POULTRYINDONESIA, Jakarta – Ayam kampung seperti memiliki ruang tersendiri di masyarakat. Perkembangan ayam modern ternyata tidak membuat eksistensi ayam kampung menjadi perlahan menghilang. Hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya permintaan mengenai produk ayam kampung, sehingga membuat beberapa pengusaha peternakan tergiur untuk menggeluti bisnis ini.
Menanggapi dinamika usaha ayam kampung tersebut, PT Farmsco Indonesia menyelenggarakan webinar yang bertajuk “Kupas Tuntas Bisnis Ayam Kampung” pada hari Kamis, (24/03) secara daring melalui platform Zoom. Webinar tersebut membahas mengenai peluang usaha yang menguntungkan dari budidaya ayam kampung di Indonesia.
Berdasarkan penuturan dari Mohamad Mansyur, Direktur PT Tiga Perkasa Pangandindo menjelaskan bahwa adanya budidaya ayam kampung dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam mengembangkan bisnis terutama di sektor peternakan.
Selanjutnya menurut Handono, selaku Praktisi Ayam Kampung ASI menjelaskan mengenai tatacara budidaya ayam kampung dalam skala besar dengan benar dan tidak memberikan kerugian. Ia memaparkan bahwa hal penting yang harus diperhatikan dalam bisnis ayam kampung adalah mengenai manajemen pemeliharaannya. Menurutnya, manajemen yang benar akan menentukan keberhasilan dari budidaya ayam kampung.

Baca Juga : Merespon Fluktuasi Harga, Peternak Layer Adakan Rembug di UGM

“Manajemen pemeliharaan adalah hal yang terpenting dari budidaya ayam kampung, jika manajemen tidak benar, maka dapat dipastikan ayam kampung akan mudah sekali terkena penyakit dan membuat peternak mengalami kerugian,” ucap Handono.
Ia menambahkan sanitasi menjadi kunci dari kebersihan kandang, Menurutnya, sanitasi harus didahulukan dalam menjaga kualitas lingkungan kandang. “Sanitasi menjadi hal terpenting dari kebersihan kandang. Sanitasi menjadi hal yang harus didahulukan dalam menjaga kualitas kandang, seperti mikroba maupun virus yang dapat menyerang ayam sewaktu-waktu, adanya sanitasi dapat mencegah ayam dari penyakit” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Zaenal Arifin selaku Technical Ayam Kampung Specialist turut memberikan gambaran potensi dan peluang bisnis ayam kampung di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa dengan maraknya produk olahan yang menggunakan ayam kampung sebagai bahan baku utamanya, menyebabkan ayam kampung memiliki nilai tertentu dan juga konsumen yang sangat tersegmentasi.
Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi kunci tersendiri bahwa ayam kampung memiliki ruang di masyarakat. “Banyaknya produk olahan yang berbahan dasar ayam kampung menyebabkan ayam kampung memiliki customer yang segmented,” ujarnya.
Ia menambahkan adanya peningkatan produksi dalam beberapa tahun terakhir bisa menjadi sinyal tersendiri bahwa bisnis budidaya ayam kampung di Indonesia mengalami perumbuhan. Menurutnya, ini menjadi peluang untuk dimasuki para pengusaha peternakan terutama yang bergerak di bidang ayam kampung untuk mengembangkan usahanya.