Penggunaan antibiotik di peternakan telah diawasi secara tegas oleh pemerintah dan juga konsumen. Para konsumen semakin menyadari pentingnya sumber makanan asal hewan yang sehat dan terbebas dari residu antibiotika. Hal ini menjadi tantangan untuk para pelaku industri peternakan, khususnya perunggasan untuk penyediaan sumber protein tanpa penggunaan antibiotic growth promoters (AGP).
“Produk ini mempunyai kemampuan sebagai anti mikrobial dan anti viral yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti alternatif AGP untuk ternak. Kami berharap semoga webinar ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu mengenai kesehatan pada sistem pencernaan unggas bagi kita semua,” tambahnya.
Melalui jaringan distribusi PT SHS International, produk Aromabiotic® Poultry dari Nuscience dapat didapatkan dengan mudah. Agung Wiono selaku SHS Feed Additive Product Manager SHS International mengatakan bahwa produk ini adalah produk
unik dari Nuscience dan melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan referensi bagi pelanggan untuk meningkatkan performa ternak.
Pentingnya keseimbangan mikroflora
Pada kesempatan pertama, Tony Unandar menjelaskan mengenai ‘Gut Health: The Path to Achieving Healthy Profit.’ Berdasarkan pengalamannya di lapangan, banyak sekali faktor-faktor yang mendukung kesehatan ternak seperti nutrisi, kesehatan, lingkungan dan manajemen budi daya. Menurutnya, keempat hal tersebut yang mendukung potensi genetik terekspresikan dalam bentuk performa ternak dikandang.
Tony mengungkapkan ada sebuah hipotesa kuno yang terbukti bahwa semua penyakit berawal dari saluran cerna atau usus, hal yang perlu dilakukan untuk menjaga dan mengoptimalkan kondisi di dalam usus agar tetap prima dan homeostasis.
“Pasca pelarangan AGP, terjadi efek domino pada kesehatan saluran cerna. Seperti yang diketahui pada broiler ataupun layer sangat mudah untuk merespons perubahan tersebut seperti komposisi, bentuk dan bahan pakan akan berpengaruh pada keseimbangan mikroflora dalam usus,” ungkapnya.
Keberadaan mikroflora pun dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan manajemen pemeliharaan. Pemberian antibiotik mengakibatkan perubahan mikroflora yang sangat berhubungan dengan kondisi dinding usus yang dapat berakibat pada reaksi peradangan pada usus. Biasanya terjadi pada usus bagian depan dan belakang. “Kita harus melihat bagaimana Medium Chain Fatty Acids (MCFA) dapat menjaga keseimbangan mikroflora di saluran cerna pasca non AGP,” terangnya.
Aromabiotic® Poultry solusi alternatif pengganti AGP
Sampai saat ini, para ahli pemuliaan masih terus berusaha mengupayakan peningkatan kualitas genetik ternak. Hal tersebut bertujuan untuk menghasilkan genetik yang memiliki performa produksi maksimal, berat badan yang baik, konversi pakan
yang efisien, serta hasil karkas seperti yang diharapkan. Hal ini memberikan tantangan pada manajemen kesehatan ternak agar tidak terjadi gangguan proses pencernaan. Terlebih pelarangan penggunaan AGP yang sudah dilakukan beberapa tahun terakhir ini. Maka dari itu, kesehatan ternak khususnya kesehatan usus yang memiliki peranan penting dalam sistem produksi ternak harus mendapatkan nutrisi yang efektif dan efisien.
Nuscience berpengalaman dalam membantu pabrik pakan
dan peternak di seluruh dunia untuk meningkatkan kualitas pakan dan dengan menghindari penggunaan antibiotik yang berlebihan. Jan Vervloesem dalam seminarnya memaparkan mengenai ‘Aromabiotic® Poultry – Best MCFA for Better Performance and Profitability’ mengatakan bahwa kita dapat menggunakan antibiotik secara bertanggung jawab pada hewan tanpa mengorbankan keamanan pangan dan kesehatan manusia, serta kesehatan hewan.
