Pemerintah melalui Kementan terus mendorong para pelaku usaha di bidang pertanian agar dapat bersaing di pasar global
POULTRYINDONESIA, Tangerang Selatan – Suplemen pakan merupakan salah satu bahan pakan yang kebutuhannya sedikit namun berperan penting dalam pertumbuhan ternak. Maka dari itu, penting bagi para formulator pakan ternak untuk menambahkan suplemen dalam rangka memenuhi kebutuhan nutrisi ternak.
Baca juga : Kementan Perkuat Kapasitas Laboratorium Kesehatan Hewan Nasional
Seiring dengan permintaan yang meningkat untuk suplemen pakan ternak, Nutricell Pasific merespons kebutuhan para nutrisionis baik dalam negeri maupun luar negeri. Hal tersebut dibuktikan melalui ekspor sebesar 13 metrik ton dengan tujuan negara Denmark dan Uni Emirat Arab. Total nilai yang dibukukan dalam kegiatan ekspor perdana kali ini yaitu sebesar setengah miliar Rupiah, dengan total niali kesepakatan kontrak sebesar 1 juta Euro. Acara pelepasan tersebut diselenggarakan di Kantor PT Nutricell Pacific, berlokasi di Komp. Pergudangan Taman Tekno Blok L2 No.36, Jalan Viktor Raya BSD, Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa (15/2).
Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang hadir secara langsung menyaksikan acara pelepasan tersebut menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para pelaku usaha yang telah membuktikan bahwa produk pertanian di Indonesia mampu menembus pasar dunia.
“Kami ucapkan selamat atas terealisasinya ekspor pada hari ini, berarti semua yang telah diupayakan bersama telah membuahkan hasil yang baik. Dengan berbagai upaya ini, termasuk juga program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (GRATIEKS), pertumbuhan nilai ekspor peternakan pada tahun 2024 bisa naik 300 persen menjadi 1,9 Milyar USD atau setara Rp27 triliun ke 100 Negara tujuan,” kata Mentan SYL.
Masih dalam acara yang sama, menurut CEO Nutricell Pacific, Ir. Suaedi Sunanto, S.Pt. MBA., IPU, Ia mengapresiasi kinerja pihak Kementan atas dukungan yang telah diberikan kepada para pelaku industri pertanian atas dukungan perluasan pasar ekspor. Termasuk upaya Kementan pada kegiatan Odicoff (One day with Indonesia Coffee Fruit and Floriculture) yang terselenggara pada akhir tahun 2021 silam.
“Kami juga ingin mengucapkan banyak terimakasih atas arahan dan pendampingan Kementan terhadap jalanya ekspor peternakan di awal tahun 2022. Keberhasilan ekspor ini merupakan terobosan Kementan dalam memberikan fasilitas kepada para pelaku industri untuk memperluas pasar ekspor, terutama dalam misi promosi produk obat dan nutrisi hewan ke negara Denmark dan Uni Emirat Arab, ” kata Suaedi.