Dicabutnya penggunaan Antibiotic Growth Promoters (AGPs) pada awal tahun 2018 menjadi tantangan tersendiri bagi dunia perunggasan. Banyak peternak yang mengalami kerugian yang cukup signifikan akibat menurunnya performa produksi ternak. Berkaitan dengan isu tersebut, PT Agroveta Husada Dharma menyelenggarakan webinar nasional ‘Maximize Your Profit with Probiotic’ yang diselenggarakan melalui Zoom, Kamis (21/01).
Hasiholan Ritonga selaku Product Manager PT Agroveta Husada Dharma menyatakan bahwa pasca pelarangan AGP pada awal tahun 2018 memang banyak ditemukan penyakit saluran pencernaan seperti Necrotic Enteritis (NE), Koksidiosis, dan slow growth pada broiler. Kasus tersebut pun saat ini juga masih sering ditemukan. Hasiholan menambahkan bahwa terdapat beberapa zat yang dapat menggantikan fungsi dari AGP, salah satunya probiotik karena mode of actionnya memiliki kemiripan dengan AGP.
Sementara itu Stanley Handiono Angkasa selaku Direktur PT Agroveta Husada Dharma (AHD) mengatakan bahwa PT Agroveta Husada Dharma bekerja sama dengan Bioproton Australia berupaya untuk memberikan produk alternatif pengganti AGP yaitu Natupro. “Penggunaan Natupro pada ternak dapat meningkatkan kesehatan saluran cerna, sehingga metabolisme pakan dapat bekerja dengan optimal dan profit yang dihasilkan oleh peternak akan tercapai,” jelasnya pada acara webinar sekaligus Grand Launching produk Natupro.
Juhani von Hellens selaku Technical Manager Bioproton Australia mengatakan bahwa kerja sama yang telah dilakukan antara AHD dan Bioproton telah dijalin selama 20 tahun. Kerjasama tersebut awalnya berpusat pada produk multienzim yaitu Natuzyme. Tiga tahun lalu kerja sama ini berkembang dengan meluncurkan produk lainnya yaitu produk probiotik dengan nama Natupro.
Probiotik memiliki peranan penting terhadap kesehatan manusia, hewan, bahkan tanah. Prof. Dana Stanley selaku Associate Professor Central Queensland University Australia menjelaskan bahwa pada dunia peternakan, terdapat dua aspek penting pada keberadaan bakteri saluran pencernaan, yaitu pengaruhnya pada Feed Conversion Ratio (FCR) untuk performa hewan dan terhadap imunitas untuk menangkal penyakit.
Saat ini, topik yang sedang hangat diperbincangkan mengenai pemakaian probiotik di dunia peternakan serta kesehatan manusia salah satunya apakah probiotik tersebut hidup dan dapatkah bakteri tersebut berkembang dalam saluran pencernaan. Dana menjelaskan bahwa ketika probiotik komersil yaitu live probiotic seperti Lactobacillus dan Bifidobacteria diambil dan diletakan dalam suatu media dengan kondisi ideal, maka probiotik tersebut membutuhkan waktu 24 jam untuk tumbuh. Kondisi freeze-dried maupun transportasi dalam tempat penyimpanan yang panas dapat menghancurkan bakteri ini.
Kedua keadaan tersebut menjadikan probiotik tersebut kehilangan potensinya sehingga hasil yang diberikan dari pemberian probiotik tersebut tidak maksimal. Saat ini sudah ada generasi terbaru dari probiotik pada dunia peternakan yaitu dari genus Bacillus. Bakteri ini selalu dapat hidup dan berkembang karena Bacillus dapat membentuk spora yang selalu bergeminasi dan menghasilkan enzim yang bermanfaat bagi hewan ternak. Jenis probiotik inilah yang terkandung dalam Natupro.
Live probiotic vs Spore-based probiotics
Jacoba Madigan-Sretton yang merupakan Senior Animal Nutritionist Bioproton menjelaskan bahwa Natupro merupakan produk yang unik diantara produk lainnya yang ada dipasaran, dimana banyak produk yang berbasis live probiotic. Bakteri dalam Natupro adalah bakteri yang unik dan sangat stabil terhadap panas, yaitu tahan terhadap suhu 120 °C selama 3 menit dan 130 °C selama 1 menit. Hal tersebut tentu cocok untuk processing pakan seperti pelleting. Selain itu, empat strain Bacillus yang terkandung dalam satu produk probiotik ini dapat bekerja secara sinergis dan dapat memberikan hasil yang lebih baik berkenaan dengan performa, mortalitas, dan kondisi kesehatan keseluruhan flock.
Lebih lanjut, Jacoba menjelaskan bahwa probiotik yang terkandung dalam Natupro dapat melewati pH rendah pada saluran pencernaan tanpa terjadi deaktivasi sehingga dapat berkolonisasi dengan baik di usus dan memperbaiki morfologi usus. Ketika penyerapan nutrisi menjadi optimal oleh pemakaian probiotik Natupro, maka secara langsung memberikan cost- effective dalam biaya produksi.
Probiotik perangi resistensi
Pemberian Natupro dapat memerangi bakteri patogen yang dapat menimbulkan tingginya mortalitas, menurunkan tingkat performa, kualitas telur yang buruk, footpad dermatitis, dan wet litter. Mekanisme antimikroba yang dimiliki oleh Natupro yaitu berasal dari Bacillus yang menghasilkan bakteriosin dan lichenicidin. Bacillus juga dapat bekerja sebagai competitive exclusion di mana Bacillus dapat melekat pada dinding usus dan mencegah bakteri patogen untuk menempel pada usus. “Bacillus menghasilkan substansi yang dapat meningkatkan immunitas sehingga dapat menggantikan pemakaian antibiotik, atau dengan kata lain juga turut memerangi resistensi antibiotik,” ungkapnya.
Keunggulan dari kestabilan Natupro turut disampaikan oleh Yocelin Purnamasari selaku Key Account Manager PT Agroveta Husada Dharma. Yocelin menyebutkan bahwa Natupro stabil terhadap berbagai pengaruh lingkungan sehingga memiliki daya simpan yang lama yaitu sampai dengan dua tahun. Adv