POULTRYINDONESIA, Jakarta – PT. Pakan Serasi dan Bedson S.A. berkolaborasi menggelar webinar “Solusi Ancaman Mikotoksin di Tengah Kelangkaan Jagung” pada Senin (5/2). Dalam acara yang terselenggara secara daring ini, dijelaskan berbagai informasi dan solusi terkait ancaman mikotoksin di tengah kelangkaan jagung.
Dalam sambutannya, drh. Agus Surjanata selaku Direktur Utama PT. Pakan Serasi mengucapkan selamat datang dan berharap agar webinar ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Webinar ini dimoderatori oleh Bapak Adi Setiawan S.Pt selaku Area Manager Wilayah Timur PT. Pakan Serasi.  Lebih lanjut Adi menjelaskan  PT. Pakan Serasi adalah perusahaan importir dan distributor obat obatan dan feed suplement yang didirikan pada tanggal 2 Juni tahun 1997. PT. Pakan Serasi telah berhasil memasarkan produk-produknya hampir ke seluruh penjuru Indonesia.
Materi pertama dalam webinar ini, disampaikan oleh Prof. Dr. Ir Budi Tangendjaja M.Sc, M. Appl  selaku Technical Consultant Animal Nutrition. Pada sesi pemaparannya ia membahas mengenai tantangan penggunaan jagung dari segi ketersediaan dan kualitasnya. Menurutnya, jagung adalah bahan baku utama yang paling rentan terhadap mikotoksin.
“Di samping permasalahan ketersedian jagung yang masih kurang, permasalahan kualitas jagung juga masih terjadi. Kondisi jagung yang didapatkan di lapangan seringkali bercampur dengan material asing maupun memiliki kadar air yang sangat tinggi. Di Indonesia jagung yang dijual di pasaran memiliki kandungan air berkisar 16-17%,” jelasnya.
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. drh Michael Hariyadi Wibowo, M.P. dalam kesempatannya banyak menjelaskan bahwa dampak ternak yang mengkonsumsi pakan yang mengandung mikotoksin.
“Secara keseluruhan, mikotoksin berdampak terhadap performan ayam. Dimana mikotoksin dapat menghambat pertumbuhan ayam, menurunkan produksi dan kualitas telur, penurunan daya tetas telur, menghasilkan respon imun terhadap vaksinasi yang tidak baik, menyebabkan ayam mudah terserang penyakit, dan akhirnya berakibat terhadap meningkatnya angka afkir dan mortalitas,” ujar Michael.
Melihat berbagai persoalan yang ada, dalam forum yang sama Dr. Hoo Choon Howe, selaku Technical Director Bedson S.A. memperkenalkan Bedgen 40, sebuah natural feed addictive yang berasal dari ekstraksi daun Cynara scolymus (Artichoke).
“Bedgen 40 berperan dalam meningkatkan produksi empedu, detoksifikasi dan hepatoprotektif, Satu produk terdapat dua fungsi utama yaitu sebagai natural growth promotor dengan meningkatkan produksi empedu sebanyak 65% dan sebagai hepatoprotective yang melawan toksin dan anti fatty liver,” ujarnya.