Silaturahmi antar peternak dan pemerintah yang diadakan di Bogor
POULTRYINDONESIA, Bogor – Produk pangan asal unggas merupakan pangan yang memiliki gizi tinggi dan sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menambah imunitas. Namun konsumsi dalam negeri untuk produk pangan asal hewani memang masih rendah jika dibandingkan dengan negara lain di ASEAN.
Oleh karena itu, para peternak yang tergabung di Pinsar Indonesia, Gopan, dan Himpuli menyelenggarakan sebuah acara silaturahmi dengan tema ‘Silaturahmi Peternak dan Acara Kampanye Konsumsi Ayam dan Telur 2021’ yang diselenggarakan di IPB International Convention Center, Kamis (6/3) di Bogor dan disiarkan langsung melalui YouTube dan aplikasi Zoom Meeting.
Dalam sambutannya, Ketua Pinsar Indonesia Singgih Januratmoko menyebutkan bahwa kebutuhan protein hewani di kalangan masyarakat akan semakin meningkat seiring dengan adanya tuntutan masyarakat akan pangan yang bergizi dan berimbang.
“Namun pada kenyataannya konsumsi produk ayam dan telur itu masih minim apalagi jika dibandingkan dengan negara maju yang diiringi dengan konsumsi protein hewani yang tinggi,” ucap Singgih.
Selanjutnya menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan bahwa jajaran Kementerian Pertanian akan selalu mengawal para peternak yang ada di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Memperjuangkan Nasib Peternak Rakyat dengan Membentuk Koperasi
SYL mengaku pihaknya akan terus berpihak kepada petani (peternak) melalui Pinsar dan kesejahteraan peternak akan menjadi perhatian yang serius untuk kementerian yang dipimpinnya.
“Para Dirjen, segera rumuskan dan korporasikan. Selanjutnya jika menemukan ada yang salah dari kami, mari kita perbaiki bersama-sama,” jelas Syahrul.
Lebih lanjut menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa salah satu cara untuk bertahan di tengah pandemi COVID-19 ini adalah dengan meningkatkan imunitas tubuh, misalnya dengan rutin mengonsumsi daging ayam dan telur. Terlebih, harga daging ayam dan telur cukup terjangkau, mudah didapat, dan dapat meningkatkan imunitas tubuh.
“Pemerintah akan mendorong industri perunggasan ke dalam klaster dan juga mendorong program-program percontohan. Hal ini untuk mencari solusi dari berbagai tantangan seperti fluktuasi harga terkait jagung dan juga sistem peternakan ayam yang harus segera diselesaikan,” kata Airlangga.