Di balik kesuksesan Vega Farm sebagai salah satu pemain utama dalam industri perunggasan, tersimpan kisah panjang tentang kerja keras, nilai-nilai keluarga, dan amanah yang terus dijaga dari generasi ke generasi. 

Dimulai dari bisnis keluarga yang bergerak di bidang penggilingan padi, Vega Farm kini telah tumbuh menjadi perusahaan peternakan ayam petelur dengan produksi harian mencapai 7-10 ton telur. Perjalanan ini tentu bukan tanpa tantangan, tetapi bagi penerusnya, bisnis ini bukan sekadar usaha, melainkan bagian dari ibadah dan tanggung jawab besar. Setiap langkah yang diambil selalu mengacu pada nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun.

“Kami memulai bisnis keluarga dari penggilingan padi, lalu ayah kami, yang seorang dosen, kembali ke kampung halaman atas permintaan orang tuanya untuk mengelola bisnis keluarga. Dari sana, beliau mulai mencoba peruntungan di bisnis peternakan ayam petelur dengan hanya satu flok berkapasitas sekitar 2.000 ekor,” ujar Rinta, peternak generasi ketiga di keluarganya. Dengan ketekunan dan semangat pantang menyerah, bisnis yang bermula dari menjual telur dari pasar ke pasar itu kini telah merambah ke skala yang lebih besar. Seiring berjalannya waktu, jaringan distribusi pun semakin luas, melibatkan berbagai mitra dagang di berbagai wilayah.


Nilai-Nilai Keluarga yang Terus Dijaga

Sejak awal, Vega Farm tidak hanya bertujuan menjadi bisnis yang menguntungkan, tetapi juga dijalankan dengan prinsip bahwa berbisnis adalah bagian dari ibadah. Prinsip ini menjadi pondasi utama dalam mengambil keputusan bisnis dan menghadapi tantangan. “Visi kami adalah menjalankan bisnis ini dalam koridor yang sesuai, sebagaimana yang diajarkan oleh kakek dan ayah kami. Kami selalu diingatkan untuk gigih dalam bekerja, tetapi tidak lupa kepada Sang Pencipta dan berusaha menjadi insan yang bermanfaat,” jelasnya. 

Sebagai generasi penerus, ia menyadari bahwa mempertahankan bisnis yang sudah berjalan bisa jadi lebih sulit dibandingkan merintis dari awal. Ia juga menambahkan bahwa tantangan eksternal seperti regulasi pemerintah, fluktuasi harga pakan, serta persaingan di industri perunggasan menuntut mereka untuk selalu berinovasi dan beradaptasi. “Banyak yang mengira meneruskan bisnis lebih mudah, padahal tantangannya berbeda. Bukan hanya soal mempertahankan yang sudah ada, tetapi juga memastikan bisnis ini terus berkembang dan memberi manfaat bagi banyak orang. Ini bukan sekadar bisnis keluarga, tetapi juga menyangkut kehidupan banyak orang yang bergantung pada usaha ini. Itu yang membuat kami harus terus berjuang dan bertumbuh,” tuturnya dengan penuh kesungguhan. 

Sejak kecil, mereka telah dikenalkan dengan dunia bisnis keluarga. Baginya, perjalanan ini bukan sekadar tanggung jawab, tetapi juga perjalanan pembelajaran yang berharga dalam memahami esensi kepemimpinan dan manajemen bisnis. “Kami telah terdoktrin untuk meneruskan usaha keluarga. Dari kecil, kami sudah tahu apa yang dikerjakan orang tua dan selalu terlibat di dalamnya. Saya sendiri sebenarnya disekolahkan ke jurusan kedokteran hewan agar bisa melanjutkan usaha ini. Namun, setelah lulus, saya sempat fokus ke bisnis keluarga yang lain, sementara peternakan dipegang oleh kakak saya. Akhirnya, kami sepakat untuk bersama-sama membangun usaha ini,” kenangnya.

Tantangan dan Strategi Bertahan

Mengelola bisnis keluarga tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal dinamika internal. Tantangan terbesar bagi Rinta adalah konflik keluarga. Setiap keluarga pasti mengalaminya, tetapi ia tetap bersyukur karena sejak kecil sudah diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kerukunan. “Nilai-nilai ini tertanam kuat dalam keluarga Kami dimana kami diajarkan untuk selalu saling menghormati, menganggap harta sebagai titipan, dan menjaga komunikasi yang terbuka. Kami membiasakan diskusi secara santun dan membangun kesepakatan yang jelas mengenai kepemimpinan dalam bisnis keluarga.”

Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Profil pada majalah Poultry Indonesia edisi April 2025. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi April 2025, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754  atau sirkulasipoultry@gmail.com