POULTRYINDONESIA, Bogor – Hari ini, Kamis (5/12) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menggelar peringatan Hari Tanah Sedunia dengan dihadiri oleh Menteri Pertanian, Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH., MH. Dalam acara yang digelar di Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) Bogor ini dilaksanakan serangkaian acara diantaranya rilis peta lahan gambut 1:50.000, launching alat inovasi pertanian Smart Soil Sensing Kit yaitu alat yang digunakan untuk mendeteksi hara dan keperluan pupuk yang cepat dan murah, serta pengembangan AWR atau Agricultural War Room yang merupakan ruang operasional dan komando untuk memperkuat monitoring dan pelaporan di lapangan.
Dalam acara yang bertemakan “Stop Erosi Tahan, Selamatkan Masa Depan” ini, Menteri Pertanian menghimbau agar kita semua bisa mengelola tanah dengan arif. Tahan yang merupakan sumber kehidupan harus diperlakukan dengan baik. “Kalau tanah kita perlakukan dengan baik, maka insyaallah tanah juga akan melakukan hal sama pada kita. Dan jangan pernah merusak ekosistem yang ada,” tandas Syahrul. Dengan kekayaan lahan gambut yang dimiliki Indonesia, Syahrul juga berharap bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Dalam sambutannya, Kepala Balitbangtan, Dr.Ir. Fadjry Djufry, M.Si, mengatakan acara Hari Tanah Sedunia diperingati sebagai pengingat dimana kita harus bisa menjaga, mengolah dan memperlakukan tanah ini dengan baik. “Dengan peringatan Hari Tahan Sedunia yang setiap tahunnya kita peringati, saya berharap kita bisa memperkenalkan kepada masyarakat, cara mengolah tanah yang baik. Dan harapannya dengan adanya peta lahan gambut skala 1:50.000 bisa mengarah pada pemanfaatan dan pengelolaan yang semakin ramah lingkungan,” ucap Fadjry.
Serangkaian acara tersebut berlanjut pada acara Launching Teknologi Inovasi Kesehatan Unggas Veteriner, yaitu dengan dirilisnya Vaksin Bivalen Avian Influenza (AI) H5N1, Vaksin AI kombinasi HPAI dan LPAI, serta vaksin Newcastle Disease (ND) GTT/11, yang bertempat di BBLitvet (Balai Besar Penelitian Veteriner), Bogor. Selain penemuan vaksin baru, turut dirilis pula teknologi diagnosa kit ELISA DIVA yang digunakan untuk membedakan hasil vaksinasi dan infeksi Avian Influenza.
Menteri Pertanian yang juga menghadiri acara tersebut berharap dengan dirilisnya vaksin baru ini bisa membuat dunia peternakan dan kesehatan hewan menghasilkan produk-produk dalam negeri yang berkualitas yang tidak kalah saing dengan luar negeri. “Saya harap semua jajaran di Kementerian Pertanian harus terus berkarya, harus terus berkontribusi, dan fokus dalam bidang masing-masing. Dengan adanya pengembangan vaksin ini bisa membuat unggas-unggas kita sehat, bisa menghasilkan produk pangan yang baik, yang nantinya bisa bersaing dengan produk luar negeri,” ungkap Syahrul. Senada dengan Menteri Pertanian, Kepala BBLitvet, Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si berharap dengan adanya inovasi vaksin baru ini dapat memberikan dukungan untuk peningkatan kesehatan unggas, sehingga dapat meningkatkan populasi dan produksinya. Selain itu harapannya penyebaran virus terutama AI di lapangan bisa dikendalikan, sehingga kesehatan manusia juga akan terjaga dengan baik. Chusnul