Banyak orang yang mengagumi keindahan bulu merak, tapi sedikit sekali yang mengetahui cara menjaga dan mempertahankan keindahan bulunya.
Merak dikenal karena keindahan bulunya, terutama pada jantan yang memiliki ekor panjang menjuntai dengan corak menyerupai mata berwarna hijau kebiruan yang berkilau. Unggas hias yang termasuk genus Pavo ini jantannya terkenal karena suka memamerkan ekor panjang untuk menarik perhatian betina saat musim kawin.
Dr. Boedi Setiawan drh., M.P. selaku Dosen Nutrisi Hewan FKH Unair saat ditemui Tim Poultry Indonesia di suatu cafe di Surabaya pada Rabu, (8/10). Ia yang sudah lama meneliti struktur warna pada burung merak menjelaskan bahwa warna hijau metalik dan kilau tiga dimensi pada bulu merak jantan tidak muncul begitu saja.
“Agar merak bisa memancarkan warna dengan kilau maksimal itu ada syarat yang harus dipenuhi. Warna yang keluar itu tergantung pada kesejahteraan si merak. Hewan yang hidup sejahtera, memenuhi 5 kebebasan hewan, bebas dari lapar, haus, rasa sakit, dan stres akan menampilkan warna paling optimal”.
Dari sisi nutrisi, merak membutuhkan pakan tinggi protein untuk mendukung pertumbuhan bulunya. Menurut Dosen yang kerap disapa Buset tersebut, merak baru benar-benar dewasa di usia tiga tahun, saat bulu dan warnanya sudah sempurna.
“Sumber protein bisa berasal dari serangga, ulat, hingga tambahan buah-buahan. Tapi di penangkaran, keseimbangan nutrisi alam bisa digantikan dengan pakan formulasi lengkap (complete feed),” jelasnya.
Sekarang penangkar sudah dimudahkan dengan adanya complete feed. Jadi tidak perlu repot mencari serangga atau buah. Semua kebutuhan nutrisi merak sudah terpenuhi, dan warna bulunya keluar optimal.
Merak Ponorogo: Antara Budaya dan Konservasi
Beralih ke Ponorogo, pada Sabtu, (11/10) Tim Poultry Indonesia menyambangi Gentan Farm milik Edi Kurniawan S.T, M.T, yang menangkar berbagai jenis merak dalam kandangnya. Ia juga merupakan anggota yayasan reog Ponorogo yang sudah aktif membudidayakan merak sejak 2018.
“Karna saya berkecimpung di Reog Ponorogo, saya ingin budaya ini dilestarikan. Salah satu syarat agar diakui UNESCO adalah dengan punya sumber daya alamnya sendiri dan merak termasuk di dalamnya”.
Gentan Farm saat ini baru bisa memenuhi 1-5% permintaan bulu merak di Ponorogo. Edi menunjukkan berbagai jenis merak di penangkarannya, dari merak biru India, merak putih, hingga merak hijau Jawa yang menjadi kebanggaan Indonesia. Untuk merak hijau, ia bekerja sama dengan BKSDA Jawa Timur karena statusnya dilindungi.
“Saat diamanahi merak hijau ini saya sedikit khawatir, takut tidak bisa menjaganya, apalagi ini hewan asli Indonesia yang dilindungi, maka saya sangat hati-hati terutama menyangkut pakannya, dan saya sudah buktikan sendiri pakan 599 Aurora ini memenuhi kebutuhan gizi merak”.
Saat ditanya mengenai tatacara pemberian pakannya, Edi sampaikan jika ia memberi merak makan 2x sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Kini, Edi memelihara lebih dari 200 ekor merak dengan tiga orang pekerja, ditambah sekitar 150 telur di inkubator dan semuanya menggunakan pakan 599 Aurora.
Karena penasaran dengan pakan yang dipakai oleh Edi, Tim Poultry Indonesia selanjutnya mewawancarai Teguh Woer selaku Head Department Non Commercial Feed (NCF) CPI Surabaya pada Sabtu, (11/10) yang menjelaskan bahwa CPI memang merancang 599 Aurora sebagai pakan unggas hias pertama di Indonesia.
“Formulasinya khusus untuk unggas hias, baik ayam, merpati ataupun unggas air. Dengan komposisi gizi lengkap dengan 3 tambahan unsur yaitu asam amino, probiotik dan herbal serta trace mineral”.
Selain 599 Aurora, Teguh juga memperkenalkan 582K sebagai pakan alternatif lain untuk unggas hias. Sudah dilengkapi probiotik dan multivitamin, 582K mendukung kebutuhan dasar nutrisi unggas hias.
“582K ini biasa digunakan sebagai pengganti pakan tradisional seperti jagung, gabah, dedak, dan beras merah. Cocok untuk semua jenis unggas dan merpati, selain praktis dan efisien harganya juga tentu terjangkau,” jelas Teguh.
Untuk feeding management, Teguh menganjurkan untuk mencampurkan pakan 599 Aurora dengan 582K. Pagi hari ia sarankan memberi pakan 599 Aurora sebanyak -+ 3 sendok makan, sedangkan sore hari menggunakan pakan 582K -+ 5 sendok makan. Dengan begitu, bulu akan semakin lentur, lebat dan kuat serta warna lebih tajam. Adv










