Koperasi menjadi kunci bagi peternak perunggasan untuk dapat terus bertahan dan mampu bersaing dalam kondisi saat ini (sumber : pexels.com)
Koperasi merupakan badan usaha yang sifatnya aksi kolektif, yang bermisi sosial dengan memperjuangkan nasib secara bersama-sama agar anggotanya sejahtera. Koperasi juga sebagai salah satu bentuk badan usaha yang dimiliki dan dijalankan oleh para anggota untuk kepentingan bersama dapat menjadi solusi terhadap persoalan perunggasan nasional saat ini. Dengan berkoperasi, maka akan dapat memperpendek mata rantai distribusi, menjaga keseimbangan harga pasar, menjaga kecukupan stok kebutuhan bahan pakan dan untuk
anggota peternak, penyedia DOC maupun pullet dengan harga terjangkau serta
penyedia jasa angkutan pakan.

Semangat koperasi yang digaungkan oleh Pendiri Indonesia yaitu Ir. Soekarno dilandasi oleh asas kepentingan bersama untuk menyejahterakan seluruh anggota yang berada di dalamnya. Maka dari itu, semangat berkoperasi harus terus digaungkan oleh para pelaku perunggasan agar bisa lolos dari jeratan permasalahan yang kompleks melalui integrasi secara horizontal

Salah satu indikator sejahteranya anggota koperasi perunggasan adalah bagaimana mereka
mendapatkan harga input produksi yang lebih murah dan pada saat menjual produk dengan harga lebih baik dibandingkan jika tidak berkoperasi. Maka dari itu, pada seri ke-22 dari Indonesia Livestock Club mengangkat sebuah tema tentang “Koperasi Perunggasan yang Diharapkan” sekaligus bertepatan dengan hari Koperasi Nasional, Senin (12/7), lewat aplikasi Zoom.
Berdasarkan paparan Teten Masduki selaku Menkop UKM RI, mengatakan bahwa unggas merupakan pangan yang sangat penting sebagai sumber protein masyarakat Indonesia dibandingkan dengan protein lain kecuali ikan. Sektor peternakan juga merupakan sektor yang tetap tumbuh selama pandemi.
“Terlepas dari bermacam keunggulan tersebut, masih ada banyak tantangan yang mesti dihadapi, yang pertama yaitu skala usaha yang sifatnya kecil dan perorangan, kedua rendahnya akses pembiayaan yang mudah, Ketiga rendahnya produktivitas, karena mayoritas merupakan 45 tahun ke atas dan 85% dari peternak itu tidak melibatkan teknologi dalam budi daya,” ucap Teten.
Baca juga : Memperjuangkan Nasib Peternak Rakyat dengan Membentuk Koperasi
Selanjutnya menurut Guru Besar Fapet IPB University, Prof. Muladno Menyatakan bahwa bisnis perunggasan di Indonesia semakin kritis, tidak kompetitif, tidak produktif dan terkesan primitif, oleh karena itu koperasi adalah salah satu solusinya.
“Prinsipnya dengan berkoperasi para peternak bisa membangun integrasi horizontal sehingga bisa sejajar dengan integrator yang notabene industri yang terintegrasi secara vertikal,” jelas Muladno.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Agustus 2021 dengan judul “Menkop Gelorakan Keunggulan Berkoperasi kepada Para Pelaku Perunggasan”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silakan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153