Di dalam industri peternakan, stres berkepanjangan akan sangat berpengaruh terhadap penurunan jumlah produksi, performa, jumlah telur, imunitas tubuh dan kualitas telur pada ayam. Hal ini tentu harus menjadi perhatian peternak, dikarenakan banyak sekali faktor pendukung terjadinya stres pada ayam seperti, reaksi vaksinasi, potong paruh, pindah kandang, cuaca, dan lain – lain.
Atas dasar hal tersebut, PT Biochem Zusatzstoffe Indonesia bekerjasama dengan PT SHS International yang merupakan salah satu perusahaan distributor produk dari Biochem memperkenalkan kembali produk Stress Pack® SL dan LiquiVit® Strong pada seminar daring pada hari Kamis (14/4) bertajuk : “ Optimal Stress Management – Every egg Counts ; Strengthen Relaxation, Immunity, Egg Production and Fertility”.
Dalam kesempatan ini drh. Veny Wibowo Direktur PT Biochem Zusatzstoffe Indonesia mengatakan bahwa seminar ini akan membahas mengenai manajemen unggas yang baik agar dapat menghasilkan produktivitas dan performa ayam yang optimal sehingga berdampak pada keuntungan peternak.
“Stres dapat mengakibatkan gangguan berat badan atau tidak memenuhi standar, produksi menurun dan terjadi imunosupresi. Untuk mengetahui penyebab ayam mudah stres dan cara penanganannya akan banyak dibahas pada seminar ini,” jelas Veny.
Biochem Zusatzstoffe Indonesia berkomitmen untuk memberikan produk yang aman dan berkualitas tinggi, dengan moto “Feed Safety for Food Safety” Biochem terus berupaya agar produk yang dihasilkan dapat memberikan dampak positif bagi berbagai hewan ternak dan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat secara luas.
Turut hadir dalam kesempatan ini, drh. Lusianingsih Winoto selaku Product Manager PT SHS International. Ia mengucapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran para peserta seminar ini. “Kondisi pandemi saat ini membuat banyak perubahan pada berbagai sektor, termasuk pada sektor perunggasan. Melalui seminar ini diharapkan bapak/ibu mendapatkan ilmu bermanfaat dan dapat diimplementasikan di peternakan anda,” jelas Lusi.
Stress pada ayam modern
Pada seminar ini, Tony Unandar selaku private poultry consultant memaparkan materi mengenai “Pathobiology of stress in modern birds : Potential molecular intervention and its limitation”. Dalam sebuah publikasi diketahui bahwa terdapat beberapa hal yang dapat mengakibatkan stres pada ayam modern, yakni pengaruh teknologi, nutrisi, lingkungan dan internal.
Tony menyebutkan bahwa faktor teknologi yang dimaksud ini seperti waktu penyebaran ayam, kepadatan ayam di kandang closed house dan proses transfer pullet atau DOC ke kandang. Sedangkan nutrisi dipengaruhi oleh mikotoksin, oksidasi lemak, dan toxic metals. Stres karena kondisi lingkungan dan stres internal yang diakibatkan oleh vaksinasi.
“Dari stres yang terjadi ini akan mengakibatkan terbentuknya radikal bebas atau prooxidant dalam tubuh ayam yang akan mengganggu produktivitas, hormon reproduksi, imunitas, dan kualitas produk yang dihasilkan,” terang Tony.
Faktor stres dan proses pencernaan sangat berpengaruh pada performa broiler maupun layer. Hal ini dipengaruhi oleh nutrisi yang diberikan pada ayam modern yang secara umum memiliki karakter metabolit rate atau sistem pencernaan yang tinggi. “Banyak yang tidak menyadari jika proses pencernaan secara mekanik, biologi, enzimatik, dan penyerapan nutrisi ini dapat mengakibatkan intensive stres secara tidak langsung. Apalagi kondisi lingkungan, manajemen, tantangan penyakit dan lemahnya biosekuriti dapat berdampak langsung pada kondisi ayam,” jelas Tony. Jika ayam dalam kondisi stres dan apabila terjadi terus menerus akan membawa penyakit dan terbentuk radikal bebas. Hal ini sebagai indikator adanya oxidative stress yang terjadi di kandang. Infeksi virus dari lapangan maupun proses pemberian vaksin harus sangat hati-hati karena ayam akan menjadi stres.
