POULTRYINDONESIA, Surabaya – Tantangan dalam usaha budidaya unggas semakin kompleks, terutama dalam memaksimalkan efisiensi pakan yang menjadi komponen biaya terbesar dalam produksi. Menyikapi hal tersebut, Perkumpulan Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia (MIPI) menggelar Seminar Nasional bertema “Aplikasi Nutrisi Presisi, Feed Additive dan Feed Supplement dalam Meningkatkan Produktivitas Unggas”, Kamis (3/7/2025), sebagai bagian dari rangkaian Indo Livestock 2025 Expo and Forum di Grand City Convex, Surabaya.
Dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Dr. Ir. Irfan H. Djunaidi, IPM, Asean Eng., menekankan pentingnya penerapan nutrisi presisi dalam sistem pemeliharaan unggas.
“Biaya pakan menyumbang sekitar 70 persen dari total biaya produksi. Maka, perbaikan nutrisi tidak hanya berdampak pada efisiensi usaha, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan mengurangi dampak lingkungan,” jelas Irfan.
Ia menambahkan bahwa nutrisi presisi adalah pendekatan untuk menyediakan nutrien secara tepat kepada setiap ekor atau kelompok ternak, sesuai dengan fase pertumbuhan, status kesehatan, dan kondisi lingkungan.
“Kita memanfaatkan data real-time, pemodelan, dan formulasi pakan yang adaptif untuk meningkatkan efisiensi, menurunkan limbah, dan mendukung produksi unggas yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Drh. Gangga Anindito Widyanugraha, Technical Poultry Asia dari Olmix Group, mengupas lebih jauh tentang peran feed additive dan feed supplement dalam mendukung performa ayam di lapangan.
Menurutnya, feed additive adalah zat atau campuran yang ditambahkan ke dalam pakan untuk meningkatkan performa produksi, kesehatan hewan, atau kualitas produk. Sementara itu, feed supplement adalah bahan tambahan yang mengandung nutrisi esensial seperti vitamin, mineral, atau asam amino guna melengkapi kekurangan nutrien dalam ransum.
“Sederhananya, feed supplement membantu memenuhi kebutuhan dasar ayam, sedangkan feed additive berfungsi sebagai pendukung performa ketika ayam menghadapi tekanan atau tantangan nyata di lapangan,” ujar Gangga.
Ia menegaskan, formulasi pakan yang sudah sesuai standar tidak selalu mampu menjawab kompleksitas tantangan di farm. “Di sinilah pentingnya feed additive dan supplement. Mereka bukan pelengkap, tetapi justru penjaga performa di kondisi nyata,” tegasnya.
Melalui seminar ini, MIPI menekankan bahwa kolaborasi antara inovasi nutrisi dan teknologi budidaya menjadi kunci penting dalam menjawab tuntutan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan industri perunggasan di masa depan.