POULTRYINDONESIA, Surabaya Pameran internasional industri peternakan terbesar di Indonesia, Indo Livestock 2025 Expo & Forum resmi dibuka pada Rabu (2/6/2025) di Grand City Convex (GCC) Surabaya. Selaku professional exhibition organiser, PT Napindo Media Ashatama menggelar Indo Livestock 2025 Expo & Forum bersamaan dengan Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, dan Indo Fisheries 2025 Expo & Forum.
Assistant Project Director Napindo, Lisa Rusli menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan penuh dari 40 kementerian/lembaga, asosiasi, dan akademisi yang telah menjadi pilar utama dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Dan secara khusus, dirinya mengucapkan terima kasih kepada kementerian pertanian, kementerian koordinator bidang pangan, kementerian kelautan dan perikanan republik indonesia, serta berbagai kementerian dan asosiasi terkemuka lainnya di sektor ini atas kontribusi dan kolaborasi yang telah terjalin.
“Hingga saat ini, terdapat 300 peserta pameran dari 15 negara, termasuk di dalamnya ada 5 paviliun negara, antara lain China, Korea, Taiwan, Eropa, dan Denmark. Selama tiga hari ke depan, beragam program telah terjadwal, termasuk technical product presentation dengan 28 jadwal presentasi, serta berbagai forum seminar dalam forkompedia, seperti dairypedia, fisheriespedia, livestockpedia, dan vetpedia,” tambahnya.
Sementara itu, Indyah Aryani selaku Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menyebutkan bahwa ekosistem peternakan di Jawa Timur didukung oleh struktur usaha yang beragam, mulai dari peternak rakyat, koperasi, UMKM, hingga perusahaan berskala besar. Namun demikian, dirinya juga menyadari bahwa sektor peternakan nasional termasuk di Jawa Timur masih menghadapi berbagai tantangan, seperti tingkat efisiensi produksi yang masih bervariasi, ketergantungan terhadap impor bahan pakan, penyakit hewan menular strategis seperti LSD dan PMK, rendahnya hilirisasi dan nilai tambah produk peternakan, serta perlunya adopsi teknologi digital, bioteknologi, dan sistem logistik yang terintegrasi.
“Untuk itu, pelaksanaan Indo Livestock 2025 Expo & Forum ini menjadi sangat penting. Bukan hanya sebagai ajang pameran teknologi dan produk unggulan, tetapi juga sebagai forum dialog, diseminasi pengetahuan, dan penjajakan kemitraan antara sektor hulu dan hilir. Kami berharap, melalui pertemuan ini akan lahir berbagai best practices, model bisnis inovatif, dan sinergi antar pelaku usaha yang mampu memperkuat daya saing peternakan indonesia di pasar global,” tambahnya.
Masih dalam acara yang sama, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Ditjen PKH, Kementan RI, Makmun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Napindo yang telah mempersiapkan acara pameran yang sangat luar biasa. Menurutnya acara ini tergolong sebagai pameran peternakan bertaraf internasional di Indonesia dan menjadi momentum penting untuk menampilkan inovasi serta potensi unggulan di sektor peternakan. Tak hanya itu, ajang ini juga dapat menjadi sarana promosi produk di bidang peternakan dan kesehatan hewan, serta kesempatan untuk bertemunya para stakeholders peternakan, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Melalui penyelenggaraan Indo Livestock Expo & Forum yang ke-18 ini, diharapkan dapat terjadi percepatan monetisasi dunia usaha peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia. Sehingga pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan PDB Indonesia. Di sini kita juga menyaksikan, betapa sektor peternakan dan kesehatan hewan, juga perikanan, tidak hanya menjadi sumber pangan hewani, tetapi juga berkontribusi besar pada ketahanan pangan nasional, peningkatan ekonomi masyarakat, dan perkembangan industri berbasis sumber daya lokal,” ujarnya.
Turut hadir dan memberikan sambutan dalam pembukaan acara ini, Karsan selaku Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Peternakan Deputi Bidang Usaha Pangan dan Pertanian, Didik Srinoto selaku Plt. Kepala Balai KIPM Surabaya 1 Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, serta Ketua Yayasan Pengembangan Peternakan Indonesia (YAPPI) Desianto Budi Utomo.