POULTRYINDONESIA, Jakarta – Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan sentra jagung. Daerah sentra jagung tersebut dibagi dalam beberapa sektor. Di sektor barat terdaapat Gowa, Takalar, Jeneponto, Maros, Pangkep, Barru, pare pare dan selayar sebagai daerah sentra jagung. Disusul sektor timur terdapat Bone, Soppeng, Wajo,Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Sidrap & Pinrang. Kemudian daerah peralihan  yang meliputi Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Palopo, Tator, Toraja Utara & Enrekan.
Semua sektor di atas merupakan daerah penyuplai jagung untuk kebutuhan peternak dan pabrik pakan (feedmill) di Sulsel. Untuk informasi di Sulsel terdapat 7 feedmill dengan kapasitas produksi pakan sebanyak 1,580,000 MT/Tahun. Sedangkan untuk kebutuhan jagung untuk feedmill sebesar 50%, maka kebutuhan jagung rata–rata sebesar 790,000 MT/Tahun.
Kondisi saat ini di Sulsel sudah mulai panen raya jagung. Oleh karena itu, seluruh feedmill memaksimalkan serapan jagung yang ada dari petani jagung untuk memenuhi kebutuhan pabrik pakan yang beberapa saat terakhir ini kekurangan jagung. Kadar air jagung yang di terima bervariasi mulai dari 15 – 35 % . Adapun rata – rata pembelian harga jagung dengan kadar air 17 % adalah Rp.4600/kg.
Harga beli jagung dari feedmill dibandingkan dengan harga acuan yang telah di tetapkan oleh BAPANAS, masih lebih tinggi harga beli dari feedmill. Dimana untuk kadar air 17 % harga acuan BAPANAS sebesar Rp. 4200 Per Kg. Di beberapa tempat terlihat truk menunggu antrian untuk memasukkan jagung ke salah satu feedmill yang ada di Makassar.