Oleh : Ishana Mahisa*
Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh anggota National Meat Processor Association (Nampa) atau Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia termasuk media dan juga para pihak yang telah membantu mensukseskan acara Musyawarah Nasional Nampa 2020 dan membawa industri pengolahan daging berkembang pesat. Munculnya anggota baru yang sifatnya lokal, yang bermain di suatu daerah tertentu namun jumlahnya semakin banyak, tentunya menjadi pemacu bagi pemain lama maupun baru karena potensi pasar untuk industri ini memang terus tumbuh.
Penulis juga mengimbau kepada rekan-rekan pelaku industri olahan agar berhati-hati dalam mencermati pasar saat ini. Banyak dari pasar modern yang ada saat ini, mengurangi atau menutup gerainya karena bersaing dengan bisnis daring, sehingga perlu pendalaman riset pasar yang tepat bila akan mengganti pasar ritel modern. Pergeseran pangsa pasar ini juga terlihat dari perkembangan ritel daring yang begitu cepat serta belum tersebar dan meratanya produk daging olahan di negara Indonesia, sehingga ini memberi peluang untuk membuka segmen pasar yang baru. Infrastruktur yang makin baik memberi kesempatan kita untuk memperluas pasar dan distribusi dengan lebih mudah.
Bagaimanapun juga, penulis menyadari bahwa dalam menghadapi tantangan ke depan yang semakin sulit, industri olahan daging tidak boleh merasa puas dengan pencapaian yang sudah ada. Apalagi jika mengingat isu laten yang dihadapi oleh anggota Nampa masih berupa pemenuhan bahan baku yang masih terasa hingga saat ini. Masih terkendalanya pemenuhan bahan baku, membuat kapasitas terpasang dari rata rata anggota Nampa berada di bawah kisaran 70%.
Baca Juga: Munas Nampa Industri Olahan Daging Harus Siap Hadapi Era Disrupsi
Perubahan teknologi yang cepat saat ini juga menuntut industri olahan untuk selalu memperbaharui teknologi yang digunakan sesuai dengan tantangan zaman, namun apapun bentuk kemajuan teknologi tersebut pada akhirnya ditentukan oleh sumber daya manusia itu sendiri. Peningkatan sumber daya manusia menjadi salah satu tumpuan untuk bersiap menghadapi era disrupsi dan persaingan global.
Kami sangat berharap kepada pemerintah agar komoditas beku (frozen) dari anggota Nampa itu bisa dimasukkan ke dalam manifes tol laut. Sesuai dengan program Presiden Republik Indonesia untuk menurunkan stunting, produk daging olahan ini sebenarnya bisa menjadi jawaban, karena dapat didistribusikan dengan mudah dan cepat ke wilayah-wilayah pulau terpencil di Indonesia. *Ketua Umum Nampa periode 2020-2024.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Februari 2020 dengan judul “Optimis Hadapi Era Persaingan Global”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153