Jan menjelaskan bahwa Nuscience ingin terus memberikan nilai yang terukur, relevan dan berkelanjutan bagi peternak unggas dan industri perunggasan. “Saat ini kita semua memiliki tantangan yang dihadapi dengan permintaan konsumen, secara hukum, manajemen dan pola produksi untuk mengoptimalisasi unggas dan genetik unggas dewasa ini,” ujarnya.
Aromabiotic® Poultry berisi campuran Medium Chain Fatty Acids atau asam-asam lemak yang mengandung rantai atom C6, C8, C10 dan C12. MCFA dapat diperoleh melalui dua sumber utama yakni berasal dari minyak kelapa dan minyak kelapa sawit. Medium Chain Fatty Acids memiliki manfaat untuk mengurangi virulensi patogen seperti dari Salmonela, E.coli, C. perfringens dan dapat meningkatkan morfologi usus, serta meningkatkan fungsi imun.
Khususnya dalam meningkatkan imunitas, Aromabiotic® Poultry mempunyai cara kerja khusus yang unik yaitu dengan meningkatkan kualitas heterofil dan memperpanjang umur heterofil, Aromabiotic® Poultry dapat membantu untuk meningkatkan performa ayam yang biasanya menurun karena efek stress pada vaksinasi. MCFA mengkompensasi penurunan berat badan yang diakibatkan karena proses vaksinasi.
Dengan cara ini penggunaan MCFA memiliki efek menguntungkan dibandingkan penggunaan antibiotik dalam pakan, dan memberikan manfaat tambahan ketika digunakan bersamaan dengan asam organik, minyak esensial, probiotik atau Bersama dengan AGP alternatif yang lain.
Selain itu, MCFA berbeda dengan acidifier lain dan MCFA terkenal memiliki sifat antimikroba yang sangat baik. Konsentrasi minimal Medium Chain Fatty Acids yang dibutuhkan dapat menghambat pertumbuhan mikroba jauh lebih rendah dibandingkan asam lemak rantai pendek / short fatty acids karena cara kerja MCFA adalah dengan merusak sel bakteri dengan melakukan acifidification di dalam sel bakteri dan blok replikasi DNA bakteri, hal ini berbeda dengan cara kerja fatty acids yang lain yang berfungsi untuk menurunkan pH (pKa) saluran cerna saja. Selain itu MCFA juga bekerja menurunkan virulensi pathogen yang berada di usus bagian belakang. Hal ini adalah cara kerja unik dari Aromabiotic® Poultry karena dapat bekerja di usus depan dan usus belakang. Di beberapa study ditunjukkan bahwa Aromabiotic® Poultry efektif terhadap E.coli dan Salmonella dengan penggunaan dosis yang tepat. Jan menambahkan bahwa Aromabiotic® Poultry dapat meningkatkan kapasitas pencernaan dan daya serap pada saluran cerna. “Sebuah penelitian dilakukan di ILVO Belgium menerangkan bahwa perbedaan morfologi vili pada broiler dalam 42 hari, pada duedenum mencapai lebih dari 66% dan bertambah 33% pada Ileum. “ tambahnya.
“Kami melihat dalam pemberian Medium Chain Fatty Acids sangat berpengaruh pada kualitas dan kuantitas daging dan telur yang dihasilkan. Hasil ternak yang aman, dapat dipercaya, bertanggung jawab, dan efisien,” ungkapnya. Berbagai penelitian yang telah dilakukan Nuscience di Amerika Serikat, berbagai wilayah Eropa seperti Belgia, Hungaria, Portugal, dan beberapa wilayah Asia lainnya seperti Thailand dan China menunjukkan bahwa setelah penggunaan Aromabiotic® Poultry berpengaruh baik pada peningkatan FCR dan yield carcass pada Broiler, peningkatan produksi telur pada Laying hens dan memperbaiki performa pada Broiler Breeder: mengurangi hairline crack (retak rambut), memperbaiki hatchability dan kualitas DOC.
Sebagai kesimpulan Jan menjelaskan bahwa cara kerja dari Aromabiotic® Poultry sangat berbeda dengan asidifier lain dan dapat diandalkan sebagai alternatif AGP karena :










