POULTRY INDONESIA, Surabaya – Burung liar merupakan hewan yang patut diwaspadai dalam penularan penyakit. Sebab, burung liar bisa membawa berbagai macam penyakit yang membahayakan bagi manusia maupun hewan.
Prof. Dr. Jalila Abu, Guru Besar Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Putra Malaysia, dalam  International Conference on Veterinary Medicine and Health Science (ICVMHS) 2024 menyebutkan bahwa ada sejumlah penyakit yang bisa mengidap burung liar seperti Avian Influenza, Newcastle disease, Salmonellosis dan sejumlah penyakit yang lain.
“Burung liar bisa saja terserang penyakit, kemudian menularkan penyakit itu ke hewan lain, termasuk ke unggas komersial. Untuk itu, penting langkah antisipaso penularan lebih lanjut dari burung liar. Maka diperlukan perlakuan pada burung liar, termasuk melakukan pengobatan pada burung liar, agar tidak menularkan penyakitnya ke lingkungan, manusia, dan hewan lain termasuk unggas.,” tegasnya dalam forum daring yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan ( FKH), Unair, Surabaya, Rabu ( 24/7) ini.
Menurutnya saat ini kalangan dokter hewan memang belum banyak yang menekuni pengobatan pada burung liar. Oleh karena itu dibutuhkan pelatihan khusus, untuk meningkatkan kemampuan dokter hewan dalam penanganan terhadap burung lair tersebut. Dirinya melihat bahwa semua itu untuk mewujudkan one health. Sebab, one health menyangkut kolaborasi lintas disiplin untuk meningkatkan kesehatan manusia,hewan dan lingkungan.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Prof. Fedik Abdul Rantam selaku Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan, Unair, Surabaya mengungkapkan bahwa perlu adanya inovasi dalam penerapan one health dengan mempergunakan teknologi bidang kesehatan untuk mengembangkan kesehatan manusia, hewan, tanaman dan lingkungan.