POULTRYINDONESIA, Surabaya – Pada tahun 2023 diperkirakan perdagangan komoditas peternakan termasuk telur dan daging ayam akan terus mengalami fluktuasi, tergantung pada kebutuhan industri dan konsumsi rumah tangga. Namun, diperkirakan demand dan harga untuk komoditas peternakan akan mengalami tren peningkatan pada 2023 seiring dengan tren perdagangan global.
Hal ini seperti disampaikan oleh Dr. Rahma Gafmi, SE., MEc, Pakar Ekonomi, Universitas Airlangga (UNAIR) saat mengisi seminar yang digelar oleh Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI), Pengda Jatim di Hotel Grand Mercure Surabaya City, Surabaya, Rabu (14/12).
Menurut Rahma, prospek perunggasan di tahun 2023 terbilang masih bagus, walaupun dalam kondisi perekonomian yang penuh ketidakpastian akibat dari dinamika ekonomi global. Dirinya melihat bahwa dengan masyarakat Indonesia banyak yang mengonsumsi produk unggas, maka akan terus berkembang.
Meskipun demikian ia berpesan agar sektor perunggasan sebaiknya melakukan pendataan dan kekompakan. Pendataan diperlukan untuk melihat kebutuhan nyata di lapangan, sehingga tidak terjadi fluktuasi harga yang mencolok.
Baca Juga: Disnak Jatim: Sudah Saatnya Perunggasan Mengembangkan Pasar Ekspor
“Misal untuk kebutuhan telur, begini di Jatim ada sekitar 38 kabupaten dan kota. Kita ambil contoh Surabaya ada berapa penduduk, yang makan telur setiap hari ada berapa orang, setiap hari berapa butir, kemudian data dikumpulkan. Data untuk memprediksi permintaan telur di daerah ini sekian, kemudian harus menyiapkan stok telur sekian. Hal ini untuk mencukupi, sehingga tidak akan ada stok kosong. Dengan demikian tidak akan terjadi peningkatan harga lebih tinggi, yang menyebabkan inflasi,” tegasnya.
Sedang kekompakan antar peternak sangat dibutuhkan untuk menyelaraskan harga produk unggas. Sebab, menurutnya beberapa harga komoditas peternakan di Indonesia seperti telur dan daging ayam menunjukkan disparitas harga yang tinggi antar provinsi.
Ia juga menyarankan pada pemilik kebijakan permodalan agar memberi kebijakan tersendiri untuk usaha ini. Seperti mengenai suku bunga dari perbankan. Yang mana menurutnya harus melihat kondisi peternakan yang ada dan tidak dipukul rata sama dengan yang lainnya. Atau dalam artian harus ada perkecualian. Semua itu dimaksudkan untuk memberi support pada dunia peternakan unggas.