Foto bersama para Panelis dan Nara Sumber Diskusi Panel Asean
Wamentan Vietnam dalam sambutannya menyampaikan keberhasilan yang telah dicapai Vietnam dalam bidang peternakan yang telah membuka jalan bagi kebangkitan pasar protein hewani dan produk organik yang menjadikan pasar ini lebih menarik bagi pemain asing dan membuka lebih banyak peluang investasi dan bisnis. Praktik bisnis internasional telah membantu produk peternakan dan akuakultur Vietnam mencapai standar keamanan pangan dan mengakses pasar global. 
Disampaikan lebih lanjut, Vietstock & Aquaculture Expo and Forum berfungsi sebagai pameran dagang yang ideal untuk inovasi, pendidikan, dan kolaborasi yang akan membantu industri peternakan dan akuakultur tidak hanya di Vietnam tetapi juga di kawasan ASEAN. Vietstock menjadi ajang berbagi perspektif nilai tambah dari solusi inovatif terbaik, meningkatkan kemitraan global dan regional untuk membantu industri peternakan dalam mengembangkan produksi ternak yang berkelanjutan, aman, dan terjamin. Wamentan Vietnam juga  memaparkan kesulitan dan tantangan yang dihadapi oleh Vietnam mulai dari saat wabah Covid 19 hingga saat ini.
Penyelenggaraan pameran tahun ini adalah edisi ke-11 dan tahun ke-19 Vietstock Expo dan Forum diadakan di Saigon Exhibition and Convention Center (SECC) kota Ho Chi Minh. “Informa” sebagai pelaksana event menyampaikan bahwa peserta pameran tahun ini diikuti oleh lebih dari 340 perusahaan pameran dari 30 negara. Dalam rangkaian pameran selama 3 hari ini terdapat Program Sinergitas Bisnis untuk peserta pameran, seminar dan lokakarya yang mencakup topik-topik penting dan tepat waktu dalam Konferensi Budidaya Perairan internasional, Seminar Produksi Unggas dan Babi, Konferensi Susu dan Daging Sapi, dan Seminar Teknis Pakan dan Gizi, Seminar Kesejahteraan Hewan dan Diskusi Panel yang dihadiri  Asosiasi Peternakan ASEAN yang membahas berbagai permasalahan tentang industri peternakan di wilayah ini dan berbagi praktik terbaik, solusi, dan program untuk meningkatkan industri peternakan.
Kementerian Pertanian dan Pembangunan Desa Vietnam yang merupakan tuan rumah perhelatan tampil dengan paparan yang lengkap mengenai profil dan capaiannya.  Walaupun memiliki wilayah nasional yang luasnya hanya berada di peringkat ke-66 tetapi jumlah penduduknya berada di peringkat ke-15 dunia sedangkan industri peternakan Vietnam terkenal keseluruh dunia karena kapasitas produksinya yang maksimal. Total populasi babi mencapai 29,1 juta ekor (peringkat ke-5 dalam jumlah ternak, peringkat ke-6 dalam produksi daging di dunia. Untuk kawanan unggas air menempati peringkat ke-2 di dunia (100,3 juta ekor burung), Sedangkan produksi susu segar mentah (1,12 juta ton) menempati urutan ke-3 di kawasan ASEAN; Output industri pakan ternak (21,5 juta ton) menempati peringkat No. 1 di Asia Tenggara dan ke-12 di dunia. Vietnam adalah eksportir madu terbesar ke pasar Amerika Serikat.
