POULTRYINDONESIA, Jakarta – Kadin WKU Peternakan kembali mengadakan audiensi pada Kamis, (2/1) di Menara Kadin, Jakarta Pusat. Acara ini mengundang beberapa pengusaha bidang logistik di Indonesia yang tergabung dalam PPLI (Perkumpulan Pelaku Logistik Indonesia) dan pengusaha bidang IT untuk sama-sama mensukseskan program makan bergizi gratis.
Dalam kesempatan tersebut, Cecep Muhammad Wahyudin selaku WKU Kadin Bidang Peternakan menyampaikan bahwa sebelum mencapai swasembada pangan, maka harus ada peningkatkan ketahanan pangan dan kedaulatan pangan. Dan para pengusaha logistik berperan penting dalam pelaksanaannya.
“Selaku WKU Kadin Bidang Peternakan, kita dibentuk khusus untuk menjadi garda terdepan untuk mensukseskan program pemerintahan. Sebagaimana diketahui bahwa 54,6% PDB Nasional itu berasal dari konsumsi rumah tangga dan 46,7% diantaranya adalah belanja rumah tangga untuk pangan. Maka peluang kita sangat besar.”
Ia menuturkan bahwa selama ini terjadi 28% kerusakan bahan pangan yang diakibatkan karena belum maksimalnya penggunaan rantai dingin. Food losses dalam produk pangan peternakan, perikanan dan hortikultura dapat diminimalisir apabila kita memperbaiki infrastruktur rantai dingin.
“Saat ini kapasitas terpasang cold storage di RPA adalah 160.000 ton, sedangkan produksinya telah mencapai 300.000 ton/bulan. Sehingga produk yang tidak tertampung berakhir membanjiri pasar dan membuat harga menjadi turun karena secara dasar hukum ekonomi, harga akan turun apabila barang banyak,” tegasnya.
Maka pangan sumber protein khususnya ayam terkesan oversupply, padahal apabila kita telisik lebih lanjut, ini adalah akibat dari tidak baiknya infrastruktur rantai dingin yang kita miliki. Untuk itu, Kadin mengundang para pengusaha logistik, khususnya rantai dingin untuk mencari solusi bersama.
Selanjutnya, dipimpin Kepala Bidang Logistik Pendingin PPLI, Tejo Mulyono melakukan diskusi terkait industri rantai dingin. Ia menggambarkan, sebelum adanya PPLI para pengusaha logistik di Indonesia berjalan masing-masing dan dengan hadirnya PPLI dapat menjadi wadah untuk menyatukan visi dan misi dan bersatu memajukan industri logistik di Indonesia.
“PPLI Logistik Pendingin senantiasa konsisten untuk membangun jaringan ritel cold chain di pelosok negeri Indonesia, dengan dilibatkannya kami dalam program pemerintahan ini tentunya meningkatkan kolaborasi antara pengusaha dan pemerintah. PPLI berkomitmen untuk selalu berusaha menyediakan layanan yang terbaik.”
Dalam usaha bidang dingin, beberapa user mengeluh terkait sulitnya penggunaan sistemnya, untuk itu Kadin juga turut mengundang pengusaha bidang IT, Prawito Hudoro selaku owner Xpansaja untuk memperkenalkan sistem yang easy to use dengan pola blockchain yang disertai dengan kode unik sehingga setiap barang memiliki catatan yang transparan dan bisa diakses oleh semua orang.