Perkembangan industri perunggasan di Indonesia yang semakin maju dan kompetitif dewasa ini menciptakan tuntutan wajib bagi produsen dalam menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas. Di sisi lain, produsen juga dituntut untuk selalu dapat beroperasi dengan efektif, efisien, dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan bisnis yang dinamis. Tak terkecuali jika kita berbicara mengenai hulu bisnis perunggasan, yaitu pengelolaan di hatchery dan kandang.
Tingkat kematian kurang dari satu persen pada umur tujuh hari merupakan golden rules untuk setiap produsen unggas. Namun, karena tren saat ini adalah kebijakan bebas antibiotik, target ini menjadi sebuah tantangan tersendiri. Tekanan dari pasar membuat produsen harus memaksimalkan efisiensi untuk mengontrol setiap detail rantai produksi. Dalam konteks di hatchery, sedikit penyimpangan dalam manajemen, penanganan telur, desinfeksi telur tetas atau higiene penetasan, akan sangat berdampak pada kesehatan dini pada ayam.
Proses transfer di hatchery merupakan suatu kegiatan memindahkan telur dari mesin setter ke mesin hatcher. Candling memegang peranan penting dalam proses transfer yang bertujuan untuk melakukan pemisahan non-viable eggs dan viable eggs atau telur fertil. Akurasi dalam proses candling sangatlah vital, di mana hal ini akan sangat menentukan kualitas dari DOC yang akan dihasilkan.
Secara umum, candling di Indonesia masih dilakukan secara tradisional atau manual. Sistem candling manual ini memiliki keterbatasan untuk mengidentifikasi semua kategori non-viable eggs yang meliputi telur infertil, early dead, middle dead, late dead serta rotten eggs. Kesulitan mendeteksi kematian embrio dan telur yang busuk ini akan memberikan dampak negatif untuk performa produksi. Non-viable eggs yang terbawa dalam mesin hatcher akan menjadi sumber kontaminasi sehingga dapat berdampak pada penurunan hatchability, peningkatkan late mortality, dan penurunan kualitas DOC. Sementara itu, ada pilihan lain dari metode candling yang menggunakan teknologi yang lebih modern.
Laser Life®
Laser Life® merupakan mesin candling otomatis yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi semua kategori non-viable eggs dan juga memisahkan telur fertil, infertil/clear, early dead, middle dead, late dead, serta rotten eggs ataupun explosive eggs. Mesin candling Laser Life® dengan teknologi modern ini saat ini berkembang sangat masif dan menjadi leader dalam teknologi live embryo detection. Laser Life® secara signifikan mengalami pertumbuhan dari periode 2020 sampai dengan 2022 yaitu 42 % untuk global, 85 % untuk Asia dan 250 % di Indonesia.
Laser Life® memiliki gabungan dua sistem teknologi, yaitu Laser dan Thermal Imaging Camera yang dapat mengukur emisi panas embrio dan dilengkapi dengan sistem removal/mesin pemisah untuk telur infertil, dead, dan fertil. Laser Life® memiliki kecepatan proses candling 50.000 telur per jam. Berdasarkan pengalaman di lapangan, Laser Life® dapat melakukan candling sebanyak kurang lebih 100.000 sampai dengan 200.000 telur hanya dalam waktu 3 jam sampai 5 jam per hari nya. Laser Life® juga dilengkapi dengan HMI (Human Machine Interface) atau display yang menampilkan data candling secara real time, sehingga tim hatchery dapat langsung melakukan analisis terkait performa per flock telur (infertil, fertil dan dead eggs).
Dengan teknologi yang dimiliki Laser Life®, proses candling dapat dilakukan secara efektif dan efisien, dimana non-viable eggs dapat terdeteksi dan dipisahkan secara optimal pada saat transfer. Dengan demikian telur-telur yang masuk ke hacther hanya viable eggs atau telur fertil saja.
Laser Life® vs Manual Candling di Indonesia
Data dikumpulkan dari tiga hatchery di Jawa Barat kemudian dibandingkan antara yang menggunakan Laser Life® dan yang menggunakan manual candling. Data Laser Life® diperoleh dari 13 grup dan data manual candling diperoleh dari 11 grup. Secara statistik, terdapat perbedaan yang signifikan pada non hatched eggs/jumlah telur yang tidak menetas, rotten eggs/telur busuk, dan contaminated embryo/embrio terkontaminasi. Rata-rata non hatched eggs pada grup manual candling sebesar 7,88 % sedangkan grup Laser Life® sebesar 4,81 %. Rata-rata rotten eggs pada grup manual candling sebesar 0,95 % sedangkan grup Laser Life® sebesar 0,24 %. Rata-rata contaminated embryo pada manual candling sebesar 2,49 % sedangkan grup Laser Life® sebesar 1,45 %. Jumlah culled chick dan telur yang terkontaminasi mold juga terdapat perbedaan pada grup manual candling dan grup Laser Life®. Rata-rata culled chick pada grup manual candling sebesar 0,69 % sedangkan grup Laser Life® sebesar 0,33 %. Untuk rata-rata mold pada grup manual candling sebesar 0,19 % sedangkan grup Laser Life® sebesar 0,12 %.
Hal ini mampu membuktikan bahwasannya tingkat akurasi candling yang tinggi pada Laser Life® dapat menurunkan non hatched eggs atau DIS (dead in shell) pullchick. Dengan kata lain, Laser Life® dapat meminimalisir non-viable egg yang masuk ke hatcher sehingga rotten eggs dan contaminated embryo juga berkurang secara signifikan. Dengan berkurangnya telur DIS yang masuk ke hatcher, maka akan mengurangi kontaminasi di hatcher, sehingga dapat meningkatkan kualitas DOC dan juga meningkatnya angka DOC yang menetas.
Tujuan utama dari Laser Life® yaitu meciptakan DOC yang sehat pada saat menetas dengan cara mengurangi kontaminasi yang terjadi di hatcher dan juga clean hatch atau menghasilkan DOC yang menetas menjadi lebih bersih pada saat pullchick. Di sisi lain, Laser Life® juga dapat mengurangi penggunaan antibiotik dan mengurangi kematian di tujuh hari pertama. Monitor dan kontrol aplikasi Laser Life® dalam bentuk implementasi C.H.I.C.K (Chicken Hatchery Immunization Control Keys) Program dapat membantu pelanggan dalam mengoptimalkan proses candling secara otomatisasi di hatchery sehingga membantu meningkatkan performa bagi hatchery.
The Best Match Egginject® untuk Vaksinasi in Ovo
Laser Life® merupakan mesin yang sangat ideal ketika suatu hatchery akan menerapkan vaksinasi in-ovo atau vaksinasi pada telur. Mesin vaksinasi in-ovo yang dimiliki Ceva dikenal dengan nama Egginject®. Dengan menggunakan Laser Life® dalam proses vaksinasi in-ovo, maka akan dapat meminimalisir terbuangnya vaksin. Hal ini dikarenakan Laser Life® mampu mengidentifikasi non-viable eggs (infertile/clear, early dead, middle dead, late dead, serta rotten/explode) dan dipisahkan pada saat transfer sebelum proses vaksinasi in-ovo sehingga hanya telur-telur fertil saja yang akan diinjeksi vaksin oleh mesin Egginject®. Kombinasi Laser Life® dan Egginject® dapat mengurangi kemungkinan kontaminasi silang. Hal ini akan berdampak pada kesehatan dan kebersihan DOC saat menetas. Selain itu juga Laser Life® dan Egginject® dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas hatchery, baik dari sisi biaya vaksin, penghematan waktu dan tentunya sumber daya manusia. Adv