Ashitaba juga dapat digunakan sebagai sumber antioksidan, terutama bagian daunnya. Senyawa kimia yang terkandung dalam daun ashitaba di antaranya golongan alkaloid, saponin, glikosida, triterpenoid, dan chalcone. Senyawa chalcone memiliki dua senyawa flavonoid, yaitu xantoangeol dan 4-hidrooxyricine. Total flavonoid dalam pucuk daun Ashitaba yaitu sekitar 219 mg/100g berat basah (Yang et al. 2005).
Potensi dari daun Ashitaba tersebut mendorong penulis untuk melakukan riset pada broiler. Penelitian ini menggunakan daun Ashitaba yang diberikan berupa tepung dengan berbagai konsentrasi yang dicampur dengan pakan basal, mulai dari 0% (P0), 0,5% (P1), 1% (P2), 1,5% (P3), dan 2% (P4). Susunan kandungan nutrient bahan pakan dan susunan formulasi ransum terdapat pada Tabel 1 dan Tabel 2.1)Dosen Fakultas Kedokteran Hewan dan 2)Dosen Fakultas Teknik Universitas Nusa Tenggara Barat.
Tabel 1. Kandungan nutrient bahan pakan
Bahan Pakan
ME (Kcal/Kg)
PK (%)
SK (%)
LK (%)
Ca (%)
P (%)
Tepung daun Ashitaba
1452,58
25,43
14,74
4,03
2,07
0,344
Pakan Basal
3200,00
23,00
5,00
5,00
0,90
0,60
Filler
0
0
0
0
0
0
Tabel 2. Susunan formulasi ransum
Bahan Pakan
Suplementasi Tepung Daun Ashitaba
P0
P1
P2
P3
P4
Tepung Daun Ashitaba
0,00
0,50
1,00
1,50
2,00
Pakan Basal
98,00
98,00
98,00
98,00
98,00
Filler
2,00
1,50
1,00
0,50
0,00
Total
100
100
100
100
100
 Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Januari 2021 dengan judul “Mengoptimalkan Performa Broiler dengan Tepung Daun Ashitaba”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153