POULTRYINDONESIA, Jakarta – Berbicara tentang One Health memang tak lepas dari beberapa sektor yang saling berhubungan satu sama lain, seperti manusia, hewan, tumbuhan, sampai dengan ekosistem atau lingkungan. Adanya isu global tentang masalah kesehatan yaitu adanya peningkatan resistensi mikroorganisme, mengharuskan ada terobosan baru atau penemuan baru yang bisa membawa dampak kesehatan yang baik untuk semua sektor, diantaranya bisa menciptakan antibiotik baru atau solusi biokimia lainnya.
Bertempat di IPB International Convention Center, Bogor, Ekotalis Teknologi Indonesia bersama dengan Koppert serta AND BioPharma BV menggelar konferensi yang bertajuk “One Health”, pada Senin (28/10). Dengan adanya penyerapan agriteknik yang sangat cepat di Asia, dan juga sektor pertanian yang dianggap penting di Indonesia, inilah awal mula yang menginisiasi konferensi ini dilakukan untuk pertama kalinya di Indonesia.
Dalam Welcome Speech, Prof. Dr. Bungaran Saragih mantan Menteri Pertanian dan Menteri Kehutanan menyambut para pembicara dari Italia dan Belanda. Prof Bungaran mengatakan Prof Stefano Mazzoleni dan timnya dari University of Naples, Italia, telah menemukan No Self Principle, yaitu suatu penemuan yang berarti bahwa pertumbuhan organisme apapun dapat dihambat oleh DNA organisme itu sendiri, yang nantinya konsep ini sangat bagus jika di aplikasikan di Indonesia. “Implikasi dari penemuan ini sangat luas sehingga dapat mencakup semua sektor, yaitu kesehatan manusia, kesehatan hewan, kesehatan tumbuhan, serta kesehatan lingkungan,” ungkap Prof. Saragih.
Dalam konferensi yang di moderator oleh Dr. Taco Bottema, Direktur Ekotalis Teknologi Indonesia, ini menghadirkan beberapa pembicara, salah satunya Peter Jens yang merupakan CEO AND BioPharma dan Prof. Stefano Mazzoleni dari University of Naples Federico II, Italy. Turut hadir pula dalam sesi tanya jawab Prof. drh. Bambang Poerwantara Ph.D, Dosen IPB dan Prof. Dr. Didiek Hadjar Goenadi, Peneliti Ekotalis Teknologi Indonesia yang ikut menghangatkan suasana diskusi. Dengan adanya penemuan ini diharapkan mempunyai potensi ilmiah untuk menggantikan berbagai antibiotik yang merugikan di masa mendatang, terutama antibiotik yang dicampur dengan pakan hewan. Penemuan-penemuan terbaru ini juga memiliki potensi untuk mengurangi penggunaan pestisida dan fungisida secara signifikan sehingga membantu sektor pertanian Indonesia menjadi “hijau”.