POULTRYINDONESIA, Jakarta – Menjadi orang yang bermanfaat terkhusus bisa berkontribusi dalam menyuplai kebutuhan daging masyarakat merupakan alasan bagi Nurul Ikhwan menekuni bidang perunggasan. Pria yang lahir di Kabupaten Pandeglang, 15 Juli 1993 dan sering disapa Iwang ini merupakan seorang Supervisor Produksi Grandparent Farm Poultry Breeding Division PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Ketika berbincang dengan tim Poultry Indonesia di Jakarta, Senin (27/4), Iwang tertarik pada proses pembibitan perunggasan yang ada di Indonesia. “Walaupun secara produksi komersial sudah terpenuhi, akan tetapi dari segi pembibitan, Indonesia masih mempunyai ketergantungan dengan negara lain,” ungkapnya.
Iwang menambahkan bahwa saat ini Indonesia belum bisa mengahasilkan pure line ayam ras pedaging sehingga belum bisa menjadi negara yang mandiri dan masih menggantungkan impor grand parent stock (GPS) dari negara lain. Dengan profesinya saati ini, dirinya mengaku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghasilkan day old chick parents stock (DOC PS) yang prima sehingga bisa mencukupi kebutuhan akan final stock Indonesia, hingga bisa menembus pasar ekspor dunia.
Baca Juga: Gambaran Proses Audit Populasi GPS Ayam Ras Broiler
“Saya berharap Indonesia segera dapat mengahasilkan pure line ayam ras pedaging sehingga menjadi negara yang mandiri, serta semoga pemerintah dapat mendukung riset terkait pure line ayam ras pedaging tersebut yang saat ini sedang dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia,” pungkasnya. Sandi
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Juni 2020 dengan judul ”Nurul Ikhwan – Tertarik pada Pembibitan Perunggasan”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153