“Pada pemberian vaksin yang berulang dan tidak terprogram dengan baik akan menimbulkan performa ayam menjadi tidak maksimal, hal ini karena stres yang dialami oleh ayam. Memang ayam membutuhkan stres, untuk melatih sistem imun pada ayam namun pada level tertentu yang dapat ditoleransi ujar Tony.
Pemberian vitamin
Pemaparan selanjutnya, Tony pun menjelaskan mengenai “Fat Soluble Vitamins – Immunomodulatory Effect In Modern Poultry”. Kondisi saat ini, dimana pasca diberlakukannya penggunaan pakan non AGP. Semakin banyak peternak yang mencari solusi agar dapat menghadapi gangguan dari patogen maupun mikroba. Sudah banyak peneliti dan praktisi lapangan yang memperhatikan penggunaan vitamin dan trace element pada ternak. Disamping penggunaan probiotik, prebiotik, acidifire, essential oil dan enzim.
Namun dalam 3 tahun terakhir penggunaan vitamin dan trace element untuk memperbaiki daya tahan ayam, lebih disukai karena lebih aman dan juga dapat melengkapi nutrisi atau mikro nutrisi yang dibutuhkan ayam. Peranan vitamin dan trace element tadi pada sistem imunitas (cellular, innate imunity atau adaptive immunity)
“Penggunaan vitamin dan trace element masih jarang digunakan pada ayam, kebanyakan hewan ternak besar yang sudah banyak menggunakan komponen ini untuk menjaga daya tahan tubuhnya,” ujar Tony.
Ia pun mengatakan jika terdapat 3 vitamin yang dapat larut dalam lemak yakni vitamin A, D3 dan E, yang memiliki manfaat yang beragam dan saling berhubungan. Vitamin A, umumnya didapatkan dari komponen tumbuhan yang dapat ditambahkan pada campuran pakan. Pada tumbuhan yang memiliki kandungan vitamin A ini akan terjadi proses perubahan aktivasi retinol menjadi asam retinoat.
“Asam retinoat ini akan bekerja untuk menginduksi komponen pada inti sel, yang mana akan menghasilkan innate imunity. Keberadaan vitamin A dan D pada tubuh akan bersinergi untuk menstimulasi sistem imun pada ayam,” kata Tony.
Maka dari itu, sediaan imunomodulator pada ayam modern harus memiliki komposisi campuran vitamin A dan D. Keduanya ini dapat memberikan efek positif pada usus untuk membantu memperbaiki mucosal imunity. Pada vitamin D yang sudah banyak dikenal dapat meningkatkan imunitas tubuh.
“Saat ini, sudah banyak yang memilih innate imunity sebagai capaian yang diharapkan dan menjadi patokan dalam pemberian dosis vitamin karena untuk mendapatkan efek imunomodulasi. Pada vitamin D tidak menggunaan dosis minimum lagi, namun menggunakan dosis tengah dan dosis maksimum,” terang Tony.
Tony menambahkan jika pemberian vitamin pada dosis rendah akan mengakibatkan ternak menjadi ringkih dan peka terhadap penyakit. Performa yang diharapkan tidak tercapai di lapangan. “Maka dari itu, penggunaan vitamin D dosis tinggi efek imunomodulasi ini akan jauh lebih nyata,” tambah Tony.
Selain itu, vitamin lainnya adalah vitamin E yang sudah dikenal sebagai antioksidan. Vitamin ini bekerja untuk mencegah oksidasi berlebih pada tingkat mitokondria sel dan mencegah oksidasi pada inti sel. Pada tingkat cellular peranan vitamin E untuk mencegah serangan radikal bebas akibat kondisi stres. Bila kondisi oksidasi yang berlebih akan mengakibatkan kerusakan sel imun.
“Jadi sediaan vitamin E dalam suplementasi untuk mencegah munculnya serangan radikal bebas. Ini akan berefek pada imunomodulasi, dan sistem saluran cerna. Jika saluran cerna rusak, maka intake nutrisi yang masuk akan terganggu,” jelasnya.
Pemberian antioksidan dapat mencegah kerusakan sel-sel dalam tubuh dan pada ujungnya adalah mencegah kerusakan atau fungsi organ tertentu serta menjaga sel-sel imun yang terstimulasi oleh vitamin A maupun vitamin D.
