Stres oksidatif berdampak luas pada fisiologi unggas, mulai dari penurunan pertumbuhan, gangguan imun, ketidakseimbangan hormonal, hingga penurunan efisiensi pakan.

Sebagai salah satu tantangan terbesar yang sedang dihadapi dunia, perubahan iklim perlahan memberikan ancaman serius bagi berbagai aspek kehidupan global, termasuk pada sektor produksi pangan seperti ternak unggas. Perubahan tersebut terjadi dalam bentuk pergeseran pola cuaca hingga naiknya suhu rata-rata permukaan bumi. Dampak kenaikan suhu ini ternyata secara langsung dapat mengganggu performa produksi unggas, khususnya ayam.

Panas mampu menyebabkan stres oksidatif karena tercipta keadaan tidak seimbang antara prooksidan (zat kimia yang memicu stres oksidatif) dan jumlah antioksidan di dalam tubuh (zat yang menetralkan reaksi oksidatif). Agen pro-oksidan dapat menghasilkan radikal bebas atau spesies oksigen reaktif (ROS), yang jika jumlah ROS melebihi kapasitas pertahanan tubuh ayam, terjadi stres oksidatif yang dapat menyebabkan kerusakan pada DNA, protein, dan lipid, serta mengganggu fungsi seluler dan jaringan.

Ragam Faktor yang Memengaruhi Stres Oksidatif

Ada banyak faktor yang menentukan keberhasilan produksi ayam, seperti faktor genetik, nutrisi, lingkungan, dan manajemen pemeliharaan. Seluruhnya saling berkaitan secara utuh dalam mendukung terciptanya kondisi yang optimal untuk budi daya. Satu diantaranya adalah faktor eksternal dari lingkungan. Hal ini juga yang menjelaskan urgensi kestablian performa budi daya di tengah pemanasan global.

Namun, sebelum membahas mengenai faktor panas, ada faktor lain yang juga berperan besar, yaitu genetik. Ayam broiler dan layer yang melalui seleksi genetik untuk pertumbuhan cepat, efek konversi pakan yang tinggi, dan produksi telur yang besar dianggap lebih rentan terhadap stres oksidatif. Selain itu, dibandingkan broiler, ayam petelur mengalami tingkat stres oksidatif yang lebih tinggi karena harus mengalokasikan sumber energinya tidak hanya untuk pertumbuhan dan pemeliharaan, melainkan juga untuk produksi telur.

Suhu tubuh ayam dewasa berkisar antara 40,6 hingga 41,7°C. Ketika suhu di luar tubuhnya naik di atas 24°C, suhu tubuh internal ayam akan meningkat dan menyebabkan beberapa perubahan fisiologi dan metabolisme. Ayam dewasa tidak akan merasa terganggu di lingkungan dengan suhu 18-24°C. Sebaliknya, anak ayam membutuhkan suhu yang lebih tinggi selama satu minggu pertama yaitu sekitar 32°C dan secara bertahap turun seiring pertumbuhannya.

Beberapa peneliti telah menemukan hubungan antara kerusakan oksidatif dan penurunan kinerja pertumbuhan pada ayam yang mengalami stres panas. Ayam modern punya kelenjar keringat yang lebih sedikit, bulu yang bersifat isolasi, dan rasio luas permukaan tubuh terhadap massa yang jauh lebih tinggi, sehingga membuat tubuh ayam lebih mudah terpapar berbagai stressor lingkungan. 

Secara teknis, unggas yang kurang memiliki kelenjar keringat lebih rentan terhadap stres panas, yang menyebabkan lonjakan ROS dan gangguan keseimbangan redoks tubuh. Ketidakseimbangan ini mengganggu fungsi mitokondria, menurunkan sintesis protein, dan mempercepat kerusakan sel otot. Stres oksidatif juga berpengaruh pada saluran pencernaan (GIT), mengganggu integritas epitel usus, meningkatkan permeabilitas usus, serta menurunkan penyerapan nutrien penting, sehingga berdampak pada penurunan berat badan dan efisiensi pertumbuhan. 

Pada proses metabolisme normal, unggas memang secara alami menghasilkan ROS yang berperan dalam berbagai fungsi fisiologis seperti metabolisme, homeostasis, dan pensinyalan sel. ROS dihasilkan secara alami di mitokondria, peroksisom, membran plasma, dan retikulum endoplasma. Namun, saat faktor eksternal seperti pakan terkontaminasi mikotoksin, suhu lingkungan tinggi, serta terjadi paparan mikroorganisme patogen, hal ini dapat memicu meningkatnya produksi ROS secara berlebih dan memperparah kondisi stres oksidatif.

Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Riset pada majalah Poultry Indonesia edisi Juni 2025. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Juni 2025, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754  atau sirkulasipoultry@gmail.com