POULTRYINDONESIA, Bali – Asosiasi Bebas Sangkar Indonesia atau Indonesian Cage-Free Association (ICFA), yang diresmikan pada 3 Mei 2024 di Yogyakarta, menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pertamanya pada Sabtu, (17/2025) di Intercontinental Bali Sanur Resort, Bali. Kota Bali dipilih sebagai lokasi karena pertumbuhan industri telur bebas sangkar (cage-free) di wilayah ini menunjukkan perkembangan yang pesat.
Mengusung tema “Towards a Better Cage-Free Community: Strategies for Sustainable Growth”, Munas ini mencerminkan komitmen ICFA dalam membangun komunitas cage-free yang solid dan berkelanjutan di Indonesia.
Acara dihadiri oleh 17 peternak anggota ICFA dari berbagai daerah di Indonesia, serta tim dari Global Food Partners, sabagai perusahaan konsultan khusus cage-free yang juga anggota ICFA. Berbagai mitra pendukung seperti Cita Indonesia, Agroveta Husada Dharma, Hendrix Genetics, Landmeco, PT. Sapta Karya Megah, Vencomatic, Envitgrow, dan Tekad Mandiri Citra turut serta dalam kegiatan ini. Sejumlah tamu undangan dari berbagai sektor juga hadir untuk mendukung jalannya Munas.
Munas diawali dengan sambutan dari Ketua Dewan Pengawas ICFA, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN Eng., dan Ketua ICFA, Kristina Yolanda. Setelah itu, dilakukan penyerahan sertifikat Certified Humane® kepada tujuh peternak anggota ICFA yang telah berhasil melalui proses sertifikasi dengan pendampingan dari asosiasi. Sertifikasi ini merupakan pengakuan internasional yang mengacu pada standar kesejahteraan hewan dalam produksi telur cage-free.
Sesi penting lainnya membahas topik traceability (ketertelusuran) dalam industri pangan berkelanjutan, termasuk produk telur cage-free. Pada sesi ini, hadir Luiz Mazzon, Director of Latin America and Asia dari Humane Farm Animal Care, sebagai organisasi pemegang sertifikasi Certified Humane, serta Elpido Soplantila, Senior Program Manager dari Rainforest Alliance. Mereka berbagi wawasan dan pengalaman mendalam mengenai pentingnya ketertelusuran produk untuk menjaga kepercayaan konsumen dan keberlanjutan industri.
Puncak acara Munas adalah sidang pleno yang membahas isu-isu strategis dalam pengembangan industri cage-free di Indonesia. Para anggota secara aktif menyampaikan aspirasi, tantangan yang dihadapi di lapangan, dan berdiskusi bersama mencari solusi yang tepat.
Melalui Munas ini, ICFA berharap dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pelaku usaha layer cage-free serta memperkokoh posisi ICFA sebagai wadah solutif yang berdampak positif bagi perkembangan industri cage-free nasional. Lebih dari itu, ICFA juga berkomitmen untuk memastikan masyarakat sebagai konsumen dapat menikmati manfaat telur berkualitas tinggi yang diproduksi dengan prinsip kesejahteraan hewan yang terjaga.