POULTRYINDONESIA, Tangerang — Pemahaman akan manajemen pemeliharaan merupakan hal wajib yang harus diketahui oleh para peternak. Tak terkecuali bagi para peternak layer. Sebab manajemen pemeliharaan menjadi faktor penting dalam menghasilkan produksi yang optimal. Dengan begitu, peternak layer mampu meraih keuntungan secara maksimal.
Beranjak dari hal tersebut, Hy-Line International sebagai salah satu perusahaan layer terkemuka mengadakan seminar mengenai kunci keberhasilan manajemen pemeliharaan layer. Seminar ini dilaksanakan pada acara Ildex Indonesia 2022 di Conference Room Cendana 2, Hall 3A Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tanggerang, Rabu (9/11).
Tercapainya potensi genetik yang ada, dapat diperoleh dengan langkah yang tepat. Dalam memanfaatkan potensi genetik tersebut sekaligus optimalisasi produksi layer, terdapat 3 kunci yang harus diperhatikan yaitu body weight, uniformity atau keseragaman, dan program pencahayaan. Hal ini disampaikan oleh Santana Dewa Made, selaku SEA Technical Service Specialist Hy-Line International.
Baca Juga: Asupan Gizi Protein Hewani untuk Pencegahan Stunting
Dalam presentasinya, Santana mengatakan bahwa untuk mencapai body weight yang diinginkan, salah satu langkah yang harus diterapkan ialah midnight feeding. Konsep ini dapat diartikan sebagai additional lighting dan tidak dihitung sebagai jam pencahayaan. Dengan ini, ayam dapat meningkatkan intake pakannya.
“Lakukan midnight feeding selama 1 – 2 jam. Sebelum melaksanakannya, pastikan terdapat minimal 3 jam periode gelap, kalau tidak ada 3 jam periode gelapnya maka ayam hanya merasakan itu sebagai lanjutan dari cahaya matahari. Midnight feeding dapat ditiadakan setelah peak produksi dan setelah mencapai feed intake sesuai yang diinginkan. Pengurangan midnight dilakukan secara perlahan 15 menit setiap minggunya untuk mengurangi stres pada ayam,” papar Santana.
Hal tersebut disebabkan layer sangat sensitif terhadap cahaya. Pengaruh pencahayaan pada ayam terjadi karena panjang gelombang mampu melewati tengkorak dari ayam. Sehingga efek dari pencahayaan tersebut mengaktivasi kelenjar pineal dan hipotalamus, yang kemudian mensekresikan GnRH.