Oleh : Ir. Sjamsirul Alam
Warna hitam pada ayam cemani justru menjadi pertanda cerahnya masa depan pemilik atau peternak jenis ayam ini. Bukan karena unsur mistis atau “kesaktian” ayam cemani tersebut, tetapi karena harga atau nilai ekonominya yang sangat tinggi; mencapai jutaan rupiah per ekor. Penampilan fisik ayam cemani yang begitu menarik mampu memberikan keuntungan lebih jika dibandingkan jenis ayam...
Oleh : Satria Budi Kusuma, S.Pt., M.Sc.
Era revolusi industri keempat atau yang masyhur disebut Revolusi Industri 4.0 kini sudah mulai merambah ke dunia peternakan dengan segala peluang dan tantangannya. Revolusi Industri 4.0 dapat diartikan sebagai masa ketika manusia mulai menemukan pola baru dalam perkembangan teknologi yang begitu cepat. Hal ini terlihat dengan maraknya teknologi artificial intelligence (AI), kendaraan otonom...
Peristiwa
Semarak 33 tahun VIV Asia, Penyelenggaraan Pameran Terbesar Sepanjang Pagelaran VIV Asia
Domi Sattyananda -
POULTRYINDONESIA, Bangkok – Sebagai salah satu penyelenggara pameran peternakan terbesar di Asia, VIV kembali dengan event VIV Asia yang bertempat di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC), Bangkok, 13-15 Maret 2019. Event yang diselenggarakan oleh VNU Exhibition Asia Pasific CO., Ltd. And VNU Exhibition Europe ini sukses menyelenggarakan pameran berkala besar dengan luas area pameran hingga 30.000 meter...
POULTRYINDONESIA, Cikande - Sebagai wujud keingintahuan terhadap kemajuan industri pengolahan makanan, beberapa akademisi peternakan dari berbagai Perguruan Tinggi melakukan kunjungan ke pabrik food processing milik PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) di Kawasan Cikande, Banten, Senin (10/3).
Dalam paparannya, Deputy General Manager PT Charoen Pokphand Indonesia Food Division, Alamsyah, menjelaskan bahwa produk pangan yang dihasilkan dari PT CPI sudah pasti terjamin kualitasnya....
POULTRYINDONESIA, Jakarta - Program beasiswa Charoen Pokphand Best Student Appreciation atau lebih dikenal dengan CPBSA mendapat perhatian khusus dari Tim Kantor Staf Presiden RI. Hal ini ditandai dengan hadirnya Ketua Deputi III Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis yaitu Denni Puspa Purbasari yang datang secara khusus untuk memberikan keynote speech dalam acara Meet & Greet...
POULTRYINDONESIA, Jakarta - Untuk sektor budi daya unggas di Indonesia, memang masih belum sepenuhnya mampu menerapkan Industri maupun Agri 4.0. Jika merujuk pada Kementerian Perindustrian dimana karakteristik dari Industri 4.0 itu mencakup 5 poin seperti Artificial Intelligence, Internet of Things, Advanced Robotics, Augmented atau Virtual Reality, serta 3D Printing. Sektor budi daya unggas di Indonesia masih belum sampai ke revolusi...
POULTRYINDONESIA, Jakarta - Banyak sekali efisiensi produksi yang bisa dicapai dengan penerapan industri 4.0. Proses produksi yang paling banyak terpengaruh dengan diterapkannya kategori kunci seperti yang sudah disebutkan di atas, adalah proses budi daya di tingkat peternak. Para peternak akan lebih mudah dalam mengambil keputusan di masa yang akan datang dengan big data yang sudah dikumpulkan hari demi harinya. Kelemahan...
POULTRYINDONESIA, Jakarta - Pemberian sertifikasi NKV memiliki beberapa tujuan, yakni mewujudkan jaminan produk ternak yang memenuhi persyaratan aman, sehat, utuh, dan halal bagi yang diperyaratkan. Tujuan berikutnya yakni memberikan perlindungan kesehatan dan ketenteraman batin bagi konsumen produk ternak. Dari sisi pelaku usaha, adanya sertifikat NKV akan meningkatkan daya saing produk ternak domestik, serta memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha...
POULTRYINDONESIA, Jakarta - Peran teknologi dalam industri tidak terlepas dari sejarah manusia yang selalu menginginkan barang dengan harga yang semurah mungkin, juga dengan kuantitas yang sebanyak mungkin. Berawal dari pemikiran dasar itulah, manusia terus melakukan riset dan pengembangan yang pada akhirnya lahirlah revolusi industri yang pertama sekitar tahun 1760 di benua Eropa, lebih tepatnya di Inggris. Penemuan mesin uap untuk...
POULTRYINDONESIA, Jakarta - Memasuki revolusi industri yang ke-4, sebelum mempersiapkan infrastruktur teknologi yang dibutuhkan SDM yang tangguh harus dipersiapkan terlebih dahulu. Menurut Bambang Brodjonegoro selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengutarakan bahwa sebagian besar sarjana maupun insinyur di Indonesia tidak memiliki keterkaitan (Link and match) dengan dunia kerja. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menjadi...














