POULTRYINDONESIA, Malang – Dalam rangka Dies Natalis ke-64, Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) menyelenggarakan acara “One Day Poultry Talks CPI for UB”. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Fapet UB dengan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) dan PT BISI International Tbk, yang bertujuan memperkuat hubungan antara dunia akademik dan dunia industri.
Rangkaian kegiatan berlangsung semarak dengan berbagai agenda, di antaranya penyerahan beasiswa CPI, pameran ayam dan merpati hias, talkshow kemitraan industri perunggasan, bursa kerja (career preparation and counseling), sharing session perkembangan ayam hias, serta pelatihan bersertifikat seperti bedah bangkai teori dan praktikum, pengenalan serta kontrol kualitas bahan pakan, hingga penyuluhan untuk peternak.
Acara dibuka dengan sambutan dari Prof. M. Halim Natsir selaku Dekan Fapet UB, yang menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah sinergi antara pendidikan dan industri perunggasan.
“Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer keindahan ayam dan merpati hias, tetapi juga wadah yang mempertemukan dunia akademik dengan praktik industri. Saya berharap ada mahasiswa yang benar-benar tertarik untuk mengembangkan bidang ini ke depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Fapet UB memiliki mata kuliah Aneka Ternak, di mana mahasiswa belajar langsung mengenai ayam dan merpati hias sebagai bagian dari ilmu peternakan yang berkembang di Indonesia.

Selanjutnya, Tjiu Thomas Effendy, S.E., M.B.A., Presiden Direktur CPI menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang peternakan.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga membangun soft skill dan etos kerja. Semoga kedepan semakin banyak perusahaan yang mengambil langkah serupa agar dunia pendidikan dan industri dapat berjalan beriringan dan melahirkan generasi peternak muda yang tangguh dan adaptif,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., selaku Rektor Universitas Brawijaya memberikan pandangan terkait pentingnya kolaborasi kampus dan industri.
“Universitas harus menjadi pusat lahirnya sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab kebutuhan industri. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguasai alur industri dari hulu ke hilir,” jelasnya.
Rektor UB menambahkan bahwa UB dan CPI telah menjalin banyak kerja sama, di antaranya melalui pengembangan teaching farm ayam petelur serta toko hasil ternak Prima Freshmart yang dikelola langsung oleh mahasiswa.
Selain itu, mengingat pakan unggas bergantung hingga 40–50% pada komoditas jagung, UB tahun ini juga menggandeng BISI International untuk memperkuat kerja sama di bidang tersebut. Dengan dukungan dari industri seperti CPI dan BISI, UB mantap membuka Program Studi Industri Peternakan Cerdas, yang berfokus pada hilirisasi penelitian dan digitalisasi kandang unggas berbasis IoT dan kecerdasan buatan (AI).
Sebagai bentuk apresiasi, UB juga memberikan sertifikat penghargaan kepada berbagai komunitas pecinta unggas hias, seperti Asosiasi Penggemar Ayam Hias (APAH) dan Indonesia Fancy Pigeon Community (IFPC), atas kontribusinya dalam melestarikan serta mengembangkan ayam dan merpati hias di Indonesia.
Puncak pembukaan acara ditandai dengan pemotongan pita dua warna biru dan cokelat yang masing-masing mewakili UB dan CPI. Kedua pita dipotong secara bersamaan oleh perwakilan kedua pihak sebagai simbol kerja sama dan sinergi antara akademisi dan industri perunggasan. Sabna