Peluang usaha bisnis bebek sangat terbuka lebar
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Bebek menjadi salah satu ternak yang memiliki peluang usaha yang menggiurkan. Permintaan daging dan telur bebek di kalangan masyarakat cukup tinggi, sehingga membutuhkan persediaan yang cukup tinggi untuk menyeimbangkan hal tersebut. Dalam hal tersebut, Tabloid Sinar Tani menggelar webinar daring yang bertajuk “Peluang Bisnis Ternak Bebek dan Produk Olahannya” pada hari Rabu (16/02) melalui platform ZOOM.
Baca juga : Potensi Peternakan Bebek Pedaging
Menurut Mulyono Machmur selaku Pimpinan Perusahaan Sinar Tani menjelaskan bahwa usaha itik memiliki nilai harga telur yang tidak terpengaruh oleh harga pasar. Ia menambahkan itik memang memiliki tingkat produksi masih di bawah ayam petelur dalam menghasilkan telur, akan tetapi itik memiliki tingkat efisiensi pakan lebih tinggi.
Selanjutnya menurut Dr. Maijon Purba, S.Si., M.Si., Peneliti Ahli Madya Balitnak Bogor mengemukakan bahwa pemerintah telah menjalankan beberapa program pemuliaan itik untuk menciptakan itik yang memiliki kualitas unggul. Menurutnya, latar belakang untuk menciptakan itik yang memiliki genetik yang berkualitas didasari oleh adanya kebutuhan dan permintaan di masyarakat yang belum sepenuhnya terpenuhi, sehingga diperlukan inovasi untuk menciptakan itik yang memiliki kualitas dan produktivitas yang unggul.
“Balitnak Bogor telah menjelankan beberapa program untuk mendukung upaya pengembangkan usaha budidaya bebek. Balitnak menjalankan program pemuliaan bibit untuk menghasilkan bibit yang memiliki genetik yang unggul sehingga menghasilkan performa produksi yang unggul” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa terdapat tiga pondasi penting dalam peternakan bebek, yakni manajemen, pakan, dan bibit. Ia juga menambahkan bahwa peternak dapat dikatakan berhasil dalam mengembangkan usaha budidaya itik apabila mampu menyeimbangkan tiga pondasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa manajemen yang intensif dapat dilakukan dengan memperhatikan aspek sanitasi dan kesehatan kandang, pakan yang baik dapat diberikan dengan memperhatikan imbangan protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang dapat bermanfaat untuk produksi itik, serta bibit yang baik dapat berasal dari galur itik yang memiliki genetik yang baik.
Ia menjelaskan, salah satu bibit itik yang dikembangkan adalah itik Master yang berasal dari persilangan itik Mojosari jantan yang terseleksi dengan itik Alabio betina yang terseleksi. Menurutnya, itik Master dapat menjadi itik yang memiliki fungsi ganda, baik menghasilkan daging maupun telur. Selain itik Master, Majion menambahkan bahwa terdapat berbagai galur itik baru lain yang memiliki produktivitas unggul, seperti PMp, EPMp, dan sebagainya.
“Terdapat tiga pondasi penting yang harus diperhatikan peternak agar usaha budidayanya dapat berjalan dengan baik, yaitu dengan menciptakan manajemen, pakan, dan bibit yang baik untuk menghasilkan produksi yang baik” tambahnya.
Maijon menambahkan kembali terkait cara budidaya bebek direkomendasikan untuk dilakukan secara intensif. Ia menjelaskan dengan budidaya yang intensif, seperti memperhatikan kualitas manajemen, kualitas pakan, dan kualitas bibit, akan berdampak pada produk berupa daging dan telur yang berkualitas.
Lebih lanjut menurut Rully Lesmana, Direktur UD. Surya Abadi menjelaskan bahwa permintaan akan telur bebek cenderung banyak, hanya saja masih banyak telur yang berada di bawah standar kualitas sehingga menyebabkan terjadi penolakan terhadap pasar. Menurutnya, adanya permintaan pasar yang tidak hanya pasar lokal membuktikan bahwa pasar produk bebek masih sangat terbuka lebar.
“Permintaan akan produk bebek atau itik cenderung luas, mulai dari pasar lokal maupun internasional. Akan tetapi dengan produksi yang masih memiliki kualitas di bawah standar mengakibatkan terjadi penolakan sehingga menyebabkan produk tidak terserap. Oleh karena itu, peternak harus bisa memaksimalkan produksi baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya” ujarnya.
Sedangkan dari kacamata pembudidaya yaitu Parmin selaku perwakilan dari Kelompok Ternak Jaya Makmur Kalimantan Tengah, menuturkan mengenai dinamika kelompok binaan dari pemerintah terkait budidaya bebek. Menurutnya, adanya kelompok binaan tersebut dapat berdampak positif terhadap pemberdayaan petani lokal untuk budidaya bebek, terlebih permintaan pasar akan produk berupa telur maupun daging masih luas. Namun ia juga menjelaskan bahwa walaupun terdapat kepastian pasar dan permintaan yang tinggi, akan tetapi tetap bahwa persoalan pakan adalah yang paling inti.
“Kami sebagai kelompok tani binaan dari pemerintah cenderung mendapatkan dampak positif dairi program tersebut, permintaan pasar cenderung pasti dan masih sangat luas, akan tetapi untuk pakan masih susah dalam mencukupi,” ujarnya.