Bantu atasi stres
Berdasarkan pemaparan dari drh. Kristiana Rini A selaku Product Manager PT Biochem Zusatzstoffe Indonesia turut hadir memberikan persentasinya mengenai “Optimal Stress Management – Every egg Counts; Strengthen Relaxation, Immunity, Egg Production and Fertility” . Rini mengingatkan bahwa kondisi stres pada layer akan mengganggu produksi telur, kualitas kerabang telur dan ujungnya bisa menimbulkan kematian. Terlebih dalam satu farm tingkat stres yang dialami masing-masing ayam berbeda dan kita kesulitan dalam membedakan ayam yang terkena stres akut atau stres kronis. Maka dari itu, untuk mengatasi stres hingga akarnya Biochem memperkenalkan Stress Pack® SL.
“Stress Pack® SL bisa bekerja langsung pada sistem pengaturan stres yaitu sistem neuroendokrin. Berbeda dengan produk lainnya yang biasa dijumpai di lapangan yang rata-rata mengatasi gejala simptomatis tetapi tidak langsung menekan pusat dari sistem saraf atau hormonal tersebut,” terang Rini.
Selain itu untuk membantu peternak dalam menghadapi tantangan stres ternaknya di era non AGP, Biochem menghadirkan solusi yang berupa program “Biochem Care Concept“ dengan menyediakan produk anti stres yaitu Stress Pack® SL dapat berfungsi sebagai relaxation produk dengan kandungan yang dapat menekan hormon stres yaitu kortisol dan adrenalin namun bisa meningkatkan hormon serotonin sehingga mengurangi stres pada ayam. Selain itu Biochem juga menghadirkan LiquiVit® Strong yang berfungsi untuk meningkatkan kekuatan tulang dan kerabang telur, imunitas dan fertilitas.
Pada Stress Pack® SL, mengandung vitamin C yang berperan menekan pelepasan kortisol dan juga sebagai antioksidan. Selain itu, mengandung L-Tryptophan yang dapat memberikan stimulus hormon serotonin, dan terkandung pula Magnesium organik yang berperan untuk membantu pelepasan ketegangan dan pelepasan hormon adrenalin serta kandungan betain yang mampu menjaga keseimbangan stabilitas dalam usus.
LiquiVit® Strong yaitu produk vitamin yang mengandung Vitamin A, Vitamin D3, dan Vitamin E yang dapat meningkatkan produktivitas telur,imunitas dan fertilitas. Vitamin yang larut dalam lemak dapat meningkatkan ketahanan terhadap penyakit dan meningkatkan respon imun. Keberadaan vitamin ini dapat membantu mengatur metabolisme mineral yang diperlukan untuk kekuatan tulang, merangsang produksi antibodi untuk kekebalan yang lebih baik dan meningkatkan kesuburan.
Vitamin yang larut dalam lemak dapat meningkatkan ketahanan terhadap penyakit dan meningkatkan respon imun. Keberadaan vitamin ini dapat membantu mengatur metabolisme mineral yang diperlukan untuk kekuatan tulang, merangsang produksi antibodi untuk kekebalan yang lebih baik dan meningkatkan kesuburan.
Vitamin A untuk perbaikan epitel yang dapat membantu meningkatkan fertilitas dan imunitas unggas, Vitamin D3 untuk metabolisme kalsium dan phosphor untuk meningkatkan kekuatan tulang juga imunitas, dan Vitamin E sebagai antioksidan yang akan membantu meningkatkan imunitas, kesehatan, dan kualitas kerabang telur.
LiquiVit® Strong direkomendasikan untuk mempertahankan kinerja hewan yang tinggi. Terutama pada saat metabolism rate meningkat, selama produksi tinggi, stres, dan apabila terjadi gangguan pada asupan pakan yang dapat menyebabkan terjadinya kekurangan vitamin sehingga diperlukan tambahan suplementasi melalui air minum.
“Dengan konsentrasi dan stabilitas vitamin yang tinggi, LiquiVit® Strong dapat menjadi booster fertilitas, produksi telur dan performa yang lebih baik. Selain itu dapat meningkatkan imunitas selama periode tinggi dan mendukung stabilitas tulang dan kerabang telur,” tutup Rini. ADV