Industri peternakan berperan penting dalam menjaga laju pertumbuhan sektor pertanian di Vietnam. Selama 10 tahun terakhir, pertumbuhan industri peternakan bertahan pada tingkat 5-7%/tahun, produksi daging segala jenis meningkat 1,8 kali lipat (dari 4,0 juta ton menjadi lebih dari 7,4 juta ton), telur meningkat 2,9 kali lipat (dari 6,4 miliar menjadi 18,3 miliar), susu segar meningkat 3,7 kali lipat (dari 0,3 juta ton menjadi 1,12 juta ton. Pada tahun 2022 nilai produksi industri peternakan mencapai 23,7 miliar USD, menyumbang hampir 27% dari pertanian nilai produksi dan 5,8% dari total PDB nasional. Peternakan menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 10 juta orang di pedesaan, menjamin pasokan pangan bagi 100 juta orang dan jutaan wisatawan, serta mulai menghasilkan produk ekspor. Dalam 9 bulan pertama tahun 2023, nilai ekspor produk peternakan mencapai 369 juta USD, meningkat 26,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2022.
Produk peternakan tidak hanya berkontribusi dalam menjamin ketahanan pangan tetapi juga menjamin ketahanan gizi bagi seluruh masyarakat. Kemampuan bersikap proaktif terhadap pangan merupakan salah satu faktor penting yang membantu Vietnam berhasil mencegah pandemi Covid-19.
Pameran skala Internasional yang berlangsung sukses ini berhasil mengundang pengunjung yang  datang selama 3 hari expo dan forum ini berlangsung tercatat lebih dari 11,000 orang dari berbagai stakeholder industri peternakan dan akuakultur dari Vietnam dan serta negara-negara tetangga seperti Kamboja, Thailand, Laos, Myanmar, Malaysia, Singapore, dan Indonesia, serta negara-negara lain dari luar kawasan Asean, seperti Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika.
Yang sangat menarik dalam pameran ini adalah begitu banyak peternak yang hadir dari berbagai kota di Vietnam yang merupakan kantong-kantong peternakan. Mereka tampak anthusias berdiskusi dengan para peserta pameran serta mengikuti seminar-seminar yang diadakan. 
Stand yang paling banyak menarik minat pengunjung adalah stand peralatan yang menghadirkan teknologi terbaru baik untuk kandang close house, pembuatan pakan, pengolahan limbah dan air bersih, serta peralatan diagnosa dan laboratorium. Namun demikian, dalam pengamatan PI, stand obat hewan dan vaksin, serta pembibitan juga tidak kalah menarik dan tetap mendapat perhatian pengunjung pameran. 
Paviliun China dan tuan rumah Vietnam nampak mendominasi 2 hall yang berada di lantai dasar, penuh dengan tampilan yang atraktif. Namun stand perusahaan dari Amerika dan Eropa pun tidak kalah mengkilap sebagai perusahaan-perusahaan yang didukung oleh riset dan pengembangan teknologi, dengan menampilkan prototipe produk mutakhir serta tampilan audio visual yang detail.
Seminar seminar teknis, manajemen, dan diskusi yang diadakan oleh perusahaan, asosiasi, lembaga, dan perguruan tinggi diadakan di lantai 2 yang terbagi menjadi beberapa cluster dan sessi, sedangkan di lantai adalah ruangan eksekutif untuk penyelenggaraan diskusi panel yang dihadiri oleh delegasi negara-negara Asean. 
Dalam diskusi panel yang dihadiri oleh Asosiasi Peternakan dari negara-negara ASEAN, yang aktif sebagai pemakalah adalah peserta dari Vietnam, Cambodia, Thailand, Malaysia, Filipina dan Indonesia.  Peserta dari Myanmar walaupun hadir dalam ajang Vietstock 2023 ini namun tidak membawakan makalah yang dipresentasikan kepada forum yang hadir. Diskusi ini membahas berbagai permasalahan tentang industri peternakan di negara-negara masing, serta menghimpun berbagai gagasan yang dapat disinergikan dengan hasil Konferensi Tingkat Tinggi Asean, sehingga dapat terwujud kerjasama  yang dapat memperkuat  industri di bidang peternakan dan kesehatan hewan. Yang banyak mendapat perhatian dalam diskusi ini adalah kerjasama dalam pencegahan dan penanganan wabah penyakit hewan menular seperti ASF, FMD, Flu Burung, ND, dan penyakit lainnya yang menyebabkan kerugian dan penurunan produktivitas ternak.